Usung Misi Cinta Lautan, Love Beauty and Planet Ajak Beauty Enthusiast Dukung Gerakan Menanam Coral

Wuri Anggarini14 Agu 2020, 14:18 WIB
Usung Misi Cinta Lautan, Love Beauty and Planet Ajak Beauty Enthusiast Dukung Gerakan Menanam Coral

Fimela.com, Jakarta Siapa nih yang sudah merindukan air laut jernih, butiran pasir putih halus saat menyentuh telapak kaki, dan sinar matahari yang selalu menemani saat bermain di pantai? Buat yang sudah butuh vitamin sea, sepertinya memang harus lebih bersabar lagi karena situasi saat ini membuatmu nggak bisa mengobati kerinduan tersebut.

Kamu boleh berbangga karena laut Indonesia yang cantik sudah diakui pesonanya hingga ke berbagai penjuru dunia. Sayangnya, kelestarian laut yang dicintai mulai mengalami pencemaran dalam beberapa tahun terakhir. Seperti kasus coral atau terumbu karang yang rusak dan banyak menyita perhatian berbagai kalangan.

Ekosistem yang Memegang Peranan Esensial

Usung Misi Cinta Lautan, Love Beauty and Planet Ajak Beauty Enthusiast Dukung Gerakan Menanam Coral
(c) Shutterstock

Coral bukan semata hiasan yang membuat alam bawah laut jadi tampak cantik saja. Lebih dari itu, ekosistem ini memiliki peranan esensial bagi kehidupan laut. Salah satu peran vitalnya adalah menjadi penunjang 25% kehidupan laut, baik sebagai habitat berbagai jenis biota lainnya, sumber makanan, dan berkembang biak. Rusaknya ekosistem ini artinya mempengaruhi keberlangsungan kelestarian hewan laut lainnya.

Meski punya peranan yang sangat penting, sayangnya coral menjadi salah satu ekosistem yang paling terdampak isu pencemaran lingkungan. Menurut data LIPI di tahun 2019, ada sekitar 33,82% lokasi coral di Indonesia berada dalam kondisi buruk.

Love Beauty Planet Ajak Beauty Enthusiast Cintai Lingkungan

Sebagai warga bumi, masalah rusaknya coral dan isu lingkungan lainnya memang jadi tanggung jawab bersama. Salah satu brand personal care ternama, Love Beauty and Planet (LBP), melakukan sebuah kampanye positif untuk mengajak para beauty enthusiast agar lebih mencintai lingkungan, termasuk menjaga kelestarian lautan. Hal ini menjadi wujud nyata komitmen nyata LBP untuk selalu melakukan langkah positif terhadap bumi.

Love Beauty and Planet mengajak para beauty enthusiast untuk mendukung gerakan penanaman 2.000 coral. Gerakan tersebut seiring dengan peluncuran rangkaian Love Beauty and Planet “Clean Oceans Edition” yang terinspirasi dari keindahan laut. Brand tersebut ingin menunjukkan bahwa menjadi cantik bisa dilakukan tanpa merusak lingkungan. Hal ini dibuktikan dari seluruh kemasan rangkaian produk Love Beauty and Planet “Clean Oceans Edition” terbuat dari 100% ocean-bound plastic, yaitu hasil daur ulang sampah plastik yang dikumpulkan dari sejumlah pesisir laut.

Usung Misi Cinta Lautan, Love Beauty and Planet Ajak Beauty Enthusiast Dukung Gerakan Menanam Coral
©Instagram/lovebeautyandplanet_id

Sambil menjaga kelestarian lingkungan, kamu bisa menikmati sensasi perawatan tubuh dengan berbagai kandungan dari rangkaian produk Love Beauty and Planet “Clean Oceans Edition”. Mulai dari Natural Balinese Sea Salt yang berfungsi membersihkan kulit secara menyeluruh, detoksifikasi kulit kepala, dan mengeksfoliasi kulit. Sementara itu, Italian Bergamot memberikan keharuman yang segar sepanjang hari.

Usung Misi Cinta Lautan, Love Beauty and Planet Ajak Beauty Enthusiast Dukung Gerakan Menanam Coral
©Instagram/lovebeautyandplanet_id

Love Beauty and Planet “Clean Oceans Edition” diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi membantu mengurangi pencemaran lautan. Gerakan ini menggandeng Yayasan Carbon Ethics Indonesia dan setiap hasil penjualan produk tersebut akan dikonversi menjadi bentuk donasi untuk menanam 2.000 coral yang rencananya akan dilakukan di Taman Nasional Kepulauan Seribu.

Ternyata cantik itu nggak perlu merusak lingkungan. Merawat diri sambil melindungi kelestarian laut bisa dilakukan, dimulai dari hal kecil seperti dukunganmu pada program ini dengan melakukan pembelian produk Love Beauty and Planet “Clean Oceans Edition”.

Yuk, saatnya tunjukkan #SmallActsofLove kamu!

Lanjutkan Membaca ↓