Area Tubuh yang Tidak Boleh Terkena Parfum

Kezia Prasetya Christvidya22 Sep 2020, 10:35 WIB
Diperbarui 22 Sep 2020, 10:35 WIB
parfum-kezo

Fimela.com, Jakarta Parfum merupakan minyak wangi yang bisa membuat aroma tubuh, pakaian atau ruangan menjadi lebih wangi. Parfum memiliki kandungan alkohol, minyak esensial, senyawa aroma, fiksatif dan pelarut. Parfum dibagi menjadi beberapa jenis yaitu ekstrak parfum, eau de parfum, eau de toilette dan eau de cologne.

Ekstrak parfum memiliki kandungan minyak esensial yang paling tinggi sekitar 20 hingga 40 persen. Sehingga parfum memiliki aroma yang kuat dan tahan lama. Ekstrak parfum juga memiliki kandungan yang tidak cepat menguap, sehingga bisa digunakan setiap hari untuk beraktivitas.

Eau de parfum merupakan parfum yang memiliki kandungan minyak esensial sekitar 10 hingga 15 persen, tetapi masih tahan lama hingga 6 jam. Eau de toilette memiliki kandungan alkohol yang ringan dan mengandung minyak esensial 4 hingga 10 persen, sehingga hanya bertahan sekitar 3 jam saja. Sedangkan eau de cologne memiliki kandungan alkohol yang lebih banyak daripada minyak esensialnya, sehingga hanya tahan sekitar 2 jam saja.

Karena parfum memiliki kandungan yang lumayan keras untuk tubuh, maka parfum tidak boleh digunakan disembarang tempat. Berikut area tubuh yang tidak boleh terkena parfum, dilansir dari Dream.co.id:

Area Mata

ilustrasi area tubuh yang tidak boleh terkena parfum/Bia Sousa/pexels
ilustrasi area tubuh yang tidak boleh terkena parfum/Bia Sousa/pexels

Area yang tidak boleh terkena parfum adalah area mata. Karena parfum memiliki kandungan alkohol, yang bisa membuat area menjadi iritasi dan mata manjadi perih.

Kandungan yang ada di dalam parfum juga bisa membuat area mata kemerahan, gatal, bengkak hingga menyebabkan munculnya milia di area mata.

Rambut

ilustrasi area tubuh yang tidak boleh terkena parfum/Moose Photos/pexels
ilustrasi area tubuh yang tidak boleh terkena parfum/Moose Photos/pexels

Sebenarnya ada banyak parfum yang bisa digunakan untuk rambut. Parfum untuk rambut bisa membuat rambut beraroma wangi dan fresh seharian. Namun alkohol yang terdapat di dalam parfum, lama kelamaan bisa membuat rambut menjadi lebih kasar, bercabang dan kering.

Agar rambut tetap wangi, kamu bisa menggunakan sampo atau kondisioner yang memiliki aroma wangi tanpa kandungan alkohol. Lalu untuk menyemprotkan parfum ke rambut, usahakan semprot parfum ke sisir terlebih dahulu, lalu sisir rambut dengan sisir yang sudah diberi parfum itu.

 

Tangan

ilustrasi area tubuh yang tidak boleh terkena parfum/Anna Shvets/pexels
ilustrasi area tubuh yang tidak boleh terkena parfum/Anna Shvets/pexels

kebanyak orang menyemprotkan parfum ke tangan terlebih dahulu, pada saat hendak mencoba aroma parfum di toko parfum. Sebenarnya alkohol yang terdapat pada parfum ini, bisa membuat tangan menjadi gatal dan iritasi.

Menyemprotkan parfum ke tangan juga bisa membuat kulit menjadi kering dan mengelupas. Sehingga saat mencoba parfum, usahakan semprot parfum di kertas parfum yang disediakan oleh toko.

Area Ketiak

ilustrasi area tubuh yang tidak boleh terkena parfum/Andrea Piacquadio/pexels
ilustrasi area tubuh yang tidak boleh terkena parfum/Andrea Piacquadio/pexels

Kulit ketiak adalah area kulit yang sensitif, sehingga jangan sampai terkena semprotan parfum yang memiliki kandungan tinggi alkohol. Walaupun area ketiak diberi deodoran untuk mencegah bau tidak sedap di ketiak, tapi gunakanlah deodoran yang memiliki kandungan 0% alkohol.

Terlalu sering menggunakan deodoran yang mengandung alkohol dan parfum, bisa membuat area ketiak menggelap, gatal, iritasi dan kulit menjadi semakin tipis.

Organ Kewanitaan

ilustrasi area tubuh yang tidak boleh terkena parfum/Maksim Goncharenok/pexels
ilustrasi area tubuh yang tidak boleh terkena parfum/Maksim Goncharenok/pexels

Area tubuh yang tidak boleh terkena parfum yang terakhir adalah organ kewanitaan. Organ kewanitaan memiliki kulit yang sensitif, dan sangat berbahaya jika terkena kandungan parfum yang keras.

Organ kewanitaan agar cepat kering, iritasi, perih, gatal, sakit dan juga bisa membuat keputihan. Sehingga kalau menggunakan sabun pencuci organ kewanitaan dan pembalut, jangan gunakan yang memiliki kandungan parfum atau alkohol.

 

Lanjutkan Membaca ↓