Diary Fimela: Berangkat dari Pengalaman Pribadi, Synthia Laras Dirikan Brand Skincare Lokal dengan Bahan Alami

Fimela Editor18 Mar 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 18 Mar 2021, 15:00 WIB
Synthia Laras Hadirkan Brand Skincare Lokal yang Aman untuk Semua Kalangan.

Fimela.com, Jakarta Menjamurnya brand skincare di pasaran menjadi keuntungan sekaligus tantangan, banyak orang yang merasa kebingungan menentukan produk kecantikan yang aman dan benar-benar memiliki nilai manfaat untuk kulit mereka.

Inilah yang mendasari Synthia Laras mendirikan brand skincare sendiri bernama Shylas Factory. Berangkat dari pengalaman pribadi, dia menceritakan niatnya tersebut diawali dari masalah yang sering ia alami sendiri.

"Awal mulanya berasal dari semua masalah yang pernah aku alami, karena aku tidak bisa terlalu lama menggunakan lipstick, jadi aku membuat lipbalm yang ada warnanya. Atau jika aku punya masalah jerawat, aku buat sendiri skincare untuk mengatasi masalah jerawat ini," ujar Synthia saat dihubungi langsung oleh tim Fimela.

Dalam membuat brand skincare pun tak boleh sembarangan. Perempuan asal Denpasar, Bali ini sendiri memiliki latar belakang farmasi dan berpengalaman bekerja di industri kosmetik. Melihat sepak terjangnya di industri kecantikan, Synthia tentu paham betul tentang bahan-bahan skincare yang aman dan baik untuk kulit.

"Karena punya basic farmasi dan mengerti formulasi, aku jadi paham kandungan apa yang baik dan tidak baik untuk kulit. Dari sinilah yang mengawali niat aku membuat produk skincare organik yang benar-benar ada manfaatnya," tuturnya.

Shylas Factory menjual berbagai produk perawatan kulit mulai dari masker, face oil, face mist, lip scrub, lip balm, tint balm, body butter, hingga face and body scrub. Seluruh produk ini terbuat dari bahan-bahan organik dan telah lulus uji keamanan BPOM, sehingga aman digunakan untuk semua kalangan.

"Aku selalu mengedepankan produk yang bisa digunakan hampir semua jenis kalangan, baik itu remaja hingga bumil. Jadi tidak ada pantangan, semua orang bisa menggunakan produk dari Shylas Factory," katanya.

 

Shylas Factory
Shylas Factory /Foto dok: Shylas Factory

Sempat terpuruk karena pandemi Covid-19 dan tren skincare organik

Shylas Factory
Shylas Factory /Foto dok: Shylas Factory

Tak selalu mulus, bisnis yang telah dilakoninya sejak tahun 2016 ini tentu saja telah melewati masa jatuh bangun. Shylas Factory menjadi salah satu usaha yang terdampak pandemi Covid-19 dan tren skincare organik.

Bukannya raup untung lebih karena tren, usahanya justru menurun karena menjamurnya pesaing sejenis dengan harga yang lebih murah. Penurunan omset ini tentu memengaruhi budget yang telah ia siapkan untuk produksi, promosi, hingga pembayaran tenaga kerja. Diapit oleh kedua kondisi tersebut, Synthia mengaku hampir putus asa hingga berniat menutup usahanya.

"Beberapa kali aku sempet merasa down, dan sempet mau selesai. Tapi balik lagi aku selalu memotivasi diri dengan mengingat tujuan awal aku mendirikan usaha ini. Kalau dulu ingin sekali punya brand skincare sendiri kenapa harus di akhirin? Aku mau memberi tahu banyak orang lagi, bahwa produk yang aku buat aman dan terbukti bermanfaat untuk kulit," terangnya.

Seiring waktunya, bisnis yang dibangunnya kembali normal. Meski masih banyaknya pesaing yang menjual skincare organik dengan harga yang tak masuk akal, Shylas Factory membuktikan sendiri bahwa kualitas tak pernah bisa berbohong.

"Aku selalu memastikan produk yang aku buat ada manfaatnya, jadi klaim yang kami tulis di produk benar-benar bisa terbukti. Sehingga konsumen itu pasti akan datang lagi ketika mereka puas dan merasakan manfaatnya," ucapnya.

 

Kunci sukses berwirausaha: mulai aja dulu

Shylas Factory
Shylas Factory /Foto dok: Shylas Factory

Berhasil melewati masa jatuh bangun, Synthia mengaku bisnis ini merupakan kali pertama untuknya. Meski tak punya pengalaman dan bekal yang cukup untuk berjualan, hal itu tetap tak mematahkan semangatnya untuk berwirausaha.

"Kebanyakan orang yang mau berwirausaha biasanya takut untuk memulai. Padahal sebenarnya mulai aja dulu, nanti seiring waktu kamu akan ketemu jalannya sendiri," tutur dia.

Selain menjual produk perawatan kulit, Synthia juga berbagi ilmu formulasi lewat kelas-kelas workshop yang ia adakan di Bali. Dia juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai manfaat produk yang dibuatnya.

"Aku juga sering berbagi pengetahuan lewat jurnal penelitian tentang manfaat kandungan dalam produk skincare Shylas Factory. Sehingga orang pun percaya, bahwa manfaat produk yang tertera di label bukan klaim semata, tetapi terbukti secara ilmiah," pungkasnya.

Kini Shylas Factory kian dikenal masyarakat. Bahkan followers Instagramnya telah mencapai 16k. Kabar baiknya, tahun ini Shylas Factory segera menghadirkan produk perawatan kulit terbaru yang bisa digunakan untuk seluruh tubuh.

"Kami akan segera meluncurkan suatu produk yang bisa digunakan dari atas sampai bawah, mulai dari wajah hingga badan. Ini adalah produk yang akan launching beberapa bulan lagi." katanya dengan antusias.

Penulis: Hilda Irach

Lanjutkan Membaca ↓