Sukses

Beauty

Berani Berubah: Dari Minyak hingga Aksesori, Kisah Beby Berjuang Ajak Perempuan Kupang Cintai Rambut Keriting

Fimela.com, Jakarta Rambut sehat dan indah merupakan impian setiap perempuan. Namun, standar kecantikan membuat sebagian perempuan berusaha keras untuk menyesuaikan dirinya agar sesuai dengan standar yang sudah ada, termasuk dengan meluruskan rambut. Padahal, begitu banyak orang Indonesia berambut keriting, terutama yang berasal dari Indonesia bagian timur. 

Terlahir di Kupang, Beby Margaret Kale Lena melihat begitu banyak perempuan di kampung halamannya berusaha mengikuti standar kecantikan tersebut. Namun, perempuan yang lahir pada 10 Maret 1982 kemudian menyadari sesuatu, kalau tidak banyak perempuan di kampung halamannya yang mengerti cara merawat rambut mereka. Alhasil, rambut keriting mereka rusak parah.  

"Perempuan Indonesia banyak yang berambut keriting. Tapi, mereka (terutama dari kampung halamanku) tidak percaya kalau mereka bisa tampil cantik dengan rambut alami mereka. Di Kupang, cantik itu harus putih dan rambut lurus. Standar cantiknya begitu!" jelas Beby saat dihubungi Fimela. 

Untuk menyesuaikan diri dengan standar kecantikan tersebut, banyak perempuan yang meluruskan rambut secara rutin. Namun, mereka tidak mengerti bagaimana merawatnya. Akhirnya, rambut menjadi rusak. 

"Mereka tidak percaya bisa cantik dengan rambut alami. Aku pulang ke Kupang sesekali, Lebaran atau Natal. Saat Natal, perempuan-perempuan di kampungku sudah antre sampai duduk-duduk di luar salon. Semua salon full booked. Saat malam kebaktian, aku ke gereja. Saat itu tercium aroma obat pelurus rambut yang sangat mneyengat di hidung. Baunya ini tidak akan hilang sampai seminggu. Selain baunya, rambut mereka pun akhirnya menjadi pecah-pecah, super kering, dan rusak. Aku merasa tergerak untuk melakukan sesuai agar mereka melek soal perawatan rambut keriting," cerita Beby. 

Selain tidak percaya diri, lanjut Beby, banyak juga perempuan berambut keriting merasa perawatan rambut keriting mereka membutuhkan banyak produk. Apalagi, kebanyakan produk-produk khusus rambut keriting tidak mudah didapat di Indonesia. Bahkan, ada yang sampai rela merogoh kocek dalam untuk memesan produk dari luar negeri. Padahal, sejak rutin merawat rambut dan tampil keriting, saat pulang kampung rambut Beby kerap kali dipuji banyak teman dan kerabatnya karena begitu sehat dan alami. 

Karenanya, Beby bertekad untuk menginspirasi perempuan-perempuan di Kupang agar mau merawat rambut mereka sehingga terlihat indah tanpa perlu meluruskannya secara berkala. Sebagai alternatif dari produk rambut keriting yang mahal dan banyak rangkaiannya, Beby kemudian meracik sendiri deep conditioning oil dan menjualnya secara online. 

Kelahiran Bebykl

Kelahiran Bebykl sebenarnya bukan hanya terinspirasi dari keluhan para perempuan di kampung halaman mengenai kerusakan rambut mereka. Tetapi, Beby yang sejak 2016 akhir pindah ke Bali, merasa kesulitan untuk menemukan salon yang biasa menangani rambut keriting. Saking sulitnya, Beby mencari berbagai informasi soal salon terbaik untuk rambut keriting di Bali lewat berbagai cara. 

Namun, dia tidak menemukan satu pun salon yang bisa menerima rambut keritingnya. Setiap kali datang ke salon, baik dengan harga terjangkau hingga mahal sekali pun, selalu menawarkan dan menyarankan Beby untuk meluruskan rambut. Hingga akhirnya pencarian Beby berhenti di sebuah salon yang memiliki review terbaik. Namun, untuk potong saja, salon tersebut charges sebesar Rp700.000. 

"Aku mikir 2-3 minggu, akhirnya aku coba juga. Aku langsung ngobrol dengan owner-nya, Max. Dia satu-satunya yang bilang rambutku jangan pernah dilurusin. Aku terus tanya bagaimana cara merawat rambut keriting tanpa perlu beli produk mahal. Menurut Max, aku harus rajin-rajin menggunakan masker rambut dari minyak," kata Beby. 

Dari situlah, Beby mendapat ilham untuk mencoba meracik sendiri berbagai jenis minyak untuk merawat rambutnya. Usai mencoba dengan berbagai cara, akhirnya Beby menemukan formula yang pas untuk membuat deep conditioning oil yang ringan dan tidak akan lengket di tangan dan rambut. Mengandung 7 macam minyak alami; castor oil, virgin coconut oil, extra virgin olive oil, almond, avocado, macadamia, dan argan, minyak rambut Bebykl ini memiliki tekstur yang sangat ringan. 

Sejak Juli 2019, Beby mulai membagikan ilmunya tentang deep conditioning oil di akun Facebooknya. Dia lantas mulai menjual minyak yang dia racik ke beberapa teman terdekat. Ternyata, responnya lumayan. Batch pertama, Beby berhasil menjual 25 botol dalam waktu beberapa jam saja. 

Usai berhasil menjual pada batch pertama, Beby kemudian mulai menjamah Twitter. Tak disangka, peminat di Twitter jauh lebih besar ketimbang di Facebook. Hingga akhirnya, Beby berhasil menjual 400 botol pada batch kedua ini. 

"Selain orang-orang berambut keriting, ternyata banyak juga pelangganku yang memiliki rambut lurus. Mereka bilang minyak yang aku bikin juga cocok untuk semua jenis rambut. Karena, Bebykl ini dapat menutrisi semua jenis rambut," jelas Beby. 

Kini, Beby mulai memproduksi berbagai produk lain. Seperti satin bonet untuk melindungi rambut keriting saat tidur agar tidak kusut dan rusak, cotton bonnet untuk melindungi rambut dari debu saat keluar rumah di tengah pandemi, hingga penutup kepala khusus untuk kamu yang kerap kali bepergian dengan ojek online. 

"Setelah itu aku mulai melebarkan bisnis ke aksesoris rambut keriting seperti satin bonnet. Agustus tahun 2019, aku ke Jakarta dan membeli 10 kg kain satin untuk modal. Padahal, aku belum begitu mahir menjahit saat itu. Januari 2019 aku mulai kursus menjahit untuk membuat baju sendiri, awalnya. Tapi karena kursusnya gak rutin, aku belum bisa bikin baju. Malah lama-lama banyak pesanan untuk satin bonnet," ceritanya. 

Meski usia Bebykl baru seumur jagung, namun Beby berharap tahun 2021 akan menjadi tahun yang lebih baik untuk bisnisnya. Rencananya, Beby ingin mengeluarkan berbagai produk lain seperti hair mist. Dia berharap dapat terus menginspirasi dan memberikan harapan kepada perempuan-perempuan di kampung halamannya dan seluruh perempuan di Indonesia timur agar bisa mencintai rambut natural mereka yang indah lewat perawatan alami yang sederhana dan ramah di kantong. 

#ChangeMaker

Simak Video Berikut

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading