Kenali 5 Masalah Kulit Akibat Perubahan Hormon dan Cara Mengatasinya

Fimela Reporter14 Okt 2021, 10:56 WIB
Diperbarui 14 Okt 2021, 17:58 WIB
Mencegah Jerawat Tumbuh

Fimela.com, Jakarta Biasanya, masalah kulit sangat bervariasi dan sebagian orang rentan mengalami masalah ini. Penyebabnya sendiri mulai dari situasional, perubahan hormon dan genetik. Padahal, perawatan kulit secara rutin sudah dilakukan demi menjaga kulit agar tetap cantik dan glowing. Mengapa demikian?

Walau sudah rajin merawat diri, terkadang masih ada saja skin problems yang muncul. Jika ini yang terjadi, kemungkinan masalah kulit yang dialami disebabkan oleh perubahan hormon. Umumnya, masalah kulit akibat perubahan hormon dialami para remaja. Namun, tak menutup kemungkinan masalah ini dapat terjadi pada orang dewasa.

Dengan segudang aktivitas yang dilakukan dan mengharuskan untuk bertemu orang lain bisa membuat seseorang tidak percaya diri akibat masalah kulit yang dialami. Sebelumnya, kenali 5 masalah kulit akibat perubahan hormon dan cara mengatasinya terlebih dulu, yuk! Berikut ulasan yang Fimela rangkum dari merdeka.com, Rabu (14/10/2021).

1. Jerawat

jerawat-kezo
ilustrasi obat jerawat/shutterstock

Masalah kulit yang umum dialami oleh sebagian orang adalah jerawat. Biasanya jerawat muncul akibat perubahan hormon yang terjadi di masa puber. Salah satu tanda yang paling terlihat adalah jerawat yang muncul di area T-zone seperti dahi, hidung dan dagu. Penyebabnya adalah fluktuasi hormon yang terjadi pada masa remaja hingga menjelang masa menstruasi.

Menurut Healthline, sekitar 50% perempuan di usia 20-29 tahun mengalami jerawat hormonal dan mempengaruhi 25% yang berada di rentang usia 40-49 tahun. Cara mengatasi jerawat bisa dilakukan dengan menggunakan skincare yang memiliki kandungan salicylic acid. Bahan tersebut diungkap mampu membersihkan kulit tanpa menyebabkan iritasi.

2. Kulit Kering

kulit kering-kezo
ilustrasi pelembab untuk kulit kering/shutterstock

Ternyata, kulit kering juga bisa disebabkan oleh perubahan hormon, lho. Kondisi ini cenderung terjadi pada perempuan yang berhubungan dengan siklus menstruasi atau menopause. Kondisi kulit kering umumnya terjadi ketika level estrogen tidak optimal.

Estrogen sendiri merupakan salah satu hormon yang memiliki peran penting bagi tubuh perempuan. Level estrogen dalam tubuh bisa mempengaruhi kondisi kulit secara langsung, mulai dari produksi elastin, kolagen hingga berkontribusi pada menjaga kelembapan dan elastisitas kulit.

Cara mengatasi masalah kulit kering yang disebabkan oleh perubahan hormon adalah dengan melakukan perawatan menggunakan skincare yang mengandung omega-3 atau menambah asupan omega-3 dalam diet sehat seperti salmon, buah alpukat dan kacang-kacangan.

3. Hyperpigmentation atau Melasma

Apa itu hyperpigmentation atau melasma? Ini adalah suatu kondisi kulit yang menunjukkan bercak kecokelatan yang bisa menyebabkan warna kulit tidak merata karena perubahan hormon. Bintik gelap yang tidak rata terjadi akibat paparan sinar matahari.

Umumnya, melasma disebabkan oleh perubahan level hormon dalam tubuh perempuan. 10-15% di antaranya terjadi pada ibu hamil dan 10-25% lainnya terjadi akibat konsumsi pil KB. Kondisi yang semakin parah dapat diminimalisir dengan melakukan perawatan secara rutin menggunakan skincare yang punya formula mencerahkan seperti vitamin C, retinoid, kojic acid dan lainnya.

4. Inflamasi

Ketika sedang stres, biasanya inflamasi atau peradangan kulit bisa terjadi. Kondisi stres ini membuat tubuh melepaskan hormon adrenalin dan kortisol yang mampu menyebabkan produksi minyak berlebih pada wajah. Tak hanya itu, stres juga bisa mempengaruhi kekebalan tubuh dan membuat seseorang lebih rentan mengalami masalah kulit seperti eczema, iritasi hingga inflamasi.

Perawatan kulit dengan bahan alami bisa menjadi pilihan untuk mengatasi inflamasi. Bahan alami tersebut sebaiknya mengandung zat anti-inflamasi seperti merawat kulit dengan kunyit, jahe atau skincare yang memiliki kandungan probiotik.

5. Kulit Dehidrasi

[Fimela] Kulit dehidrasi
Kulit dehidrasi | yahoo.com

Jangan di kira sama, kulit kering dan dehidrasi memiliki perbedaan. Kulit kering biasanya ditandai oleh kondisi bersisik, iritasi hingga meradang. Sedangkan kulit dehidrasi merupakan kondisi kulit yang kekurangan cairan. Hal ini menyebabkan kulit terasa gatal dan terlihat kusam. Dehidrasi bisa dialami oleh pemilik kulit kering hingga berminyak.

Jika mengalami masalah kulit dehidarasi akibat perubahan hormon, lakukan perawatan dengan skincare yang bisa menghidrasi kulit secara alami. Misalnya menggunakan skincare yang mengandung hyaluronic acid yang dikenal bisa menjaga kandungan air dalam kulit, menghaluskan tekstur hingga memiliki peran sebagai skincare yang mengandung anti-aging.

Kalau sudah mengetahui penyebabnya, Sahabat Fimela juga bisa mengatasi masalah kulit tersebut dengan melakukan perawatan yang tepat.

Ditulis: Atika Riyanda Roosni

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela