Riset Bengkuang jadi Bahan Sunscreen di L'Oreal Hair and Skin Research Grant

Novi Nadya03 Des 2021, 09:30 WIB
Diperbarui 03 Des 2021, 09:30 WIB
L'Oreal Hair and Skin Research Grant 2021

 

Fimela.com, Jakarta L'Oreal memperkenalkan program Hair and Skin Research Grant bekerja sama dengan PERDOSKI dan Universitas Indonesia. Program ini mendukung para peneliti dan dermatolog Indonesia untuk mengembangkan penelitian ilmiah seputar rambut dan kulit di tanah air.

Presiden Direktur L'Oreal Indonesia Umesh Phadke dalam press conference virtual, Rabu, 1 Desember 2021 mengatakan terus berkomitmen mendukung proyek penelitian para dermatolog di Indonesia untuk lebih memahami fisiologis rambut dan kulit etnis Indonesia. Setelah melalui proses seleksi ketat, terpilih tiga tim pemenang yang akan mendapatkan hibah dana senilai total Rp250 juta.

"Saya berharap para tim pemenang terpilih dapat membantu para dermatolog Indonesia dalam perawatan kesehatan kulit di Indonesia," timpal Medical Director L'Oreal Research, Innovation and Technologies Michele Verschoore dalam kesempatan yang sama.

Dipimpin oleh Ketua Perdoski Dr.dr.Yulianto Listiawan Sp.KK, dewan juri yang terdiri dari juri ilmiah nasional dan internasional memilih tiga pemenang Hair and Skin Research Grant 2021. Pertama Pengaruh Tim peneliti terdiri dari dr.Winawati Eka Putri Sp.DV dan dr.Meidyta Sinantryana Widyaswari Sp.KK dari Fakultas Kedokteran Universitas Nadhlatul Ulama Surabaya - RS Islam Jemursari dengan proposal penelitian "Topikal Human Adipose Stem-Cell conditioned Medium Terhadap Perbaikan Photoaging"

 

 

Bengkuang untuk Tabir Surya

L'Oreal Hair and Skin Research Grant 2021
L'Oreal memperkenalkan program Hair and Skin Research Grant bekerja sama dengan PERDOSKI dan Universitas Indonesia

Tim 2 mengangkat "Hubungan Antara Mikrobioma Kulit dan Penuaan Kulit Wajah" yang terdiri dari dr.Uly Aanda Maria Nugraheni Pasaribu, dr.Shannaz Nadia Yusharyahya Sp.KK dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RSUPN dr.Cipto Mangunkusumo. 

Ketiga, ada tim peneliti dari Departemen Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit Umum dr. Cipto Mangunkusumo. Terdiri dari dr. Hanny Nilasari, SpKK (K), Dr.rer.nat. Endang Lukitaningsih, M.Si., Apt, dr. Dian Pratiwi, SpKK, dr. Fitria Agustina, SpKK, dr. Githa Rahmayunita, SpKK (K). 

Dengan tema proposal “Evaluasi In Vitro Khasiat Formulasi Fotoprotektif yang Mengandung (8,9) -Furanyl-Pterocarpan-3-Ol dari Pachyrhiuz Erosus (Bengkuang)”.

"Bengkuang punya efek banyak untuk fotoproteksi tapi belum banyak penelitiannya. Kami akan memasukkannya dalam krim UV filter menjadi formulasi tabir surya," ujar dr. Hanny Nilasari.

Selain itu bengkuang menjadi sumber daya alam asli Indonesia yang mudah ditemukan dan diklaim aman. Bengkuang akan dikembangkan menjadi 'zat aktif' yang bisa mengurangi fotoprotektor dan sunscreen yang berasal dari mineral karena dirasa kurang aman.

"Kami mencari alternatif dari sunscreen yang berasal dari mineral yang dirasa kurang aman. Bengkuang dimakan saja tidak ada efek negatif apapun,"  tambah dr. Fitria Agustina.

#ElevateWomen 

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela