8 Dari 10 Orang Indonesia Belanja Produk Makeup Hingga Rp250 Ribu Per Bulan

Novi Nadya19 Sep 2022, 21:30 WIB
Diperbarui 19 Sep 2022, 21:30 WIB
Kosmetik/produk makeup

Fimela.com, Jakarta Self care atau kegiatan merawat diri secara fisik dan mental, merupakan salah satu solusi untuk membantu seseorang dalam menghadapi faktor pemicu stress dalam kehidupan sehari-hari secara lebih baik. Beberapa bentuk self care yang bisa dilakukan misalnya perawatan kesehatan kulit menggunakan produk skincare maupun merias wajah dengan makeup.

Penggunaan produk skincare dan makeup cukup tinggi seiring dengan meningkatnya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap perawatan dan kecantikan diri. Untuk membahas lebih dalam mengenai hal ini, Populix meluncurkan laporan survei berjudul “Unveiling Indonesian Beauty & Dietary Lifestyle” yang membahas tentang penggunaan produk kecantikan di kalangan masyarakat Indonesia. 

Menurut  Eileen Kamtawijoyo, Co-Founder dan COO Populix, “Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat diri, hal ini juga berpengaruh terhadap gaya hidup dan konsumsi masyarakat terhadap produk perawatan kulit dan kecantikan. Setiap bulannya, 8 dari 10 orang Indonesia dapat mengeluarkan anggaran hingga Rp 250.000 untuk membeli produk-produk skincare. Data kami juga menunjukkan bahwa menjaga dan merawat kulit kini tidak hanya menjadi kebutuhan para perempuan saja, tetapi juga para laki-laki seiring dengan bertumbuhnya produk-produk skincare yang dikhususkan untuk laki-laki. Sementara itu, sama halnya dengan skincare, produk makeup juga menjadi bagian penting di kalangan para perempuan. Sebanyak 7 dari 10 perempuan Indonesia berbelanja produk makeup setiap bulannya. Ini memperlihatkan semakin banyak perempuan yang merawat diri dengan merias wajah.”

 

Konsumsi produk skincare masyarakat Indonesia

Pengeluaran Membelanjakan Makeup dan Skin Care
Ilustrasi Beauty Vlogger Credit: freepik.com

Monthly Tracking Populix sejak bulan September 2021 - Juni 2022 menyebutkan bahwa sebanyak 77% masyarakat Indonesia rutin berbelanja produk perawatan kulit (skincare) setidaknya satu kali dalam sebulan, dengan mayoritas (93%) rata-rata pengeluaran sebesar Rp 250.000. Bahkan, 1% di antara 10.616 masyarakat yang disurvei mengatakan dapat mengeluarkan biaya hingga Rp 750.000 setiap bulannya. Hal menarik lainnya, di antara masyarakat yang berbelanja produk skincare setiap bulan, 12% diantaranya melakukan pembelian produk skincare setiap hari. Kanal penjualan online seperti e-commerce digunakan 57% responden untuk berbelanja produk perawatan kulit, diikuti dengan toko fisik seperti minimarket (18%), supermarket (14%) dan hypermarket (4%). 

Terkait dengan brand pilihan masyarakat untuk produk skincare, survei menyebut bahwa Wardah menjadi brand pilihan utama masyarakat untuk produk face moisturizer (19%) dan sunblock cream (22%). Selanjutnya, brand lokal Somethinc menjadi pilihan utama untuk produk face serum (21%) dan eye cream (26%). Kemudian untuk produk peel off mask, 38% masyarakat memilih Garnier.

Data ini diambil berdasarkan hasil survei yang dilakukan Populix terhadap total 10.616 responden laki-laki dan perempuan pada kategori produk face serum, face moisturizer, sunblock cream, eye cream, dan peel-off mask.

 

Penggunaan produk makeup di kalangan perempuan Indonesia

ilustrasi belanja makeup secara online/pexels
ilustrasi belanja makeup secara online/pexels

Selanjutnya untuk produk makeup, Populix melakukan survei terhadap 500 responden perempuan berusia 18-55 tahun pada tanggal 4-14 Juli 2022. Survei tersebut menemukan bahwa mayoritas (73%) perempuan dapat mengeluarkan anggaran hingga Rp 250.000 setiap bulannya untuk berbelanja produk makeup, sementara 23% perempuan bahkan dapat menghabiskan hingga Rp 750.000. Sebesar 66% perempuan juga memiliki frekuensi pembelian setidaknya satu kali setiap bulan, dengan 6% di antaranya berbelanja produk makeup setiap hari.

Rata-rata para perempuan melakukan pembelian melalui e-commerce (66%), minimarket (12%), supermarket (12%), media sosial (3%), dan hypermarket (2%). Shopee merupakan e-commerce yang paling banyak digunakan untuk berbelanja makeup dengan persentase 92%, diikuti dengan Tokopedia 43%, dan Lazada 10%. Di sisi lain, pembelian melalui TikTok Shop (18%) mendominasi pembelian melalui kanal media sosial, diikuti Instagram (5%). 

 

Minat perempuan terhadap brand makeup lokal

makeup-kezo
ilustrasi tips belanja kosmetik saat new normal/pexels

Pada kategori produk makeup lokal, produk-produk buatan Indonesia kian menunjukkan kekuatannya dan semakin diminati masyarakat Indonesia. Berbagai inovasi dan peningkatan kualitas produk terus digencarkan sehingga produk lokal mampu bersaing dengan produk mancanegara. 

“Survei kami juga menunjukkan bahwa saat ini, mayoritas perempuan Indonesia memilih brand makeup lokal sebagai produk yang digunakan. Hal ini menunjukkan minat perempuan Indonesia terhadap produk kecantikan lokal semakin booming dan meningkat. Harga yang terjangkau dan kualitas produk yang setara dengan brand internasional menjadi dua alasan utama yang mendorong perempuan memilih brand makeup lokal dewasa ini,” Eileen menambahkan.

Dari hampir 90% perempuan Indonesia yang menggunakan brand kecantikan lokal, sebagian besar menyatakan bahwa mereka memilih produk lokal karena harga yang terjangkau (79%) dan memiliki kualitas produk yang setara dengan brand-brand internasional (63%). Alasan lainnya adalah harga sesuai dengan kualitas (56%), produk aman digunakan (51%), manfaat dari produk yang digunakan (48%) dan membantu UMKM lokal (33%). Selain itu, rekomendasi dari influencer (27%) dan teman atau kerabat (26%) juga memiliki pengaruh terhadap keputusan perempuan Indonesia dalam menggunakan produk lokal. 

Dari berbagai brand makeup lokal yang ada di Indonesia, sebagian besar perempuan memilih Wardah (48%) sebagai brand yang paling banyak digunakan dalam satu bulan terakhir, diikuti dengan Emina (40%), Make Over (22%), Somethinc (19%), dan Purbasari (15%). 

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela