Sukses

Beauty

Saatnya Waspada, Ternyata Ini Tanda Rambut Rontok yang Nggak Normal

Fimela.com, Jakarta Helaian rambut yang rontok mungkin sudah sering ditemui di berbagai sudut rumah. Mulai dari menempel di bantal, tertinggal di lantai setelah menyisir rambut, atau bahkan di lubang air setiap kali selesai keramas.

Rambut rontok sendiri sebenarnya normal, karena sel pertumbuhan rambut melakukan proses regenerasi dengan cara merontokkan rambut yang rusak dan kehilangan nutrisinya untuk mengganti dengan helaian rambut yang lebih sehat. Biarpun begitu, jangan sampai lengah! Ada beberapa kondisi rambut rontok yang perlu diwaspadai, karena bisa jadi tanda kerontokan yang nggak normal. Apa saja sih?

Alis Jadi Ikut Menipis

Nggak hanya gejala rambut rontok saja yang terlihat. Kalau diamati, ada juga bagian alis yang ikut rontok dan menipis yang mempengaruhi penampilan. Kok bisa sih? Ternyata, masalah kerontokan rambut juga bisa mempengaruhi rambut yang tumbuh di area alis.

Menurut Robert Zembroski, D.C., D.A.C.N.B, penulis buku Rebuild yang juga seorang nutrisionis menyebutkan jika penipisan alis di area ujung luar yang jauh dari area hidung sering dianggap sebagai tanda kerontokan rambut yang cukup parah. Kondisi ini berkaitan erat dengan hipotiroid, yaitu ketika kelenjar tiroid tidak bisa memproduksi hormon tiroid dalam jumlah normal yang diperlukan dalam proses metabolisme.

Ada Bagian Rambut yang Terlihat Berbeda

Salah satu tanda kerontokan rambut yang paling sering terlihat adalah munculnya bagian rambut yang terlihat berbeda. Hal ini biasanya terjadi para perempuan di mana rambut yang rontok menyebabkan area kulit kepala tertentu jadi lebih luas.

Untuk memastikan kondisi yang satu ini, coba lihat baik-baik area kulit kepala dan rambut. Jika kulit kepala tampak lebih terlihat lebar dari biasanya, bisa jadi tanda kerontokan rambut karena ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh.

Sebagian Rambut Terasa Lebih Tebal

Beberapa penyakit auto imun seperti alopecia areata menyebabkan kerontokan rambut yang cukup parah. Tapi hanya di beberapa bagian saja. Jadi, kalau kamu merasakan ada bagian rambut yang terlihat lebih tebal dibandingkan area lainnya, bisa jadi tanda kalau kamu mengalami masalah kerontokan rambut yang nggak boleh disepelekan. Kondisi ini biasanya bisa menyebabkan kebotakan di area kulit kepala tertentu jika tidak segera ditangani dengan tepat.  

Rambut Rontok Melebihi Jumlah Normal

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, rambut rontok itu sebenarnya normal jika dalam jumlah yang wajar. Menurut American Academy of Dermatology, normalnya rambut rontok sekitar 50-100 helai per harinya.

Nah, jika kamu menyadari jumlah rambut yang rontok cukup parah bahkan melebihi jumlah normal yang seharunya, bisa jadi tanda kalau ada masalah kerontokan yang nggak boleh disepelekan. Umumnya kondisi tersebut dipicu oleh level stres yang tinggi, di mana hormon kortisol di dalam tubuh memicu masalah kerontokan.

Nggak Hanya Rontok, Tapi Kering dan Mudah Kusut

Kalau diperhatikan lebih jauh, ternyata nggak hanya masalah kerontokan saja yang dialami. Rambut juga terlihat lebih kering dan mudah kusut. Jika mengalami kondisi yang satu ini, bisa jadi tanda lain hipotiroid. Jadi, nggak ada salahnya mulai memeriksakan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Rambut rontok memang bisa disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan lain. Tapi, permasalahan yang paling utama adalah lemahnya akar rambut yang menyebabkan tidak bisa menahan batang rambut yang tumbuh semakin panjang dan berat.

Jika mengalami masalah kerontokan yang bikin cemas, yuk saatnya berikan pertolongan pertama rambut rontok dengan perawatan yang tepat. Awali dengan memilih shampo anti rambut rontok yang mengandung nutrisi untuk memperkuat akar rambut, misalnya ginseng, vitamin, dan mineral yang dapat menjaga kesehatan dan kekuatan rambut. Yuk, saatnya lakukan perawatan yang tepat mulai sekarang!

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading