Sukses

Beauty

Ketahui Ciri-Ciri Wajah yang Terinfeksi Merkuri Akibat Kosmetik Berbahaya

Kosmetik atau produk kecantikan merupakan salah satu penunjang untuk mendapatkan penampilan yang hampir sempurna. Ada berbagai produk kecantikan, mulai lipstik hingga krim wajah banyak ditawarkan dengan berbagai kelebihannya.

Namun, tidak semua produk kosmetik tersebut aman untuk digunakan. Tingginya minat penggunaan kosmetik, membuat oknum tertentu memanfaatkannya untuk sesuatu yang merugikan.

Pada produk kosmetik dan produk kecantikan, kerap dicampurkan bahan berbahaya seperti merkuri. Biasanya, penjualan produk kecantikan tersebut kerap dibersamai dengan iming-iming cantik secara instan.

Produk kosmetik dan perawatan wajah yang mengandung merkuri begitu diminati karena memiliki hasil yang terbilang cepat. Menurut berbagai penelitian, menyebutkan bahwa merkuri adalah bahan yang paling sering dipakai dalam produk kecantikan. Akibatnya, ada banyak kasus kulit wajah yang bermasalah, bahkan rusak akibat kandungan kosmetik yang berbahaya.

Berangkat dari bahaya merkuri tersebut, Fimela.com kali ini akan mengulas ciri-ciri yang terinfeksi merkuri akibat kosmetik berbahaya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Seputar Merkuri dalam Produk Kecantikan

Merkuri juga disebut sebagai raksa (Hg), yang merupakan logam berat yang secara alami berada di alam. Hanya saja, zat ini dapat beracun bagi kesehatan dan lingkungan apabila tidak dikontrol penggunaannya.

Di dalam kosmetik, merkuri terbagi dalam dua bentuk, yaitu anorganik dan organic. Merkuri anorganik digunakan dalam sabun dan krim pemutih kulit. Sementara itu, merkuri organik banyak dipakai untuk produk pembersih riasan dan maskara.

Di Indonesia sendiri, sebagian orang sudah mengidentikkan merkuri dengan produk pencerah wajah, sehingga tak sedikit yang sudah sadar akan bahayanya. Apalagi dengan adanya peringatan dari BPOM RI.

Untuk mengihindari konsumsi merkuri pada kosmetik, kamu bisa menghindari membeli produk kecantikan yang tidak memiliki daftar kandungan, tidak ada petunjuk penggunuaan dalam bahasa Inggris, dan tidak memiliki reputasi legalitas BPOM RI.

Bahaya Menggunakan Kosmetik yang Mengandung Merkuri

Sebagai bahan aktif, merkuri dapat mencerahkan warna kulit dan mengurangi bintik-bintik hitam. Namun, ada sejumlah efek samping dan ini dapat berdampak serius bagi kesehatan kamu.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus betina menunjukkan bahwa merkuri dapat memengaruhi ginjal, hati, dan otak tikus tersebut. Pada laporan lain menyebutkan bahwa logam ini dapat menyebabkan gangguan kognitif, kerusakan ginjal, sakit kepala, kelelahan, tremor, depresi, dan keluhan lainnya pada penggunanya.

Kondisi lebih buruknya lagi, menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, dikatakan bahwa apabila produk ini digunakan dari waktu ke waktu, merkuri dapat secara perlahan menguap ke udara.

Hal ini mengakibatkan senyawa tersebut dapat mencemari seluruh rumah dan memengaruhi anggota keluarga lainnya. Penggunaannya perlu menjadi perhatian, terlebih ada ibu hamil, bayi menyusui, dan anak-anak yang sangat rentan terhadap toksisitas merkuri.

Ciri-Ciri Wajah Rusak Akibat Merkuri

Produk kosmetik seperti sabun dank rim pencerah kulit yang mengandung merkuri anorganik akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Melansir WHO yang dikutip dari Klikdokter mengatakan bahwa, efek samping samping utama dari merkuri anorganik adalah kerusakan ginjal dan masalah kuit.

Berikut ciri-ciri wajah rusak akibat merkuri pada kosmetik, seperti:

  • Muncul ruam kemerahan,
  • Mengalami perubahan warna kulit yang sangat cepat dan berbeda dari warna kulit dasar,
  • Terbentuk jaringan parut,
  • Wajah terasa gatal dan perih,
  • Kulit mudah terkelupas,
  • Sangat rentan terkena infeksi bakteri maupun jamur.

Kondisi tersebut membuat penderitanya merasa terganggu karena tidak menyenangkan, bahkan terlihat mengerikan. Apabila wajah kamu iritasi atau mengalami keluhan lainnya yang merupakan ciri-ciri wajah rusak akibat merkuri setelah penggunaan suatu produk kulit, maka segeralah berobat ke dokter kulit agar dapat ditangani dengan baik.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading