Sukses

Entertainment

Lima Film Terbaik Julianne Moore

Fimela.com, Jakarta Julianne Moore akhirnya terpilih sebagai Aktris Terbaik di ajang Oscar 2015 berkat akting gemilangnya di film Still Alice. Ini adalah piala Oscar pertama bagi Moore setelah empat kali masuk nominasi tapi selalu gagal menang. Baru di kesempatan kelima, aktris kelahiran 3 Desember 1960 ini berhasil meraih Oscar. Tanda-tanda keberhasilan Julianne Moore sudah terasa sejak Januari lalu.

Ia mampu menyabet piala di beberapa ajang penghargaan yang digelar sebelum Oscar, seperti Golden Globe Awards dan BAFTA Awards. Jadi wajar saja kalau banyak pengamat dan kritikus yang menilai dirinya memang pantas mendapatkan Oscar. Sebagai salah satu aktris senior di Hollywood, perjalanan karier Julianne Moore dimulai pada 1984. Sampai awal 2015 ini, ia sudah bermain di 61 film layar lebar dan beberapa film serta serial televisi.

Di layar lebar, ia mengawali debutnya lewat Tales from the Dark Side: The Movie di tahun 1990. Sejak itu kariernya terus berkembang dan ia dikenal sebagai aktris yang mampu memainkan peran wanita labil dan punya masalah psikologis. Hasilnya, Julianne Moore mendapatkan lima nominasi yang berbuah satu piala Oscar.

Mari kita simak film-film yang membuat Julianne Moore mendapatkan nominasi Oscar.

Boogie Nights


1.. Boogie Nights

Di film produksi 1997 ini mengangkat tema kontroversial yaitu industri film porno atau film dewasa di Amerika Serikat di tahun 1970-an dan 1980-an. Meskipun begitu, film arahan Paul Thomas Anderson ini terbilang sukses terutama di berbagai festival film dengan menerima banyak penghargaan. Julianne Moore berperan menjadi Maggie alias Amber Waves, seorang aktris senior film dewasa yang membimbing aktor pendatang baru Eddie Adams alias Dirk Diggler yang dimainkan Mark Wahlberg.

Moore bermain apik dan meyakinkan sebagai artis film dewasa yang bimbang dengan masa depannya di industri film dan keinginan untuk mendapatkan hak asuh anaknya sejak bercerai dari suaminya. Ia pun mendapat nominasi Oscar pertamanya di film lewat kategori Best Supporting Actress. Film ini mendapat tiga nominasi di ajang Oscar 1998 tapi gagal meraih piala.

Selain Moore, Burt Reynolds masuk nominasi di kategori Best Supporting Actor dan Best Original Screenplay yang juga ditulis Anderson. Moore sendiri harus mengakui keunggulan Kim Basinger lewat aktingnya di film L.A. Confidential.

 

The End of the Affair


2. The End of the Affair


Setelah tampil di Boogie Nights, karier Julianne Moore semakin menanjak. Ia bersedia tampil di film-film blockbusters (berbujet sangat tinggi) maupun film independen berbujet rendah. Salah satunya adalah di The End of the Affair yang merupakan produksi bersama Inggris dan Amerika Serikat dan diadaptasi dari novel berjudul sama. Di film produksi tahun 1999 yang hampir semua pemainnya berasal dari Inggris ini, Moore memerankan Sarah, seorang ibu rumah tangga biasa yang merasa kurang bahagia dengan kehidupannya.

Hidupnya mulai berubah sejak bertemu dengan Bendrix (diperankan Ralph Fiennes). Keduanya pun menjalin hubungan khusus alias selingkuh. Sarah kemudian memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka secara sepihak. Bendrix tidak menerima kenyataan itu. Ia pun kembali ke kehidupan Sarah untuk kembali melanjutkan hubungan mereka dan bahkan meminta Sarah untuk meninggalkan suaminya.

Julianne Moore mampu tampil gemilang di film drama noir ini dan membuktikan dirinya tidak kalah kelas dari aktor-aktor terbaik Inggris di film ini, Ralph Fienne dan Stephen Rea. Ia mendapatkan nominasi Oscar keduanya, kali ini di kategori Best Actress di ajang Oscar 2000. Tapi ia kembali gagal, setelah dikalahkan Hilary Swank lewat film Boys Don’t Cry.

 

Far From Heaven


3. Far From Heaven


Memasuki tahun 2000, pamor Julianne Moore makin melambung. Tapi lagi-lagi ia tidak keberatan bermain di film berbujet rendah, termasuk Far From Heaven (2002). Perannya sebagai Cathy Whitaker memang sengaja ditulis penulis skenario sekaligus sutradara Todd Haynes untuk Moore. Keduanya pernah bekerjasama di film Safe (1995) yang mendapat pujian dari para kritikus film.

Moore kembali memerankan wanita biasa yang bermasalah. Kehidupan Cathy Whitaker yang semula berjalan mulus mulai berantakan sejak mengetahui suaminya, Frank Whitaker, ternyata seorang gay alias pecinta sesama jenis. Perubahan emosi dari seorang istri yang bahagia menjadi wanita yang galau dan merasa hidupnya hancur, ditampilkan dengan sangat baik oleh Julianne Moore.

Ia pun kembali menjadi nominator Oscar. Di ajang Oscar 2003, Julianne Moore masuk nominasi di kategori Best Actress, tapi harus mengakui keunggulan Nicole Kidman (The Hours). Tapi ada prestasi unik dan mengesankan yang diukir Moore di Oscar 2003. Apa itu? Kita lihat halaman selanjutnya.

 

The Hours

4. The Hours


Film produksi 2002 ini menampilkan kekuatan akting para aktris Hollywood. Ada Nicole Kidman, Meryl Streep dan tentunya Julianne Moore. Film yang diangkat dari novel berjudul sama ini terbagi dalam tiga cerita dan tiga rentang waktu. Namun intinya sama, wanita yang mengalami masalah dengan rumah tangganya, merasa kurang bahagia, ingin berada di dunia mereka sendiri dan cenderung ingin mengakhiri hidup mereka.

Moore sendiri berperan sebagai Laura Brown dengan setting di tahun 1950-an. Laura terlihat bahagia hidup dengan suaminya, anak pertamanya dan anak keduanya yang sedang dikandungnya. Tapi ternyata Laura merasa hidupnya hampa dan seakan tidak punya semangat untuk hidup. Moore kembali memainkan perannya dengan nyaris sempurna.

Di ajang Oscar 2003, Moore mendapatkan dua nominasi sekaligus, sebagai Best Actress lewat film Far From Heaven dan Best Supporting Actress di The Hours. Uniknya lagi, karakter yang dimainkannya di dua film tersebut hampir sama. Sayangnya, ia harus kembali pulang dengan tangan hampa. Di kategori Best Supporting Actress, Moore harus mengakui keunggulan Catherine Zeta-Jones lewat film Chicago.

 

 

Still Alice

5. Still Alice

Still Alice merupakan film adaptasi novel karya Lisa Genova. Kisahnya menceritakan penderitaan Alice Howland, seorang profesor linguistic yang divonis menderita Alzheimer. Film arahan Richard Glatzer dan Wash Westmoreland ini memfokuskan pada perjuangan Alice dan keluarganya, mulai dari diagnosa Alzheimer, berproses hingga sikap Alice dan keluarganya menerima kenyataan tersebut, hingga akhirnya mereka bersama-sama beradaptasi menjalani perubahan yang ada.

Penonton bisa melihat bagaimana perubahan yang ada di diri Alice membuat suami dan ketiga anaknya benar-benar berjuang untuk menjadikan hal tersebut sebuah kejadian yang masuk akal, di film inilah, Julianne Moore banyak dinilai menampilkan akting terbaiknya dan akhirnya berhasil meraih Oscar untuk pertama kalinya setelah gagal di empat kesempatan sebelumnya.

Ia berhasil menyisihkan empat nominator lain yakni Marion Cotillard (Two Days, One Night), Felicity Jones (Theory of Everything), Rosamund Pike (Gone Girl), dan Reese Witherspoon (Wild). Moore mengaku beruntung ketika mendapatkan Piala Oscar. "Saya sangat beruntung karena mendapatkan peran yang luar biasa sehingga bisa mengembangkan karakter yang luar biasa," ujarnya pada Oscar.com saat pidato kemenangannya. Congrats for Julianne Moore, you really deserved it.

 

 

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading