Sukses

Entertainment

Garin Nugroho: Film Indonesia Terabaikan Secara Politik

Fimela.com, Jakarta Sutradara senior, Garin Nugroho menilai baik perkembangan industri film di Indonesia yang diramaikan oleh banyak sineas-sineas muda yang datang dengan ide baru yang segar. Garin menganggap, geliat sineas muda merupakan sebuah tanda bangkitnya era kejayaan film Indonesia.

Meski demikian, Garin juga penilai banyaknya generasi baru yang memproduksi film dengan berbagai tema membuat para penonton secara otomatis menyeleksi mana film yang layak tonton. Sehingga berdampak pada sulitnya membaca selera pasar. Namun hal itu dinilainya baik dan sangat menyenangkan.

Festival film Cannes (Nurwahyunan/bintang.com)

"Sekarang adalah era puncak dari generasi baru, bakat baru bermunculan pada puncaknya. Tahun depan itu film krisi, artinya pasar tidak menentu tapi film dengan tema bagus banyak bermunculan yang sangat berbeda dari era 98 dan ini sangat menggairahkan," ucap Garin Nugroho di seputar Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (26/4/2016)

Gari juga menyayangkan kurangnya peran pemerintah dalam mengapresiasi karya film buatan tanah air. Hal tersebut membuat film asing masih mendominasi layar bioskop di Indonesia yang artinya juga mengurangi jatah tayang film lokal di negeri sendiri.

"Tapi struktur film Indonesia belum selesai secara politik. Undang-undang (perfilman) tidak selesai, organisasinya juga enggak selesai jadi film masih terabaikan secara politik, hak-hak politiknya terabaikan. Tidak ada kebijakan politik yang tegas untuk melindungi produk lokal. Sederhananya tidak ada keberpihakan pada produk lokal. Misalnya peredaran film Amerika dari waktu dan jam tayang jadi anak emas sekali, jadi film kita seperti anak tiri di negeri sendiri," tegas Garin.

Garin Nugroho (Foto: Indonesianfilmcenter.com)

Terlepas dari minimnya keterlibatan pemerintah untuk mengangkat film Indonesia, Garin Nugroho tetap menilai semangat insan perfilman tanah air untuk membangkitkan perfilman lokal memang patut diapresiasi. "Tapi semangat individunya untuk menghidupkan film indonesia patut diapresiasi, jadi sebenarnya enggak butuh pemerintah juga gak apa-apa, artinya itu kritik untuk pemerintah," tambahnya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading