Sukses

Entertainment

Serang Ahok, Ahmad Dhani Dihujat Netizen

Fimela.com, Jakarta Beberapa waktu lalu, Ahmad Dhani sempat disebut-sebut masuk dalam bursa pencalonan Pemilihan Gubernur DKI. Akan tetapi tetapi suami dari Mulan Jameela ini memutuskan untuk mundur. Namun baru-baru ini, ia 'menyerang' kepada Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa dipanggil Ahok.

Melalui akun Twitternya, ia menyinggung soal usulan Ahok tentang water cannon yang diisi bensin. "Hok...ku tunggu bengsin mu tgl 30 Mei...aku paling depan demo di KPK...kita liat siapa yg punya kelamin di antara kita....ADP (Ahmad Dhani Prasetyo)," kicau Ahmad Dhani.

Tak pelak kicauan Ahmad Dhani ini mendapatkan berbagai komentar dari para netizen. Kebanyakan para netizen memberikan komentar pedas kepada Ahmad Dhani. Bahkan ada netizen yang malah menyinggung soal rumah tangga dari Ahmad Dhani.

"@AHMADDHANIPRAST aku yakin kalian berdua punya kelamin, tp sy tahu sp yg punya otak. Yg sok jagoan gini biasanya ga ada otak," tulis akun Indah Properti. "@AHMADDHANIPRAST sembunyiin istri setahun lebih... Udah nongol anak pulak... Baru diakui setelah rame ke publik... JANTAN???," ujar akun hendrikk168. "@AHMADDHANIPRAST Mau Pilpres mau Pilkada seorang AHMAD DANI PRASETYO cuma d jadikan tumbal politik . .haha Nasibmu ADP," sambung akun Ridwan Slamet.

Ahok. ( Desmond Manullang/Bintang.com)

Sebelumnya Ahmad Dhani meminta Presiden Jokowi untuk bertindak tegas atas pernyataan Ahok soal audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sangat tidak sesuai alias ngaco terkait kasus Sumber Waras. Menurutnya, Jokowi hars bisa memilih antara pembubaran BPK atau memberikan pelajaran kepada Ahok.

"Ahok bilang BPK ngaco dan nipu. Sebagai Presiden, Jokowi harus tentukan sikap, yang ngaco yang mana, BPK atau mulutnya Ahok. Atau Jokowi kasih tahu Ahok, ngomongnya jangan ngaco. Jokowi harus bertindak tegas, bubarkan BPK atau bubarkan mulutnya Ahok," tegas Ahmad Dhani.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading