Sukses

Entertainment

Sutradara Film Pinky Promise Lakukan Riset Kanker dengan Serius

Fimela.com, Jakarta Satu lagi film yang menceritakan tentang perjuangan para penyintas penyakit kanker akan segera dirilis. Film berjudul Pinky Promise ini dibintangi oleh sederet aktor dan aktris papan atas yang dimiliki Indonesia. Diantara pemain yang ikut terlibat adalah Alexandra Gottardo, Dhea Ananda, Derby Romero, Ringgo Agus Rahman, Maudy Koesnaedi, Gunawan, Chelsea Islan, Agni Pratistha, Ira Maya Sopha, dan Dhea Seto.

"Film bukan semata-mata tentang persahabatan. Tapi ini bisa dilihat kehebatan para wanita. Mau menceritakan kehebatan wanita. Paling tidak kita berhubungan dengan wanita," kata Guntur Soeharjanto, sutradara film Pinky Promise di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/8).

Agni Pratista rela pangkas habis rambut indah mereka demi film terbarunya `Pinky Promise` [foto: instagram/agnipratistha]

Apa yang dituangkan menjadi film merupakan potret nyata dari kejadian yang ada di kehidupan nyata. Semua karakter khususnya para wanita dalam film ini merupakan perwakilan dari kehidupan sosial saat ini.

"Film ini potret sosial kebidupan nyata yah di sini. Semua artis yang ada disini mewakili kehidupan sosial saat ini. Mereka bertemu karena memiliki latar belakang yang sama penyakit kanker. Film ini bukan hanya persahabatan, tapi banyak hal yang bisa ditangkep dari masing-masing karakter," imbuhnya.

Karena bercerita tentang penyakit mematikan, kanker tentu data dan fakta yang jelas harus menjadi landasan dalam inti cerita. Dan demikianlah yang terjadi dalam penggarapan film tersebut. Semua data itu akan memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat.

"Riset dan data bisa diakses oleh komunitas Love Pink. Jadi apapun yang didapatkan itu valid karena komunitas itu stay di situ yah. Semua gak ngawur dari pembentukan karakter dan kanker itu sendiri. Jadi penonton tahu banget apa itu kanker," ujar Guntur.

Saat Alexandra Gottardo hadir saat di preview trailer dan soundtrack film Pinky Promise, XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/8) mengaku susah. Bahkan ia merasa canggung. (Andy Masela/Bintang.com)

Guntur menambahkan jika setiap film pasti memiliki goal tersendiri. Melalui Pinky Promise, ia berharap penonton yang telah melihat film tersebut bisa menjadi kader atas kesadaran terhadap bahaya kanker.

"Setiap film punya mindset story. Saya setiap buat film tidak mau memikirkan personal feel orang. Film PInky Promise menceritakan bagaimana berjuang untuk bertahan hidup dari kanker. Banyak banget wanita Indonesia terkena kanker. Harus ada kesadaran," tukas Adit.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading