Sukses

Entertainment

Hari Pahlawan, Simak 5 Film Perang Indonesia Termegah

Fimela.com, Jakarta Tiap tanggal 10 November kita selalu memperingati Hari Pahlawan. Peringatan ini dilatarbelakangi peristiwa heroik di Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Di tanggal itu telah terjadi pertempuran besar dan terberat pada masa awal Revolisi Nasional Indonesia yang dikenal dengan 'Pertempuran Surabaya'. Dalam pertempuran tersebut tentara Indonesia bertarung melawan pasukan Britania Raya.

Film Merah putih Memanggil .Sumber: Instagram/ @merahputihmemanggil

Bung Tomo, KH. Hasyim Asy;ari, KH Wahab Hasbullah menjadi beberapa tokoh yang ikut berjuang melawan gencatan yang berlangsung selama hampir tiga minggu. Lewat medium film, sineas juga punya cara khusus untuk mengenang jasa para pahlawan.

Sineas Indonesia pernah memproduksi beberapa film perang di masa perjuangan kemerdekaan. Ada yang dicampur dengan fiksi atau karakter fiksi dan ada juga yang menampilkan sosok pahlawan tertentu. Di antara beberapa film perang tersebut, ada beberapa yang menampilkan adegan peperangan megah dan spektakuler.

Tentunya film semacam ini butuh biaya produksi yang tidak sedikit sehingga jumlahnya memang tak banyak. Tapi setidaknya ada lima film perjuangan kemerdekaan Indonesia yang menampilkan adegan peran termegah.

1. Janur Kuning

Ilustrasi film Janur Kuning (istimewa)

Film Janur Kuning yang dibintangi Kaharudin Syah sebagai Soeharto dan Deddy Sutomo sebagai Jenderal Soedirman ini memang termasuk proyek propaganda pemerintahan Orde Baru.

Film ini banyak dikritik karena dianggap menggambarkan Soeharto sebagai pahlawan di balik Serangan Umum 1 Maret 1949. Meski begitu harus diakui kalau yang dirilis pada 1980 ini banyak menampilkan adegan peperangan yang megah dan spektakuler.

2. Serangan Fajar

Adegan film Serangan Fajar. foto: twitter

Film yang disutradarai Arifin C. Noer ini juga termasuk propaganda pemerintahan Orde Baru. Film yang menampilkan sejumlah adegan peran yang megah ini berhasil meraih empat Piala Citra di ajang FFI 1982 ternasuk untuk Sutradara Terbaik dan Cerita Asli Terbaik yang juga ditulis Arifin C. Noer.

Kabarnya, keberhasilan Arifn dalam membesut Serangan Fajar jadi pertimbangan utama pemerintah Orde Baru untuk mendapuknya sebagai sutradara dan penulis cerita film G 30 S PKI. Terlepas dari polemik dan kontroversi, Serangan Fajar termasuk salah satu film drama-perang terbaik di perfilman Indonesia.

3. Merah Putih

Poster film Merah Putih. Foto: Wikipedia

Film Merah Putih merupakan kolaborasi rumah produksi nasional dengan internasional. Film yang dirilis 2009 lalu ini merupakan drama fiksi yang mengisahkan tentang peristiwa Agresi Militer Belanda I pada 1947. Tiga aktor utama yang membintangi film arahan Yadi Sugandi dan Conor Allyn ini adalah Lukman Sardi, Donny Alamsyah dan Darius Sinathrya.

4. Darah Garuda

Trilogi film Merah Putih bakal di putar di SCTV untuk memperingati HUT ke-70 RI. Foto: Wikimedia.org

Film Darah Garuda merupakan lanjutan dari film Merah Putih. Masih ditangani oleh sutradara yang sama, film ini cukup berhasil saat dirilis pada 2010. Tiga aktor di film terdahulunya pun masih hadir di film Darah Garuda yang juga memuat beberapa adegan perang dan ledakan spektakuler.

5. Hati Merdeka

Trilogi film Merah Putih bakal di putar di SCTV untuk memperingati HUT ke-70 RI. Foto: Wikimedia.org

Film Hati Merdeka merupakan film terakhir dari trilogi Merdeka. Film yang rilis 2011 ini mengisahkan masa revolusi awal Indonesia di tahun 1948. Lukman Sardi, Donny Alamsyah dan Darius Sinathrya pun masih 'betah' menjadi pemain utamanya.  Seperti dua film sebelumnya, Hati Merdeka yang cocok ditonton untuk memperingati Hari Pahlawan ini menampilkan sejumlah adegan perang yang megah. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading