Sukses

Entertainment

5 Hal yang Menyulitkan Putri Marino di Film Jelita Sejuba

Fimela.com, Jakarta Sukses meraih piala Citra di FFI 2017 lewat film pertamanya yang berjudul Posesif, aktor Putri Marino kembali muncul dalam film layar lebar. Berjudul Jelita Sejuba, istri dari Chicco Jerikho itu beradu akting dengan Wafda Saifan Lubis.

Film Jelita Sejuba (Mencintai Kesatria Negara) sendiri berkisah tentang Sharifah (Putri Marino) yang hatinya selalu bergejolak tiap kali suaminya, Jaka (Wafda Saifan Lubis) yang merupakan seorang tentara mendapat tugas negara. Kerinduan yang dirasakan Sharifah terhadap Jaka membawa ingatannya kembali ke masa lalu di Natuna, ketika cinta pertamanya dipinang oleh sang suami.

Ditemui saat peluncuran poster dan trailer film Jelita Sejuba, Putri Marino pun menjelaskan hal menantang di perannya sebagai Sharifah. Berikut, Bintang.com merangkum 5 hal yang menyulitkan Putri Marino di film Jelita Sejuba.

 

1. Perankan Dua Karakter

Satu hal yang menyulitkan bagi Putri Marino untuk bermain di film Jelita Sejuba adalah harus memerankan dua karakter yang berbeda, sebagai gadis remaja dan istri muda prajurit TNI.

"Karakter Sharifah menantang, harus peranin karakter berbeda. Memerankan anak SMA dan (istri) anak satu," ungkap Putri Marino di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (7/3/2018).

 

2. Dialeg Minang

Berperan sebagai gadis Minang, tak ayal membuat lawan main Adipati Dolken di film Posesif itu juga merasa kesulitan untuk melafalkan dialeg melayu.

"Belajar dialeg melayu susah ya awalnya. Karena aku nggak pernah berbicara dan komunikasi dialeg melayu, sehingga asing buat aku. Tapi menyenangkan karena aku suka mencoba hal baru. Sebulan aku dibantu sama Mas Abi, orang Natuna asli untuk mengajarkan dialeg melayu," tuturnya.

 

 

3. Belajar Gestur Wanita Minang

Tak hanya kesulitan dalam berdialeg, satu hal lain yang menjadi tantangan bagi wanita asal Medan itu adalah gestur tubuh gadis Minang.

"Aku observasi gestur orang Natuna, menjadi gadis melayu dan gadis desa ya saat di Natuna. Sangat susah belajar gerak-geriknya, makanya harus (belajar) ketika di lokasi langsung," jelas Putri Marino.

 

 

4. Belajar Jadi Istri

Walaupun syuting diselesaikan sebelum Putri berpacaran dengan Chicco, namun diakui karakter Sharifah memberikan pembelajaran sendiri untuk Putri yang kini berstatus sebagai istri Chicco Jerikho.

“Positifnya harus lebih sabar, apalagi seorang istri punya tanggung jawab sama suami. Bikin kopi setiap pagi. Support apapun yang dikerjakan suami. Berikan kasih sayang, suami capek kerja kita harus kasih semangat,” ungkap wanita berdarah Bali dan Italia tersebut.

5. Sedih Jadi Istri Tentara

Sang peraih Piala Citra, Putri Marino, ternyata tidak merasa mendapatkan kemudahan untuk dapat memerankan tokoh Sharifah. Ia bahkan mengaku kesulitan lantaran harus ikut merasakan sedih dan tak rela, ketika sang suami harus bekerja demi negara dan meninggalkannya.

"Menjadi istri tentara ternyata tidak gampang. Seperti kita lihat ibu-ibu istri TNI, menggunakan seragam, ketemu banyak orang, dan lain-lain, tapi dibalik itu sedih. Dia harus merelakan suaminya bekerja untuk negara, tapi di hati mereka tuh enggak rela. Kita sebagai istri tidak bisa melakukan apa-apa karena memang untuk negara," papar Putri Marino.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading