Sukses

Entertainment

Cerita Perjalanan (1): New Zealand

Next

New Zealand - Rini Raharjanti

Negara yang terletak di sebelah tenggara Benua Australia ini terkenal sebagai salah satu negara dengan pemandangan alam yang cantik dan asri. Permukaannya yang didominasi oleh lahan hijau membuat New Zealand menjadi lahan yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat peternakan. Rini Raharjanti dalam sebuah acara yang diadakan oleh komunitas Backpack Seru pun berbagi cerita soal pengalamannya berpetualang di Negara yang berpenduduk asli Suku Maori ini.

“New Zealand memang terlihat kecil tapi kalau kita melakukan perjalanan darat, misalnya saja dari North-South-North New Zealand akan memerlukan waktu selama 21 hari. Tapi, kalau kita hanya memiliki waktu terbatas, sebaiknya habiskan waktu di bagian South New Zealand. Saat memutuskan untuk bepergian ke New Zealand kita harus siap untuk cuaca yang ekstrim di sini karena New Zealand terkenal sebagai ‘One country which one day has four seasons’. Jadi, jas hujan adalah salah satu benda wajib yang harus tersedia di tas saat kamu meninggalkan tempat penginapan. Jujur saja, di New Zealand, untuk kali pertamanya setiap pagi saat akan meninggalkan penginapan saya harus melihat prakiraan cuaca,” Rini berbagi sambil tertawa ringan.

Aktivitas outdoor merupakan pilihan menarik yang harus dicoba saat bepergian ke New Zealand mengingat demografi negara yang satu ini masih sangat asri dan menyejukkan. “Pemandangan di New Zealand sangat indah. Jadi, sayang rasanya jika kita tidak melakukan aktivitas outdoor. Tapi, memang untuk bisa merasakan kegiatan luar ruangan kita harus merogoh kocek yang agak dalam, setidaknya Rp700.000,- harus disiapkan jika memang ingin merasakan kegiatan luar ruangan yang asyik-asyik. Salah satu kegiatan outdoor yang tidak boleh dilewatkan saat kita mengunjungi New Zealand adalah skydiving. Sebenarnya selain di New Zealand, kita juga bisa mencoba skydiving di Phuket tapi tentu pemandangan di sana pun tidak sebagus di New Zealand. Jadi, sayang kan kalau kita punya kesempatan mengunjungi New Zealand tapi dengan sengaja melewatkan skydiving?” Rini kembali berbagi.

Next

 

Bepergian sebagai backpacker, tentu kita ingin meminimalisasi anggaran yang dikeluarkan. Jika kita sudah menghabiskan biaya besar di satu pos, tentunya kita melakukan penekanan biaya di pos lain. Lalu, untuk tempat menginap, manakah yang sebaiknya dipilih sebagai tempat bermalam? “Untuk menginap, saya selalu menggunakan hostel. Kenapa hostel? Karena di hostel biaya penginapan cukup murah, tapi tingkat keamanan masih terjaga. Ini sangat penting untuk diperhatikan terlebih jika kita sebagai perempuan melakukan perjalanan sendiri. Selain itu, di hostel kita juga bisa bertemu dengan teman-teman backpacker dari negara lain yang bisa membantu kita saat kita mengunjungi negara mereka di kemudian hari,” saran Rini.

Sedangkan untuk masalah kuliner, Rini menyarankan untuk tidak melewatkan pie khas New Zealand dan tentunya berbagai makanan dari daging sapi, kambing, ataupun domba. “Salah satu makanan yang tidak boleh dilewatkan di sana adalah pie New Zealand. Berbeda dengan pie yang biasa kita lihat, pie di New Zealand biasanya disantap sebagai hidangan makan siang karena memang ukurannya cukup besar. Selain itu, kamu juga wajib mengunjungi Queenstown, salah satu kota kecil di sana. Di kota ini terdapat sebuah kedai burger yang terkenal, Ferg Burger. Bahkan, kedai burger ini lebih terkenal daripada nama kotanya sendiri. Dengan harga 10 dolar, kamu bisa menikmati burger dalam porsi jumbo dengan berbagai pilihan daging. Memang agak sedikit mahal, tapi porsi yang ditawarkan sangatlah besar dan tentunya cukup sebagai pengganti makan siang,” ujar Rini di akhir acara.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading