Sukses

Entertainment

JFlow Bahas Pentingnya RUU Permusikan bagi Para Musisi

Fimela.com, Jakarta Pro kontra mengenaik draft RUU Permusikan masih bergulir di kalangan musisi. Di luar sana cukup banyak musisi yang menyuarakan tolak RUU Permusikan, sementara kubu lainnya mengusulkan UU tetap berjalan dengan melakukan revisi terlebih dahulu.

JFlow sebagai bagian dari pelaku seni merasa Undang-undang Permusikan ini perlu dijalankan di Indonesia. Ia melihat urgency terhadap peraturan kuat untuk menyejahterakan musisi sudah tinggi.

Gerakan penolakan RUU Permusikan cukup banyak disuarakan oleh para musisi indie. Menurut JFlow justru Undang-Undang ini akan berpeluang memberi mereka kesempatan lebih.

"Dengan makin banyaknya musisi independen hari ini, buat gue urgency-nya tinggi. Apalagi dengan pasal yang mengatur tentang mengadakan pertunjukan atau mengedarkan karya, justru musisi indie bisa bikin konser lebih gede. Jadi mindset-nya bisa dibalik, jika Undang-Undangnya direvisi akan menguntungkan mereka," jelas JFlow.

Musik Jadi Perhatian

Alasan lain JFlow mengusulkan revisi RUU Permusikan adalah karena ini adalah kesempatan bagi para pelaku musik Indonesia untuk lebih diperhatian. Melihat kontribusi yang kecil dalam pemasukan negara, seharusnya usulan ini jadi sinyal baik bagi kelayakan hidup para musisi.

"Mereka harus tahu betapa susahnya Dewan bikin RUU masuk Prolegnas sampai ketok palu itu prosesnya lama. Dengan musik yang berkontribusi di PDB 0,4% udah bagus masih ada orang-orang yang masih percaya bahwa ini layak di-progress-in ke Undang-Undang," tambahnya.

Tentunya para musisi ingin mendapat hak yang layak sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Momentum ini yang diharapkan JFlow bisa membawa perubahan. "Bisa-bisa kalo ini ditolak dan kita mau ngajuin lagi baru kesampean 2025 kali," pungkas JFlow.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading