Rilis Versi Sutradara, Film Detak Perpanjang Napas di Bioskop Online

Nizar Zulmi27 Sep 2021, 12:45 WIB
Diperbarui 27 Sep 2021, 12:45 WIB
Detak

Fimela.com, Jakarta Film Tarian Lengger Maut jadi debut layar lebar sutradara Yongki Ongestu. Tayang pertama kali pada momen Lebaran 2021 kemarin, film ini 'menyambung napas' lewat versi director's cut dengan judul Detak.

Dibintangi oleh Refal Hady dan Della Dartyan, Detak menceritakan tentang seorang dokter psikopat yang pindah ke sebuah desa. Di sana, dr. Jati (Refal Hady), bertemu dengan Sukma (Della Dartyan) dan jatuh cinta dengan detak jantungnya sendiri.

Dalam versi baru ini, sutradara menambahkan beberapa adegan untuk memberi sudut pandang berbeda. Jika Tarian Lengger Maut lebih berfokus pada Sukma, Detak dibuat lebih mengeksplor karakter sang dokter misterius. 

Durasi pun dibuat lebih panjang, memberi ruang untuk ambience dan pendalaman karakter serta detail-detail kecil terkait karakter. Film Detak bisa disaksikan di situs bioskop online mulai pertengahan September hingga 3 Oktober 2021.

Libatkan Tim di Daerah

Poster Film Detak
Poster Film Detak (Instagram @yongki_ongestu)

Film ini merupakan kolaborasi Visinema dengan Aenigma Pictures, yang melibatkan 70% crew dan seniman tradisional Banyumas. Kolaborasi tersebut diharapkan bisa memberi lebih banyak kesempatan bagi pegiat film di daerah untuk berkarya.

Yongki menyatakan kerja samanya dengan Eye Supriadi selaku produser di Banyumas terjalin apik. "Satu-satunya tim yang kompak dari proses produksi sampai promosi ya tim kita ini,," ujar sang sutradara dalam preskon virtual pada Jumat, 24 September 2021 kemarin.

Bahkan ia juga membocorkan akan ada karya kolektif berikutnya dari mereka yang akan segera digarap. "Yang pasti kita akan tingkatkan semua aspek untuk karya kita berikutnya," sahut Eye Supriadi di kesempatan yang sama.

Ogah Nyampah

Della Dartyan
Della Dartyan sebagai Sukma (Instagram @aenigmapicture)

Hal menarik lain terkait proses produksi film Detak adalah upaya mereka mengusung gerakan zero waste. Beberapa gerakan kecil termasuk menukar wadah dan alat makan sekali pakai dengan piring enamel dan alat makan stainless, menukar air mineral dalam kemasan dengan tumbler air isi ulang, dan menyediakan gelas stainless untuk menggantikan papercup.

“Kami sadar bahwa produksi menghasilkan sampah yang cukup banyak,” imbuh Yongki, “Minimal gerakan kecil kita bisa mengurangi sampah secara signifikan,” pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela