Ditantang Ello, Saint Loco Rilis Ulang Lagu Nakal dengan Konsep Berbeda

Rivan Yuristiawan02 Des 2022, 11:24 WIB
Diperbarui 02 Des 2022, 13:17 WIB
[Fimela] Saint Loco

Fimela.com, Jakarta Grup alternatif rock asal Jakarta, Saint Loco merilis ulang lagu berjudul NAKAL (Naluri Kualitas Akal) yang sempat dirilis pada Juli 2022 lalu dengan nuansa yang berbeda. Penggarapan ulang lagu yang kini dilabeli judul NAKL itu ternyata tak terlepas dari peran Marcello Tahitoe yang sempat mengkritik lagu tersebut di versi sebelumnya.

Hal itu disampaikan Timotius Firman, DJ dari Saint Loco saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini. Ia menyebut jika Ello menantang untuk me-remake lagu Nakal menjadi lebih keren dan lekat dengan citra Saint Loco yang kental dengan distorsi.

"Gua ditantang sama Marcello Tahitoe, harus bisa me-remake lagi lagu Nakal jadi lebih keren. Gua baru kepikiran dan akhirnya coba deh dimatengin lagi musiknya. Ya gua diminta Marcello Tahitoe bikin lagu Nakal jadi Saint Loco banget," kata Tius.

Jadi Berbeda

[Fimela] Saint Loco
Saint Loco perkenalkan singlr NAKL [Foto/Istimewa]

Salah satu pembaharuan yang ditawarkan Saint Loco pada lagu NAKL ialah keterlibatan Tim Distorsi sebagai produser dan Asido Sigit untuk co-producer. Akhirnya, lagu tersebut kini lebih menampilkan verse dengan nada serta lirik berbeda bernuansa elektronik ditambah distorsi lebih menyayat.

"Kebetulan waktu itu moodnya dapet. Prosesnya cepet ya dan hasilnya gua merasa lagu ini makin keren," lanjut Tius.

Kolaborasi

[Fimela] Saint Loco
Saint Loco perkenalkan singlr NAKL [Foto/Istimewa]

Lagu NAKAL atau kini berlabel NAKL secara garis besar meng-capture sifat atau perilaku unik dari seorang individu, yang jika diarahkan atau dikembangkan menjadi sebuah entitas positif bisa juga menjadi kekuatan yang menghancurkan.

Dalam penggarapan video klipnya, Saint Loco kemudian berkolaborasi dengan Jakarta Blackwork (JKT BW). Tak sekedar kolaborasi di music videonya, Saint Loco juga akhirnya melibatkan Jakarta Blackwork untuk artwork yang akan dikeluarkan dalam bentuk merchandise.

"Benang merah artwork ini adalah kita boleh nakal, tapi harus bertanggung jawab. Kita punya ruang yang besar untuk berkarya dan harus bisa memberikan dampak ke sekitar," ujar Maliq selaku CEO dari Jakarta Blackwork dalam kesempatan yang sama.

Lanjutkan Membaca ↓