Sukses

Entertainment

Nadin Amizah Ditunjuk Jadi Pengisi Soundtrack Serial Gadis Kretek, Wakili Suara Perempuan dalam Cerita

Fimela.com, Jakarta Netflix hari ini (29/9/2023) mengumumkan Nadin Amizah sebagai pengisi soundtrack serial Gadis Kretek yang akan dirilis pada 2 November 2023 mendatang. Dipilih langsung sejak awal oleh sang sutrada, Kamila Andini, suara Nadin Amizah hadir untuk mewakili para perempuan dalam kisah Gadis Kretek.

"Karena ini juga cerita tentang perempuan, women empowerment juga ada di sini, jadi aku ingin punya suara perempuan di lagu temanya, ada sense of feminity yang kuat untuk merepresentasikan serial ini," tutur Kamila Andini di acara Senja Bersama Nadin Amizah, di Kemang, Jakarta Selatan.

Lagu legendaris Chrisye Kala Sang Surya Tenggelam pun dipilih menjadi soundtrack serial ini, dan dalam proses kreatifnya, Nadin pun merasakan tekanan tersendiri, membawakan lagu dari salah satu musisi legendaris tanah air.

"Banyak sekali hal yang perlu disuarakan perihal perempuan, satu yang kita tekankan adalah kita nggak ingin mengubah lagu ini terlalu jauh dari asalnya. Lagunya memang sudah indah dari sananya, kita tidak ingin mengubah apa-apa," tutur Nadin Amizah.

 

Dipilihnya Lagu Chrisye

Soal dipilihnya Kala Sang Surya Tenggelam sebagai lagu tema dari serial Gadis Kretek, Kamila Andini menjelaskan bahwa lagu milik Chrisye ini begitu magis, juga sangat mewakili kisah cinta Dasiah dan Suraya yang begitu berliku.

"Aku juga big fans of this song. Ini salah satu lagu legend yang kita punya di Indonesia. Lirik Kala Sang Surya Tenggelam kan sebenarnya tentang sepasang keaksih yang sedang kehilangan arah, dan ini benar-benar represent cerita utama di serial ini, yaitu Dasiah dan Suraya," ucap Kamila Andini.

 

Magis dan Puitis

Lebih dari itu, Kamila Andini mengungkap lagu Kala Sang Surya Tenggelam juga terasa begitu magis, puitis dan membawa nuansa kelam yang mewakili berbagai hal dalam cerita.

"Itu me-represent berbagai hal yang sebenarnya tidak hanya sekadar romansa, dua orang ini harus menghadapi banyak sekali situasi yang berhubungan dengan alur cerita kisah cinta mereka berdua, ada situasi politik di situ, persaingan bisnis di situ, ada banyak hal, lika-liku, yang membuat lirik ini menjadi metafor dari semua perjalanan mereka. Dan kita memang ingin nuansanya semagis itu, seiri itu, karena memang banyak yang ingin dirasakan," jelas sang sutradara.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading