BERANI BERUBAH: IKAT Indonesia Bantu Pengrajin Tenun dan Lurik Lewat Koleksi Terbaru

Anisha Saktian Putri12 Agu 2020, 13:30 WIB
Pengrajin tenun/dok. Ikat Indonesia

Fimela.com, Jakarta Merayakan sembilan tahun dalam berkarya, IKAT Indonesia by Didiet Maulana meluncurkan koleksi New Normal Essentials set. Hal ini dilakukan sesuai dengan visi dalam mendukung keberlanjutan perajin tenun dalam berkarya.

New Normal Essentials adalah set yang berisi kelengkapan dalam menghadapi kenormalan yang baru saat ini, yang terdiri dari sebuah masker dan konektor, sabun tangan, dan antiseptik serbaguna. Terdiri dari empat pilihan, Daliya, Kayana, Nida, dan Sadira set.

"Membuat koleksi ini tergerak karena melihat tren yang ada sekarang dan menyesuaikan apa yang dicari orang," ujar Didiet Maulana saat dihubungi Fimela.com, beberapa waktu lalu.

Dalam koleksi yang diceritakan kepada Fimela.com untuk program 'Berani Berubah', Didiet menggandeng para pengarajin tenun ikat dan lurik. Dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Kediri, dan Yogyakarta.

"Ikat Indonesia tetap menggandeng pengrajin agar mereka tetap bisa bekerja di era seperti saat ini, dan membantu penghasilan mereka," tambahnya.

Perpaduan antara kain tenun ikat dan lurik digunakan dalam merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia. "Motif ikat dan lurik yang geometris menciptakan tampilan yang stylish dalam merepresentasikan visi kami dalam mengIKAT keberagaman Nusantaru. Nantinya produk ini menjadi line baru Ikat," ungkap Didiet.

Penggunaan bahan tenun dan lurik ini, Didiet menyampaikan jika dapat membantu para pengrajin.

"Kalau banyak yang laku, kita jadi pakai lagi bahannya tentu ini akan membantu para pengrajin. Jadi mereka menenun sambil menunggu pesanan berikutnya," paparnya.

Pengrajin tenun/dok. Ikat Indonesia
Pengrajin tenun/dok. Ikat Indonesia

Inspirasi Motif Ikat Pada Kemasan Sabun Tangan dan Antiseptik Serbaguna

New Normal Essentials set
New Normal Essentials set

Motif tenun Ikat dengan aksen yang terjalin menjadi satu melambangkan rasa persatuan dan kalau bisa dilihat motifnya juga menggambarkan bentuk zig-zag menyerupai ombak.

Terinspirasi dari filosofi sebuah perjalanan untuk mengemas bagaimana perjalanan IKAT yang sudah 9 tahun ini sebagai sebuah bahtera yang berlayar di tengah samudera.

"Kita ingin menunjukkan kekayaan alam Indonesia melalui warna-warna alam yang hangat dan sejuk yang kita hadirkan dalam desain motif ini," ujar Didiet.

Sentuhan warna biru yang harmonis menggambarkan keindahan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan pesona baharinya. Lalu warna biru juga bisa berarti untuk bisa memberikan rasa ketenangan jiwa tersendiri.

Aksen warna coklat yang identik dengan unsur bumi merepresentasikan kesuburan tanah Indonesia karena Indonesia sebagai negara agraris dengan sumber daya alamnya yang melimpah. Dan warna coklat disini juga bisa berarti memberikan rasa kehangatan dan kenyamanan.

Dengan New Normal Essentials, IKAT Indonesia by Didiet Maulana mengajak masyarakat turut mendukung pengrajin Indonesia dalam berkarya, sembari menjaga kesehatan di masa kenormalan yang baru ini.

 

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓