Tribute to Barli Asmara Hadirkan Koleksi 18 Tahun Terakhir dengan Konsep Selebrasi di JFW 2021

Karla Farhana27 Nov 2020, 07:30 WIB
Diperbarui 27 Nov 2020, 07:30 WIB
Tribute to Barlie Asmara

Fimela.com, Jakarta Ajang fashion bergengsi di Indonesia Jakarta Fashion Week (JFW) 2021 hadir dengan konsep baru di tengah pandemi secara virtual. Digelar pada 26-29 November 2020, JFW 2021 menutup show hari pertama dengan sebuah persembahan spesial untuk almarhum desainer Barli Asmara lewat Jakarta Fashion Week X Mandiri Private Present Tribute to Barli Asmara pada Kamis (26/11/20) pukul 19.30 WIB. 

Showcase spesial ini digelar untuk memberi penghargaan kepada mendiang Barli Asmara. Terbagi dalam dua sekuen, tribut ini mempersembahkan 24 koleksi dari arsip Barli selama 18 tahun terakhir. Showcase kemudian dilanjutkan dengan mempersembahkan 24 koleksi terbaru Barli yang menggambarkan bagaimana label Barli Asmara akan berlanjut dan berkembang di masa depan. 

Di sekuen pertama, showcase menghadirkan koleksi Barli Asmara dari tahun 2008 hingga 2018 yang merupakan bagian dari koleksi-koleksi pilihannya dalam buku biografi "15 Warsa Barli Asmara: Di Antara Gemerlap Ornamentasi." Seperti All About Ribbon dan Royal Smock yang merupakan koleksi Barli di tahun 2018. All About Ribbon merupakan koleksinya yang menampilkan ornamen pita cantik yang riang, sementara Royal Smock merupakan koleksi yang menampilkan kerajinan tangan Indonesia; teknik smock dengan banyak siluet O look yang edgy. 

Ada juga koleksi Marame, dimana menampilkan teknik simpul tali untuk memproduksi tekstil yang menciptakan detail unik pada setiap look. Koleksi The Fringe yang diluncurkan pada 2012 merupakan hasil dari inspirasi Barli tentang era 1920-an dengan menggunakan fringe sebagai detail. 

Tahun 2013, Barli mengeluarkan koleksi Royal Embroidery yang serba putih dengan penggunaan brodir dan kejelian dalam menghias menggunakan material mutiara, mote, quills, dan sequins. Sementara Royal Javanese menampilkan pesona budaya Jawa yang dituangkan dalam gaun bermotif trumtum. Barli kerap kali menampilkan unsur tenknik, seperti pada Royal Kerancang yang menonjolkan seni bordir motif bunga, salur, dan lingkaran kecil. 

Selain itu, pada sekuen ini, showcase juga menampilkan karya Barli Asmara di tahun 2015 yang berjudul Versailles Garden dengan detail beragam. Semenatara koleksi 2016, Glow of Parai, merupakan koleksi kelanjutan dari koleksi sebelumnya yang terinspirasi dari bunga dan kupu-kupu. Tema bunga dan keindahannya juga tergambarkan pada koleksi Orchid Fervor (2017) dimana Barli Asmara terinspirasi dari bunga anggrek yang dituangkan pada detail penggunaan kain yang dibuat menyerupai kelopak bunga. Terakhir, La Vie, Boheme, merupakan koleksi Barli di tahun 2018 yang terinspirasi dari era 1970-an dengan warna emas dan ornamen beadings yang mendominasi. 

Tribute to Barlie Asmara
Jakarta Fashion Week 2021 X Mandiri Private hadirkan Tribute to Barli Asmara, menampilkan koleksi 18 tahun terakhir dengan konsep selebrasi.

La Danza de La Vida

Tribute to Barlie Asmara
Jakarta Fashion Week 2021 X Mandiri Private hadirkan Tribute to Barli Asmara, menampilkan koleksi 18 tahun terakhir dengan konsep selebrasi.

Sekuen kedua showcase ini menghadirkan koleksi terbaru dari Barli Asmara Prêt-à-Porter di JakartaFashion Week 2021 kali ini, yang bertemakan La Danza de La Vida. Leslie Tobing, direktur kreatif baru Barli Asmara memilih koleksi ini sebagai caranya untuk memberikan penghormatan kepada pendiri label tersebut. 

Leslie memilih untuk mengenang Barli tanpa berlarut dalam duka. Sebaliknya, dia ingin mengenang Barli dengan cara merayakan kehidupannya lewat dansa. Koleksi terbaru ini terinspirasi dari tarian dan kostum meriah dari Amerika latin, seperti rumba dari Cuba, Samba dari Brazil, Arunguita dari Argentina, yang menonjolkan keindahan dan kebebasan bergerak dari tiap busana yang ditampilkan. 

Namun, koleksi ini tidak meninggalkan ciri khas Barli Asmara sama sekali. Meskipun begitu, Barli memberikan sentuhan siluet ultra feminin dengan penggunaan brokat, chiffon, tulle, dan katun. Sehingga, setiap kali busana bergerak, melayang, bergoyang, seolah busana tersebut berdansa dalam setiap langkah pemakainya. 

Selain itu, Barli Asmara tidak menghilangkan ciri khasnya dengan tetap menggunakan ruffle, tangan gembung, dan rok tiered yang menjadi detail utama koleksi terbarunya ini. Motif bunga juga dihadirkan untuk menambah kemeriahan dari tarian setiap busana dan napas tarian Amerika Latin. 

***

Barli Asmara mendirikan labelnya di tahun 2011, namun namanya sudah menggema sejak 2008, saat dirinya diundang menjadi salah satu Dewi Fashion Knights di Jakarta Fashion Week 2008 dan 2009. Barli mendapatkan banyak penghargaan, mulai dari AMICA Young Talented Designer Award, Elle Designer of The Year, dan Kartika Magazine Best Designer of The Year.

Karya Barli kemudian dikenal akan teknik uniknya dengan detail indah seperti macrame, smock, fringe, bordir, dan lainnya. Tahun 2016, dia memulai lini pakaian siap pakai, Barli Asmara Prêt-à-Porter. Usai wafat, label Barli Asmara diteruskan Leslie Tobing, Direktur Kreatifnya yang baru. Keduanya telah bekerja bersama sejak 2016. La Danza de La Vida di Jakarta Fashion Week 2021 adalah koleksi pertamanya sebagai Direktur Kreatif. 

#ChangeMaker

Simak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓