Sukses

Fashion

How To Make "Batik Tulis Lasem"

Batik Lasem, yang corak dan warnanya merupakan silang budaya Cina dan Jawa banyak menjadi incaran para pecinta batik Indonesia. Namun pada tahun 1940 batik Lasem mengalami kemunduran yang diakibatkan oleh marak bermunculannya batik cap dan printing.

Tapi kini batik Lasem pun bangkit kembali. Lewat pembentukan Klaster Batik Tulis Lasem dibawah pimpinan Bapak Rifa'i, para pencinta batik dapat kembali menikmati warna merah darah ayam khas Lasem dan goresan gambar negeri Tirai Bambu di selembar kain yang kaya akan budaya itu.

Walaupun terkesan tradisional, namun yang dirasakan masyarakat Lasem justru kebalikannya. "Kami justru merasa kalau nggak pakai batik malah enggak modern," ujar Pak Rifa'i sambil tertawa. 

Pengrajin batik yang sudah kenal batik mulai dari ia bayi ini pun berbaik hati menjelaskan mengenai proses pembuatan batik tulis Lasem. Penasaran, Ladies? Mari kita simak bagaimana prosesnya!

(vem/cey)

Menyiapkan kain

1. Potong kain.Diawali dengan pemotongan kain, tergantung kebutuhan. Bisa sepanjang 2 hingga 3 meter.

2. Dimordan, atau diketeli. Proses ini adalah proses kain dibasahi dengan campuran minyak jarak dan costic soda, kemudian dijemur kering, dibasahi, dan dijemur lagi hingga minimal mencapai 20 kali.

Fungsinya adalah untuk menetralisir serat benang yang mengandung bahan kimia dari proses pabrik. Jadi, benang pun kembali alami dan kualitasnya setelah diwarnai nanti pun jadi tidak mudah luntur. 

Tahap Sketsa atau menggambar

3. Dipola. Sketsa bisa menggunakan pensil terlebih dahulu atau langsung dengan menggunakan canting. Pola biasanya berbentuk buketan bunga besar.

4. Dilengkreng. Setelah pola terbentuk, masih dengan menggunakan canting, diberikan ornamen dan hiasan di bagian muka kain.

5. Diterusin. Tahapan ini adalah tahapan dimana bagian belakang juga diberikan ornamen jadi bagian depan dan belakang batik sama. 

Proses Pewarnaan

6. Ditembok atau diblok. Proses ini untuk menutupi bagian yang tidak mau diwarna, biasanya khusus bagian yang mau berwarna putih saja.

7. Diwarna. Pewarnaan batik dengan cara dicelup atau digledek, dan bisa dengan diwarnai satu persatu untuk bagian detail.

8. Dilorot. Ini adalah proses dimana lilin diluruhkan dengan air mendidih. 

Hasil jadi batik

"Dan itu adalah proses pembuatan batik satu warna." jelas Pak Rifa'i. "Bila ingin menghasilkan beberapa warna, maka proses tersebut harus diulang lagi dari proses lengkreng."

Wah, luar biasa ya Ladies! Ternyata tahapan pembuatan batik itu benar-benar rumit dan membutuhkan waktu serta tenaga yang banyak. Dengan mengetahui proses pembuatan batik, kita jadi lebih menghargai kain batik jadi yang kita miliki ya? Ayo Ladies, pakai batik Anda dan buktikan Anda bangga!

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading