Buka Olimpiade Tokyo 2020, Penyanyi Jepang Misia Gunakan Gaun Cotton Candy

Nabila Mecadinisa23 Jul 2021, 22:37 WIB
Diperbarui 23 Jul 2021, 22:44 WIB
Olimpiade Tokyo 2020

Fimela.com, Jakarta Olimpiade Tokyo 2020 secara resmi digelar. Acara pembukaannya berlangsung meriah pada Jumat (23/7/2021). Selain menampilkan parade para delegasi, ajang ini juga dimeriahkan oleh para pengisi acara, salah satunya penyanyi asal Negeri Sakura, Misia. 

Misia gunakan gaun menggemaskan dan indah. Sekilas tampilan gaunnya menyerupai cupcake. Pada kesempatan tersebut, Misia bertugas untuk menyanyikan lagu kebangsaan Jepang. 

Dilansir dari Independent, gaun yang digunakan Misia pada Olimpiade Tokyo 2020 adalah karya desainer Jepang, Tomo Koizumi. Ia merancang gaun dengan permainan material tulle serta paduan dan cutting warna yang menggemaskan. 

Nuansa gaun yang meriah

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by TOMO KOIZUMI (@tomokoizumi)

Nuansa merah muda, kuning, merah, hingga ungu, semakin membawa semarak panggung Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung di tengah pandemi. Untuk menambah kesan semarak pada gaunnya, Misia tambahkan aksesori pemanis, yaitu kalung mutiara dan headpiece senada. 

Kepiawaian Koizumi di kancah fashion rupanya diakui oleh desainer ternama lainnya. Sebut saja Marc Jacobs dan Katie Grand yang sangat mendukung kreativitas Koizuma. Secara kesulurahan, rancangannya menampilkan kesan glamor namun tetap mengangkat esensi khas Jepang. 

Simbol fashion generasi Z

Olimpiade Tokyo
Sebagai simbol fashion generasi Z

Dikutip dari Liputan6.com, Momen fesyen upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 juga tentang para penari yang menggambarkan tukang kayu mengenakan jaket kerja berwarna biru, putih, dan merah, berhias motif tradisional Jepang. Mereka menyanyikan lagu kerja tradisional Jepang Komari Uttar yang digunakan para pekerja selama berabad-abad untuk menyelaraskan upaya mereka.

Disambung, "simbol fashion generasi Z" juga tampil di sana. Yang dimaksud, tak lain tak bukan, adalah bucket hat. Beberapa penari selama pembentukan simbol Olimpiade mengenakan aksesori tersebut.

Item itu kembali muncul bersama pembawa rambu-rambu negara. Memimpin iring-iringan atlet, mereka mengenakan busana kotak-kotak hitam-putih dari ujung kepala sampai ujung kaki, lengkap dengan bucket hat.

 

 

 

 

 

 

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓