Diary Fimela: Sinergi Offline dan Online Jadi Kunci UMKM Batik Lokal Nayara Tetap Eksis di Tengah Pandemi

Hilda Irach19 Okt 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 19 Okt 2021, 13:00 WIB
Diary Fimela: Sinergi Offline dan Online Jadi Kunci UMKM Batik Lokal Nayara Tetap Eksis di Tengah Pandemi

Fimela.com, Jakarta Sebagai salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemi, para pelaku fashion berusaha menunjukkan semangat resiliensinya dengan berbagai cara. Filosofi inilah yang juga dipegang oleh UMKM batik lokal, Nayara.

Brand fashion yang mendesain busana batik dan basic untuk daily wear sejak 2011 ini lebih dikenal dengan sepak terjangnya di sektor penjualan offline, mulai dari ritel hingga pameran. Namun karena pandemi Covid-19 melanda, UMKM ini pun menjadi sangat terdampak.

“Bahkan omzet kami sempat turun drastis,” cerita Pendiri Nayara, Adrina Effendi dalam pertemuan virtual Tokopedia, Senin (11/10/2021).

 

Luncurkan produk home wear

Diary Fimela: Sinergi Offline dan Online Jadi Kunci UMKM Batik Lokal Nayara Tetap Eksis di Tengah Pandemi
Sempat terdampak oleh pandemi, UMKM batik lokal Nayara buktikan semangat resiliensinya di tengah pandemi. (Instagram/nayara.id.official).

Agar bisa bertahan di tengah krisis pandemi, Adrina paham betul para pelaku UMKM harus segera berinovasi. Melalui pengamatan dan strategi yang cermat, Nayara akhirnya melakukan pergeseran produksi dari busana formal ke home wear.

“Dari awalnya Nayara hanya memproduksi batik formal untuk kerja, di masa pandemi, Nayara mulai memproduksi batik homewear yang nyaman digunakan untuk sehari-hari. Jadi kita mengembangkan produk yang prinsipnya tetap gaya hingga di rumah,” kata Adrina.

 

Memanfaatkan marketplace

Diary Fimela: Sinergi Offline dan Online Jadi Kunci UMKM Batik Lokal Nayara Tetap Eksis di Tengah Pandemi
Sempat terdampak oleh pandemi, UMKM batik lokal Nayara buktikan semangat resiliensinya di tengah pandemi. (Tokopedia).

Beruntungnya kini, banyak marketplace yang tersedia di Tanah Air yang menawarkan berbagai kampanye yang mendukung UMKM lokal.  Dengan memanfaatkan marketplace seperti Tokopedia, Nayara pun kembali bisa bangkit di tengah pandemi.

“Tokopedia menjadi harapan bagi Nayara untuk mempertahankan penjualan di tengah pandemi. Sejak rutin mengikuti kampanye di Tokopedia, kami mampu menjual ratusan produk setiap bulan. Omzet bulanan pun kembali mencapai puluhan juta,” tuturnya.

Sebagai marketplace yang selalu mendukung UMKM Lokal, Tokopedia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat lewat Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Barat (Dekranasda Jabar) meluncurkan Festival Fashion Lokal Jawa Barat.

“Festival ini adalah turunan dari inisiatif Hyperlocal Tokopedia yang bertujuan mendekatkan pembeli dengan penjual terdekat demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami berharap produk lokal semakin menjadi pilihan utama masyarakat dan UMKM - termasuk yang bergerak di industri fashion bisa meraja di negeri sendiri,” ungkap Senior Lead Fashion Tokopedia, Aldhy Darmayo.

Festival Fashion Lokal Jawa Barat diikuti oleh banyak UMKM Jabar, termasuk Nayara, Ame Raincoat dan Gonegani. Hingga 28 Oktober 2021, masyarakat bisa mendapat produk fesyen terkurasi buatan UMKM Jabar dengan beragam penawaran, seperti bebas ongkir, cashback, flash sale dan lain-lain.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by
What's On Fimela