Reinventing Heritage, Fashion Show Tiga Generasi yang Hadirkan Budaya Indonesia dari Ghea Panggabean dan Rinda Salmun

Vinsensia Dianawanti20 Jun 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 20 Jun 2022, 15:00 WIB
Reinventing Heritage, Fashion Show Tiga Generasi yang Hadirkan Budaya Indonesia dari Ghea Panggabean dan Rinda Salmun

Fimela.com, Jakarta Sebagai seorang desainer, Ghea Panggabaen menanamkan komitmen terhadap pelestarian budaya Indonesia. Lebih dari 40 tahun, Ghea Panggabean berkecimpung di industri fashion dengan melibatkan budaya Indonesia di setiap rancangan yang ia buat.

Tidak ingin berhenti di dirinya, eksistensi Ghea Panggabaen di industri fashion turut menginsipirasi anak-anaknya dan murid-murid di UIC College. Melalui UIC for Festitval of Hope, digelar sebuah fashion show yang melibatkan tiga generasi dngan menghadirkan koleksi yang mengangkat tradisi dan budaya Indonesia.

Festival ini juga mengadakan eksibisi yang menampilkan hasil karya para siswa UIC College dan HOPE yang diperkuat dengan beragam hasil karya kreatif dalam bidang UMKM Bisnis, Fashion, Desain, dan Musik serta penggalangan dana untuk penderita kanker yang membutuhkan.

Mengambil tema Reinventing Heriatage, Ghea Panggabean menghadirkan dua sequence koleksi yang mengangkat Wayang Beber dan Kain Cual. Koleksi Wayang Beber diterjemahkan dalam gaya masa kini menggunakan bahan chiffon yang nyaman dan ekslusif.

 

Ghea Panggabean

Reinventing Heritage, Fashion Show Tiga Generasi yang Hadirkan Budaya Indonesia dari Ghea Panggabean dan Rinda Salmun
Fashion show dari tiga generasi menghadirkan koleksi yang mengangkat budaya Indonesia dengan cara yang berbeda

Wayang beber adalah seni pertunjukan wayang yang penyajiannya diwujudkan dalam bentangan lembaran kertas atau kain bergambar dengan stilisasi wayang (kulit) disertai narasi oleh seorang dalang. Pertunjukan wayang beber muncul dan berkembang di Jawa bagian Wengker (sekarang Ponorogo dan Pacitan) pada masa pra-Islam karena Ponorogo masa itu sudah dapat membuat Daluwang atau kertas Ponoragan, tetapi terus berlanjut hingga masa kerajaan-kerajaan Islam (seperti Kesultanan Mataram). Cerita yang ditampilkan diambil dari Mahabharata maupun Ramayana.

Sementara Tenun Cual memiliki makna celupan awal pada benang yang akan diwarnai. Tenun Cual merupakan perpaduan antara teknik songket dan tenun ikat, namun yang menjadi ciri khasnya adalah susunan motif menggunakan teknik tenun ikat. Kain asli Tenun Cual ini dibuat menjadi celana, rok, jaket dan sarung trendy yang dipadukan dengan Blouse, tunik dari bahan chiffon dan organza dengan print motif emas ciri khas Ghea dengan hiasan manik dan bordir yang menambah indahnya koleksi ini.

 

Ghea Resort by Amanda Janna

Reinventing Heritage, Fashion Show Tiga Generasi yang Hadirkan Budaya Indonesia dari Ghea Panggabean dan Rinda Salmun
Fashion show dari tiga generasi menghadirkan koleksi yang mengangkat budaya Indonesia dengan cara yang berbeda

Persembahan koleksi dari Ghea Panggabean diikuti dengan Ghea Resort by Amanda Janna yang mengangkat tema Harimau Sumatra dan Suku Mentawai. Untuk koleksi kali ini Amanda Janna menerjemahkan motif ke dalam gaya “Resort Wear” modern masa kini yang cocok dan nyaman di pakai sehari – hari seperti kemeja, outer, shorts, cargo pants dari bahan katun dan rayon yang nyaman.

Penggunaan warna – warna alam yang trendi seperti hijua, sephia dan hitam. Keunikan dan keetnikan suhu Mentawai serta motif tattoo Mentawai pun di angkat dalam rangkaian baju – baju trendi seperti kemeja, cleana pallazo, celana jersey, dress dan outer chiffon yang di lengkapi dengan emblissment manik yang unik citi khas suku Mentawai.

 

Rinda Salmun

Reinventing Heritage, Fashion Show Tiga Generasi yang Hadirkan Budaya Indonesia dari Ghea Panggabean dan Rinda Salmun
Fashion show dari tiga generasi menghadirkan koleksi yang mengangkat budaya Indonesia dengan cara yang berbeda

Rinda Salmun juga turut meramaikan fashion show tiga generasi ini dengan mengangkat tema Sustainability di industri fashion. Sebagai merek fesyen yang menonjolkan kepribadian personal pemakainya, Rinda Salmun melihat banyaknya efek positif besar dunia fesyen terutama untuk kemajuan ekonomi bangsa.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa bahwa ada hal lain yg perlu diperhatikan terkait kelangsungan lingkungan. seperti pencemaran alam yang dapat disebabkan oleh produksi berlebihan. Untuk itu Rinda Salmun selalu mengedepankan konsep“Upcycling” dan “Zero Waste” dalam produksinya dengan menggabungkan daur ulang, dan pemilihan materi yang lebih ramah lingkungan.

 

Lanjutkan Membaca ↓