UNIQLO Dukung Perdamaian Dunia dengan Koleksi Peace For All

Fimela Reporter25 Jun 2022, 10:00 WIB
Diperbarui 25 Jun 2022, 10:00 WIB
Peace fot all_Kashiwa Sato

Fimela.com, Jakarta UNIQLO resmi luncurkan lima koleksi bernama Peace For All pada Jumat (17/6). Koleksi ini didedikasikan demi mendorong upaya perdamaian di seluruh dunia. Komitmen berkelanjutan ini proyek Peace For All berkeinginan dimana setiap orang dapat mengekspresikan individualitas mereka dengan menggunakan koleksi ini.

Tujuan utama dari proyek Peace For All adalah menggalang dana melalui penjualan T-shirt UNIQLO yang menampilkan desain yang menyuarakan serta mempromosikan perdamaian dunia. Hasil penjualan koleksi ini akan didonasikan kepada organisasi Save The Children Indonesia (Yayasan Sayangi Tunas Cilik) demi mencegah kemiskinan, diskriminasi, kekerasan, dan konflik di Indonesia.

Chairman, President & CEO Fast Retailing UNIQLO, Tadashi Yanai mengungkapkan bahwa bulan Mei lalu, UNHCR, Badan Pengungsi PBB, melaporkan bahwa jumlah pengungsi diseluruh dunia telah mencapai angka 100 juta jiwa. ”Bagi mereka yang terpaksa meninggalkan rumah mereka, dukungan seperti pakaian, air, makanan, obat-obatan dan tempat yang nyaman untuk tidur menjadi sangat penting. Selama bertahun-tahun, dengan dukungan dan kerja sama dari para pelanggan, kami telah memprakarsai berbagai upaya untuk mendukung para pengungsi,” ujar Tadashi Yanai.

Gandeng Lima Kreator

Peace for all_Haruki Murakami
Kreator Haruki Murakami, tidak hanya mengharapkan kedamaian untuk manusia, tapi juga kucing melalui desainnya. (Dok/UNIQLO).

Koleksi Peace For All dirancang bersama para pemimpin dunia dibidang seni, desain, sastra, sains, dan olahraga. Lima kreator dari berbagai bidang ini dan pernah berkolaborasi dengan UNIQLO dimasa lalu kembali ikut serta dalam proyek ini. Para desainer yang akan turut serta dalam proyek ini setelah peluncuran di tanggal 17 Juni meliputi: Jonathan William Anderson, Ayumu Hirano, Rei Inamoto, Kosuke Kawamura, Shingo Kunieda, Christophe Lemaire, Kei Nishikori, Gordon Reid, Adam Scott, dan Hana Tajima.

Kreator Peace For All Tentang Peace For All

“Bagi mereka yang terpaksa meninggalkan rumah mereka, dukungan seperti pakaian, air, makanan, obat-obatan dan tempat yang nyaman untuk tidur menjadi sangat penting. Selama bertahun-tahun, dengan dukungan dan kerja sama dari para pelanggan, kami telah memprakarsai berbagai upaya untuk mendukung para pengungsi,” kata Tadao Ando, salah seorang kreator koleksi Peace For All.

Kashiwa Sato sebagai satu dari lima kreator mengunkapkan ingin menyampaikan konsep kedamaian dengan sederhana. Menurutnya, seruan Peace For All mencerminkan mencerminkan perasaan dan suara dari banyak orang di seluruh dunia – sebuah ungkapan keinginan yang kuat dan tulus untuk perdamaian dunia.

Desain yang Mengungakapkan Harapan Perdamaian

Peace for All_Ines de la Fressange
Desain Koleksi Peace For All Oleh Kreator Ines de la Fressange. (Dok/UNIQLO).

Model dan desainer, Ines De La Fressange juga ambil bagian sebagai kreator. "Desainer dan merek fashion saat ini perlu berpikir secara murah hati dan tegas tentang perdamaian dan kemanusiaan. Saya rasa orang-orang akan senang menjadi bagian dari inisiatif baru dan berkelanjutan ini, serta mengekspresikan pandangan mereka tentang dunia dengan cara yang damai. Apakah kamu tidak ingin memakai T-shirt ini?" ujarnya.

Shinya Yamanaka yang merupakan seorang ilmuan mengungkapkan alasannya bergabung dengan proyek ini karena ingin melakukan hal yang berharga sebagai individu. Ia berkeinginan melakukan sesuatu yang bukan hanya mempromosikan penelitian sebagai dokter dan ilmuan tapi juga menggunakan ilmu pengatahuan dan teknologi untuk mengubah dunia agar lebih baik.

“Kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengubah dunia menjadi lebih baik sepenuhnya bergantung pada mereka yang menggunakannya. Itulah mengapa saya menyertakan pesan 'Humanity must progress' dalam desain T-shirt ini,” ucap Shinya Yamanaka. Kreator yang datang dari dunia sastra, yaitu Haruki Murakami, merupakan seorang penulis novel. Ia mengungkapkan bahwa alasannya bergabung menjadi kreator adalah ingin berguna bagi sesama manusia. Ia berharap dunia bisa menjadi tempat yang lebih aman, tidak hanya bagi manusia, tapi juga kucing.

Penulis: Tasya Fadila

#Women for Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela