Langkah, Koleksi Denny Wirawan Spring Summer 2023 yang Mengemas Perjalanan Berkarya selama 25 Tahun

Annissa Wulan29 Sep 2022, 11:30 WIB
Diperbarui 29 Sep 2022, 11:30 WIB
Denny Wirawan

Fimela.com, Jakarta Denny Wirawan kembali mempersembahkan koleksi terbarunya. Selain koleksi terbaru yang diperuntukkan khusus musim semi dan musim panas 2023, koleksi kali ini juga memperingati 25 tahun Denny Wirawan berkarya sebagai desainer kenamaan tanah air yang konsisten mengangkat keindahan wastra Nusantara.

Diberi tajuk Langkah, Denny Wirawan menghadirkan koleksi terbaru yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation di Grand Ballroom InterContinental Jakarta Pondok Indah. Kecintaan Denny Wirawan terhadap wastra Indonesia selalu terlihat lewat koleksi-koleksi yang dihadirkannya, tidak terkecuali Langkah ini.

Dalam perayaan 25 tahun berkarya, Denny Wirawan mengangkat berbagai kain Bali, seperti kain tenun endek, kain gringsing, dan kain songket. Semua kain ini kemudian dipadukan dengan batik Kudus.

 

 

Denny Wirawan
Denny Wirawan Spring Summer 2023 "Langkah." Foto: Document/Denny Wirawan.
Denny Wirawan
Denny Wirawan Spring Summer 2023 "Langkah." Foto: Document/Denny Wirawan.
Denny Wirawan
Denny Wirawan Spring Summer 2023 "Langkah." Foto: Document/Denny Wirawan.
Denny Wirawan
Denny Wirawan Spring Summer 2023 "Langkah." Foto: Document/Denny Wirawan.
Denny Wirawan
Denny Wirawan Spring Summer 2023 "Langkah." Foto: Document/Denny Wirawan.

Denny Wirawan Spring Summer 2023

Denny Wirawan
Denny Wirawan Spring Summer 2023 "Langkah." Foto: Document/Denny Wirawan.

Seluruh materialnya didapatkan langsung dari perajin di berbagai pelosok Bali, lewat perjalanan yang dilakukan sendiri oleh Denny Wirawan. Pagelaran Langkah dihadirkan dalam 3 sequence, yang memamerkan koleksi ready to wear deluxe hingga gaun malam.

Di sequence pertama, Denny Wirawan menampilkan koleksi ready to wear, yang banyak menggunakan tenun endek. Tenun endek yang dihadirkan oleh Denny Wirawan dalam koleksi terbarunya ini, sebagian menggunakan proses pewarnaan alam, yang turut mendukung upaya ramah lingkungan di Singaraja.

Di sequence kedua, Denny Wirawan memilih kain gringsing yang didapatkannya dari perajin di Karangasem, yang kemudian dipadukannya dengan batik Kudus. Kain gringsing merupakan jenis kain warisan kebudayaan kuno Bali, biasa dipakai dalam upacara khusus.

Denny Wirawan
Denny Wirawan Spring Summer 2023 "Langkah." Foto: Document/Denny Wirawan.
Denny Wirawan
Denny Wirawan Spring Summer 2023 "Langkah." Foto: Document/Denny Wirawan.
Denny Wirawan
Denny Wirawan Spring Summer 2023 "Langkah." Foto: Document/Denny Wirawan.
Denny Wirawan
Denny Wirawan Spring Summer 2023 "Langkah." Foto: Document/Denny Wirawan.
Denny Wirawan
Denny Wirawan Spring Summer 2023 "Langkah." Foto: Document/Denny Wirawan.

Denny Wirawan Spring Summer 2023

Denny Wirawan
Denny Wirawan Spring Summer 2023 "Langkah." Foto: Document/Denny Wirawan.

Proses pembuatannya pun rumit, memakan waktu yang kemudian dikreasikan oleh Denny Wirawan, tanpa memotong helaian kainnya sama sekali. Sedangkan di sequence ketiga, Denny Wirawan menghadirkan kain songket Bali.

Selain memilih kain songket dengan proses pewarnaan alam, ada juga kain songket yang dibuat dengan prinsip sustainable fashion pada material benangnya. Benang pakan pada jalinan lungsin dan pakan tenunnya menggunakan sisa-sisa benang limbah yang dipintal ulang.

Hasilnya terlihat pada perpaduan warna unik jika dilihat dari dekat. Kain songket ini khusus dibuat para perajin dari daerah Sidemen.

Denny Wirawan
Denny Wirawan Spring Summer 2023 "Langkah." Foto: Document/Denny Wirawan.

Denny Wirawan Spring Summer 2023

Denny Wirawan
Denny Wirawan Spring Summer 2023 "Langkah." Foto: Document/Denny Wirawan.

Ada juga teknik pembuatan kain songket yang dicelup dengan menggunakan pewarna alam, setelah proses penenunan selesai, sehingga tekstur kainnya lebih lembut, nyaman dikenakan, dan harmoni warnanya lebih menyatu. Untuk melengkapi keseluruhan koleksinya, Denny Wirawan juga membuat perhiasan yang terinspirasi dari perhiasan otentik Bali, dikreasikan lebih modern oleh perajin perhiasan di Solo, Celuk, dan Bangli.

Material menggunakan logam khusus yang asalnya dari perajin di daerah Bangli saja. Material ini memiliki efek lentur dan tipis seperti kertas, yang hanya bisa menerima proses celup menggunakan emas asli, yaitu dengan kadar 22 dan 24 karat.

Seluruh rias wajah dan rambut pada pagelaran kali ini dipersembahkan oleh Oscar Daniel Make Up Artist & Team. Tidak lupa didukung oleh PT Bank Negara Indonesia, Persero Tbk, InterContinental Jakarta Pondok Indah, Sanitrue, dan Harpers Bazaar Indonesia.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela