Sukses

Fashion

Lezing Perkenalkan Pewarna Ramah Polusi Berbahan Dasar Serat Kayu

Fimela.com, Jakarta Belum lama ini, Lenzing Group selaku produsen serat khusus berbasis kayu tekemuka di dunia, telah memperkenalkan suatu teknik pendekatan baru yang dapat mengurangi polusi bahan tekstil. Pendekatan ini menggunakan kolaborasi dengan menggunakan bahan dasar dari kain dan benang TENCEL™ Lyocell.  

Tujuan dari pendekatan ini adalah dengan menggurangi penggunaan energi, air, cat, dan bahan kimia serta mengurangi polusi bahan tekstil. Namun hasil yang didapatkan akan sama bagusnya dengan cara tradisional. Lenzing mengharapkan teknik ini dapat memberikan efek washing seperti warna tradisional pada umumnya.

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan oleh Lenzing, kira-kira pendekatan teknik ini akan mengurangi penggunaan air sebesar 50 persen, sedangkan energi 40 persen, dan bahan kimia sebesar 60 persen. Dengan adanya pengurangan ini, polusi yang dihasilkan juga tidak banyak.

“Konsumen, desainer, dan produsen harus menjadi lebih sadar dengan apa yang mereka beli terhadap dunia. 

Produsen harus bisa berinovasi dan memastikan kalau inovasi tersebut dapat berdampak baik untuk lingkungan, disisi lain harus bisa memperluas peluang desain,” ujar Rex Mok, Vice President of Fiber Technical Marketing and Development di Lenzing.

Rex Mok menegaskan kembali kalau pendekatan yang telah dicetuskan perusahaannya dapat menciptakan tampilan washed atau vintage pada kain rajut tanpa melakukan proses bleeching. Dikita tahu bahwa dengan melewati prosess bleeching maka akan menggunakan banyak air. 

“Kami (Lenzing) akan terus bekerja dengan mitra pabrik untuk mendorong adopsi yang lebih luas dari pendekatan baru ini dan menjelajahi kemungkinan aplikasi baru dalam rantai nilai tekstil,” ujar Rex Mok.

 

 

Hadirkan potensi baru yang tidak terbatas

Dengan mengaplikasikan ini pada serat TENCEL™ Lyocell khususnya dengan pendekatan teknologi REFIBRA™, warna serta efek washed atau pudar dapat disesuaikan sesuai selera. Secara singkat, pendekatan ini dapat menjadi pilihan ideal untuk memproduksi pakaian siap pakai dan rajut, serta garmen dengan tampilan warna yang mirim dengan denim. 

 

Meningkatkan efisiensi produk dan penghematan biaya untuk mitra rantai nilai

Pewarna umum, organik, dan alami yang biasanya digunakan dalam pembuatan benang dan pabrink kain yang mana memang cocok untuk menggunakan pendekatan ini. Dengan menggunakan pendekatan teknik ini, warna yang dihasilkan tidak akan meninggalkan resedu warna di mesin. Selain itu, hambatan produksi juga akan menjadi lebih singkat dan mendukung pabrik kain dan benang untuk menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi.

Pendekatan ini menonjolkan sumber bahan baku berbahan dasar tumbuhan dan kemampuan pengurayan kembali kealam, TENCEL™ Lyocell dan TENCEL™ Modal memiliki tekstur yang lembut sehingga nyaman untuk digunakan. Selain itu, kelembutan pada serat juga tahan lama, memiliki warna yang cerah dan ketahanan warna yang kuat. Serat pada  TENCEL™ Lyocell sangatlah serba guna dan dapat dikombinasikan dengan serat tekstil lainnya. Dengan adanya managemen kelembapan, serat  TENCEL™ Lyocell secara effisien menyerap cairan. Menawarkan fleksibelitas desain, serat  TENCEL™ Modal dapat dicampurkan dengan serat lain dan diproses kembali ke mesin konfensional dan menghasilkan peningkatan kelembutan dan kenyamanan pada kain. 

Serat dan filamen yang digunakan pada produk  TENCEL™ sudah bersertifikan dan sesuai dengan kebijakan kayu serta Pulp Lezing. Setiap produk diproduksi dengan sedemikian rupa agar dapat memberi dampak kepada lingkungan dan produk bisa dijadikan kompos serta dapat teruraikan secara hayati.

 

*Fimela reporter Sherly Julia Halim

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading