Sukses

Fashion

Brand Fashion Lokal dan Internasional yang Rangkul Difabel sebagai Modelnya

Fimela.com, Jakarta Orang difabel seringkali dihadapkan pada stigmatisasi dan stereotip yang membuat mereka dipandangan sebelah mata oleh masyarakat. Beberapa faktor yang mungkin berperan termasuk kurangnya pemahaman tentang kehidupan mereka, kurangnya representasi yang memadai dalam media, dan ketidakmampuan masyarakat untuk melihat dan menghargai keberagaman kemampuan. Hal ini tentu saja dapat menyebabkan diskriminasi dan perlakuan yang tidak adil, menciptakan tantangan tambahan bagi orang dengan disabilitas. 

Misalnya, salah satu perlakuan diskriminasi kepada orang dengan disabilitas adalah dalam bidang pekerjaan. Masih banyak difabel yang kesulitan untuk mencari pelerjaan. Adanya stigma dan stereotip terhadap orang dengan disabilitas mungkin menimbulkan prasangka terhadap kemampuan atau produktivitas orang dengan disabilitas. Selain itu, beberapa tempat kerja mungkin tidak sepenuhnya terakses bagi orang dengan disabilitas, baik dalam hal fasilitas fisik maupun teknologi.

Untuk mengatasi hal itu, kita perlu membangun kesadaran, mengedukasi, dan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif agar orang dengan disabilitas memiliki peluang yang sama untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan. Orang dengan disabilitas mempunyai beragam bakat dan keterampilan yang dapat memberikan perspektif lain yang bisa memicu inovasi, kreativitas, dan pemecahan masalah yang lebih baik.

Disamping itu semua, masih ada brand yang membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk bekerja secara produktif. Salah satunya adalah brand fashion yang merangkul orang difabel sebagai model representasinya. Berikut adalah brand-brand fashion yang menjadikan orang dengan disabilitas sebagai modelnya.

Layak Indonesia

Layak Indonesia adalah brand fashion lokal yang mempekerjakan orang dengan disabilitas sebagai modelnya. Bisa dilihat pada akun Instagram resminya @layakofficial, seluruh modelnya adalah perempuan disabilitas. 

Layak Indonesia merupakan brand fashion yang menjual pakaian perempuan. Tidak hanya modelnya saja yang orang difabel, Layak Indomesia juga mempekerjakan oramg dengan disabilitas sebagai tim kreatifnya.

Didirikan oleh Karina Aprillia, Layak Indonesia memiliki komitmen untuk terus bekerja bersama teman-teman disabilitas. Dengan komitmennya tersebut, Karina dan tim bisa membuka lapangan kerja lebih luas, mengembangkan potensi, dan menyetarakan kehidupan teman-teman disabilitas.

Sean Sheila

Sean Sheila menjadi brand fashion lokal yang melibatkan difabel sebagai modelnya. Pada Jakarta Fashion Week 2019, Sean Sheila menggaet teman-teman disabilitas untuk menampilkan koleksi busananya. Selain itu, Sean Sheila sukses memamerkan koleksi busananya pada Paris Fashion Week 2022, yang mana juga melibatkan difabel sebagai modelnya, yaitu Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden Bidang Sosial.

Sean Sheila juga memberdayakan teman-teman disabilitas dalam proses produksinya. Sejak didirikan dari tahun 2014, Sheila Agatha Wijaya dan Sean Loh, pendiri Sean Sheila, sudah mulai mempekerjakan orang difabel dalam tim produksinya. Dilansir dari Liputan6, Sean Sheila bekerja sama dengan sekolah luar biasa Purbalingga sejak saat itu hingga sekarang.

Unhidden

Selanjutnya, brand fashion internasional yang memberdayakan difabel sebagai modelnya adalah Unhidden. Unhidden merupakan brand asal British yang menjual pakaian untuk orang dengan dan tanpa disabilitas yang terlihat maupun tidak terlihat. Unhidden didirikan oleh seorang difabel, Victoria Jenkins, pada tahun 2016. Ia merupakan seorang ahli teknologi pakaian yang beralih menjadi desainer khusus disabilitas. 

Unhidden menawarkan pakaian yang modis dan dapat disesuaikan yang memenuhi kebutuhan orang disabilitas, dari berbagai usia. Brand fashion ini berkomitmen untuk menghadirkan pakaian yang mudah diakses, termasuk dalam segi harga. Tidak hanya memberdayakan orang dengan disabilitas sebagai modelnya saja, Unhidden juga menawarkan peluang magang kepada calon profesional industri fashiom dari kalangan disabilitas, penyakit kronis, neurodivergent, dan komunitas kesehatan mental. 

Tommy Hilfiger

Brand fashion lain yang memberdayakan difabel sebagai modelnya adalah Tommy Hilfiger. Pada tahun 2017, Tommy Hilfiger meluncurkan koleksi Adaptive mereka untuk memudahkan orang dewasa dan anak-anak dengan disabilitas fisik dan mental bisa berpakaian sendiri. Koleksi ini membantu difabel untuk menghadapi masalah mobilitas, keterbatasan keterampilan, kehilangan anggota tubuh, atau disabilitas lainnya. 

 

Penulis: Denisa Aulia.

#BreakingBoundaries

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading