Segarkan Rumah dengan Home Organizing Bareng Lyfe With Less dan POI

Febriyani Frisca02 Mar 2021, 13:26 WIB
Diperbarui 02 Mar 2021, 21:22 WIB
Segarkan Rumah dengan Home Organizing Bareng Lyfe With Less dan POI

Fimela.com, Jakarta Selama pandemi ini, banyak kegiatan yang harus diadakan secara daring. Tak terkecuali Lyfe With Less, komunitas gaya hidup minimalis yang berbasi di Jakarta. Agar terus memberi insight seputar gaya hidup minimalis bagi para anggota, Komunitas Lyfe With Less mengadakan LWL Class, acara bulanan secara online lewat video konferensi Zoom Webinar bersama para pakar.

Sukses dengan LWL Class volume pertama bertajuk 'Learning To Let Go Intentionally' yang diadakan pada 16 Januari 2021, Lyfe With Less kembali mengadakan LWL Class volume ke-dua dengan tema 'Home Organizing 101' dengan mengundang Tiara Astari, Certified Professional Organizer.

Sesuai dengan tema acara, pada LWL Class yang diadakan pada 27 Februari 2021 lalu tersebut membahas seputar teknik dasar dalam mengatur rumah menurut standar profesional organizer. "Sebagai professional organzer itu kami punya standar sendiri, tapi ketika seseorang sudah bahagia brati visi kita sudah tercapai," kata Tiara, yang juga ketua Professional Organizer Indonesia (POI).

Segarkan Rumah dengan Home Organizing Bareng Lyfe With Less dan POI
Cynthia, founder Lyfe With Less. (Foto: Fimela.com)

"Pada webinar kali ini, kita bicara tentang ruangan fisik, di mana ruangan itu isinya ditata sedemikian mungkin, baik posisi maupun proposisinya sehingga orang di dalam rumah itu bahagia, punya tempatnya masing-masing," lanjutnya.

Lebih lanjut, Tiara memberikan teknik dasar mengatur rumah berdasarkan ilmu dan pengalamannya sebagai professional organizer. "Pertama itu kita perlu See It, kita melihat dan memahami apa yang terjadi di ruangan tersebut sehingga menyebabkan clutter (kekacauan) bagi pemilik rumah, karena kacau buat satu orang belum tentu kacau bagi orang lain," jelas Tiara.

"Kedua itu Plan It, ini yang membedakan cara kerja kami dengan dilakukan otodidak, kami butuh banget goal yang jelas, jadi time-nya konkrit, goal-nya juga realistik, lalu ada SOTRS (Select, Organize, Review, Transform, Simplify)," tambah Tiara.

Bagi sebagian orang, rumah yang berantakan mungkin hanya membuat kita lelah membereskannya, tapi Tiara mengatakan bahwa secara tidak sadar, situasi kacau dalam rumah bisa membuat kita bisa mengalami keterlambatan, karena tidak fokus dan membuat kita menghabiskan waktu untuk mencari barang.

gaya hidup minimalis
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@bongkarn-thanyakij-683719

Kekacauan dalam rumah biasanya disebabkan oleh tiga tingkatan diagnosis, yaitu Technical Error atau ketidakmampuan kita mengatasi barang rusak di dalam rumah sehingga menyebabkan kekacauan lain, lalu External Realities, contohnya ketika WFH, kita membawa barang-barang di kantor ke rumah tapi kita juga belum siap, yang ketiga adalah Psychological Obstacle, yaitu tingkat attachment pada suatu barang sangat tinggi, bahkan terhadap sampah," jelas Tiara.

Professional Organizer Indonesia sendiri telah mengerjakan lebih dari 35 proyek yang meliputi pengaturan rumah pribadi, membuat desain penyimpanan, perencanaan ruang, small business organization, dan kerja sama bersama komunitas seperti Lyfe With Less ini. Info lebih lanjut soal home organizer, Sahabat Fimela bisa kunjungi akun Instagram @professionalorganizerid dan @lyfewithless, ya!