Serupa Tapi Tak Sama, Yuk Cari Tahu Perbedaan antara Crepes dan Kue Leker

Gayuh Tri Pinjungwati24 Nov 2021, 11:15 WIB
Diperbarui 24 Nov 2021, 11:15 WIB
leker

Fimela.com, Jakarta Selain makanan utama, camilan telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Rasanya, ada yang kurang lengkap dari keseharian kita apabila tidak mengkonsumsi ragam camilan lezat dengan banyak pilihan rasa baik gurih, manis, asin atau pedas. 

Nah, bila berkunjung ke Jawa Tengah, Sahabat Fimela mungkin akan menjumpai camilan manis yakni kue leker. Kue ini memiliki bentuk yang tipis dengan berbagai isian topping. Yang paling umum, isian dari leker adalah buah pisang dan meises. Tapi, ada juga lho, camilan yang mirip dengan kue leker. Crepes merupakan camilan yang mirip sekali dengan leker. Lalu seperti apa untuk membedakannya? Yuk, langsung simak selengkapnya di bawah ini. 

Sejarah dan Negara Asal

Seperti namanya yang kebarat-baratan, crepes memang berasal dari Eropa sejak abad ke 13. Tepatnya dari Bretagne, sebuah wilayah di Prancis bagian barat. Dari situ, konsumsi crepes meluas ke seluruh dunia. Istilah crepes sendiri berasal dari bahasa latin “Crispa” yang berarti keriting. Belakangan, istilah crepes sering merujuk pada pancake kering dan tipis.

Di sisi lain, kue keker sendiri merupakan kuliner khas tanah air. Tidak ada literatur pasti mengenai asal muasal leker. Namun, beberapa sumber menyebutkan kue leker sebagai jajanan khas dari kota Solo dan Surabaya. Menurut halaman resmi Pemerintah Surakarta, dahulu kala banyak orang Belanda yang tinggal di Solo dan menyukai jajanan yang satu ini.  Leker awalnya berasal dari bahasa Belanda yaitu Lekker, yang artinya enak. Setiap orang Belanda selesai memakan jajanan itu sering diakhiri dengan mengucap kata Lekker. Nah dari situlah tercipta nama makanan ini. 

Perbedaan Bentuk

Ilustrasi kue leker | Hakim Santoso dari Pexels
Ilustrasi kue leker | Hakim Santoso dari Pexels

Cara paling mudah untuk membedakan crepes dan kue leker adalah dengan melihat lipatan kulitnya. Kue leker umumnya hanya berbentuk satu lipatan. Sebaliknya, crepes di Indonesia biasanya berbentuk lebih dari satu lipatan.

Perbedaan bentuk ini kemungkinan terkait dengan wadah yang digunakan. Adonan leker biasanya akan dituang dalam wajan cembung bulat yang mirip seperti teflon. Itulah yang mengakibatkan lapisan pinggir leker lebih tipis ketimbang bagian tengah. Sementara itu, crepe dimasak menggunakan wajan datar dan rata sehingga membuat topping nya bisa disebarkan di semua bagian. 

Perbedaan Cara Pembuatan

Kue leker umumnya dimasak di atas api arang. Kamu juga pasti familiar dengan cara penjual leker memasak adonannya dengan memutar-mutar wajannya, bukan? Kemungkinan, hal tersebut dilakukan untuk menghasilkan kematangan dan tekstur garing yang merata di lapisan kulitnya.

Berbanding terbalik, crepes yang biasa kita jumpai umumnya telah menggunakan listrik sebagai sumber api untuk mengolah adonan. Hal ini membuat tingkat kematangan dan tekstur garing yang sangat merata di seluruh lapisan kulitnya.

Perbedaan Topping

kue leker
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Mengingat ukurannya yang lebih kecil, kue leker umumnya tersedia dalam topping yang lebih terbatas. Meskipun begitu, hal tersebut sangatlah wajar mengingat Leker memiliki harga yang lebih murah dibandingkan Crepes. Dahulu kala, topping leker terdiri dari pisang dan gula coklat. Seiring perkembangan zaman, kue leker kini tersedia dalam varian topping seperti pisang coklat, pisang coklat keju, keju susu, coklat keju, blueberry atau aneka rasa buah lainnya. Namun, ada juga beberapa penjual Leker yang mengkreasikan lekernya dengan berbagai topping modern, unik dan berlimpah.

Sementara itu, crepes bisa dijumpai dengan topping yang sangat beragam, baik varian asin ataupun varian manis. Salah satu tempat yang menyediakan crepes dengan berbagai varian adalah Crepe Signature yang salah satu outlet nya terletak di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Crepe di tempat ini memiliki beberapa varian seperti Sweety Crispy dan Fruity Crispy untuk penggemar manis, serta Savoury Crispy untuk kamu yang menggemari Crepes dengan topping unik seperti tuna, ayam, seafood, kepiting, dan masih banyak lagi. Varian-varian unik tersebut tersedia dengan harga mulai dari Rp15.000-Rp37.000. Kabar baiknya, menu-menu Crepe Signature bisa didapatkan dengan lebih hemat menggunakan Voucher Cashback 100% dari ShopeePay selama periode kampanye ShopeePay Day pada 22-24 November dan Shopee Mantul Sale pada 25-27 November. Crepe Signature juga tersedia di layanan pesan antar makanan ShopeeFood untuk memfasilitasi pelanggan yang membatasi aktivitas di luar rumah.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela