Diary Fimela: Berawal dari Sang Oma Membuat Camilan Sehat di Tahun 1980, Kini Produknya Dipasarkan Hingga Mancanegara

Anisha Saktian Putri06 Jan 2022, 16:00 WIB
Diperbarui 06 Jan 2022, 16:22 WIB
Dibuat Sejak 1980, Telur Gabus Kata Oma Kini Merambah Pasar Internasional

Fimela.com, Jakarta Banyak yang mengira jika camilan berbahaya bagi kesehatan apalagi bisa membuat gemuk. Padahal camilan salah satu pemenuhan gizi keluarga 10-25 persen per-hari.

Namun, memilih camilan juga tidak boleh asal agar bermanfaat bagi kesehatan. Inilah yang melatarbelakangi brand camilan, Kata Oma dibuat.

Furiyanti selaku Founder Kata Oma mengatakan berawal dari ekspresi cinta Seorang Oma pada keluarganya, untuk membuat camilan yang sehat. Dari situlah tercipta telur gabus dengan mengandalkan resep turun temurun sejak tahun 1980.

Sejak 1980, camilan telur gabus ini menggunakan bahan-bahan dasar alami yang terbaik dan proses produksi yang sudah terstandarisasi sehingga terjaga kualitasnya yang konsisten.

"Kata Oma datang dari keprihatinan oma saya dan beliau memiliki standar tinggi dalam membuat camilan seperti enak dengan bahan-bahan alami seperti tidak ada MSG dan pengawet. Akhirnya ia meracik sendiri telur gabus tersebut untuk anak dan cucunya," ujar Furiyanti kepada Fimela.com.

Bertahun-tahun kemudian, telur gabus buatan Oma ini menjadi favorit keluarga, bahkan kerabat dekat dan selalu ada disetiap acara. Atas banyaknya permintaan, ditahun 2016 akhirnya dilakukan sistem PO untuk memesan telur gabus buatan Oma dan dipasarkan dengan nama Telur Gabus Cooocok.

"2016 itu semakin meluas, banyak yang mencoba telur gabus buatan oma. Saya bawa ke rekan kerja dan komunitas. Lalu pada suka, akhirnya kami buka PO yang dibantu oleh ART dan tante saya," tambahnya.

Semakin banyak pesanan di tahun 2018 hingga mengubah nama

Dibuat Sejak 1980, Telur Gabus Kata Oma Kini Merambah Pasar Internasional
Dibuat Sejak 1980, Telur Gabus Kata Oma Kini Merambah Pasar Internasional

Di tahun 2018, pesanan semakin banyak dan bisnis oma pun dilanjutkan oleh putri serta kedua rekannya dengan skala yang lebih besar. Jika sebelumnya dengan nama Telur Gabus Cooocok, kemudian diubah menjadi Telur Gabus Kata Oma.

Meski mengubah nama, namun resep legendaris tetap digunakan dengan membawa misi Oma untuk menyediakan camilan alami yang aman untuk seluruh keluarga.

"2018 kami mulai serius membuat camilan sehat untuk keluarga Indonesia. Dengan varian telur gabus gula aren dan keju,' tulisnya.

Bisnis pun semakin meningkat, di tahun 2019 Kata Oma mulai dipasarkan melalui reseller, kemudian modern trade. Dari 50 reseller terjual 300 karton, penjualan 1000 karton dari modern trade, dan mencapai 3000 karton diclosing 2019.

Inovasi pun terus dilakukan, misalnya saja di tahun 2020 meluncurkan varian dengan tema rasa otentik Indonesia yaitu Gula Aren, Keju Cheddar, Telur Asin Brebes dan Balado Padang.

Lalu mulai memasarkannya di berbagai chanel e-commerce. Serta mendapatkan investasi dari UNIFAM. Bahkan berkesempatan memenangkan Best UMKM Award Brilianpreneur 2020.

Memasuki 2021 meski pandemi, Kata Oma sudah memiliki 1000 reseller di seluruh Indonesia. Memasarkan lebih dari 30.000 jaringan modern trade seluruh Indonesia, hingga memulai eksport ke beberapa negara seperti USA, Australia, China, dan Vietnam.

"Dan akan menyusul Malaysia dan Korea," tuturnya.

Tak hanya menjadi camilan yang sehat, Furiyanti juga mengatakan Telur Gabus Kata Oma ini ingin membawa nostalgia kehangatan keluarga.

"Alasan kami memilih telur gabus karena camilan ini asli Indonesia dan populer namun sayangnya hanya dimakan saat hari besar saja. Maka dipilihlah telur gabus, camilan yang dapat mengembalikan nostaligia bersama keluarga," ucapnya.

Furiyanti selaku Founder Kata Oma
Furiyanti selaku Founder Kata Oma

Kampanye #BenarBenarAsliAlami

Kampanye #BenarBenarAsliAlami
Kampanye #BenarBenarAsliAlami

Telur Gabus Kata Oma pun berinisiasi dengan meluncurkan sebuah kampanye yaitu #BenarBenarAsliAlami. Furiyanti mengatakan, kampanye ini merupakan sebuah gerakan edukasi bagi para ibu dalam memilih camilan yang alami dan aman bagi keluarga.

"Sebagai brand yang memiliki perhatian terhadap Ibu dan keluarga, Telur Gabus Kata Oma menganggap seorang ibu sebagai perekat dan penjaga kehangatan keluarga memiliki peran penting dalam memilih camilan yang aman serta terbaik bagi anak dan keluarga," ujarnya.

Isabel Yuliani Wijaya, Brand Manager Telur Gabus Kata Oma mengatakan, Telur Gabus Kata Oma memahami keterbatasan seorang Ibu ketika mencari informasi yang valid seputar keluarga.

"Kecenderungan tersebut membuat Telur Gabus Kata Oma berinisiasi menciptakan sebuah platform berinteraksi secara nyaman dan aktual antar ibu terkait isu-isu terkini," ungkapnya.

Salah satu program yang berkaitan dengan campaign #BenarBenarAsliAlami adalah Mammamia #HappyMomHappyFam.

Mammamia merupakan sebuah program kolaborasi Kata Oma dan Komunitas Ibu se-Indonesia. Program tersebut berupa workshop, talkshow, webinar dengan tema seputar pangan aman dan alami, parenting, gaya hidup, entrepreneurship, dan entertainment.

Program ini mengundang komunitas Ibu-Ibu dengan target umur 28 - 40 tahun untuk mendaftar melalui Instagram Kata Oma dan setiap bulannya akan terpilih satu komunitas yang diakomodir secara gratis oleh Tim Kata Oma dalam penyelenggaraan program Mammamia.

#womenforwomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela