Mengenal Teppanyaki, Teknik Memasak Khas Jepang yang Oriental

Imelda Rahma24 Mei 2022, 05:24 WIB
Diperbarui 24 Mei 2022, 06:16 WIB
Teppanyaki

Fimela.com, Jakarta Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan kuliner khas Jepang yang punya cita rasa unik. Berbicara soal kuliner Jepang, pernahkah kamu mendengar istilah teppanyaki? 

Teppanyaki merupakan gaya masakan Jepang, berasal dari kata 'teppan' (piring besi) dan 'yaki' (panggang, rebus, atau goreng). Jadi, secara harfiah berarti 'memanggang di atas pelat besi'. Hidangan yang dimasak menggunakan piring besi antara lain daging, seafood, dan mie.

Teppanyaki adalah kombinasi dari cita rasa Timur dan lauk pauk Barat, yakni ketika teknik memasak Jepang kuno berpadu dengan seni pertunjukan modern. Mau tahu lebih banyak soal teppanyaki?

Berikut Fimela.com kali ini akan mengulas serba-serbi teppanyaki yang dilansir dari beragam sumber. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Asal Usul Teppanyaki

Asal Usul Teppanyaki
Ilustrasi teppanyaki/credit: unsplash.com/richard

Seni memasak teppanyaki sudah ada sejak 200 tahun yang lalu di Jepang, tepatnya dimulai pada tahun 1900-an, dengan makanan yang disiapkan di atas panggangan kecil oleh keluarga. Adapun restoran teppanyaki pertama, Misono, dibuka di Kobe pada tahun 1945. Restoran ini memperkenalkan ide memasak makanan yang dipengaruhi budaya Barat, yakni memasak di atas panggangan teppan besar di depan para tamu di restoran. 

Meskipun berasal dari budaya Jepang, teppanyaki justru sangat terkenal di kalangan orang asing. Orang asing suka menonton manuver terampil koki saat mereka menyiapkan makanan dan masakan itu sendiri, yang lebih akrab daripada hidangan tradisional Jepang. Seiring berjalannya waktu, teppanyaki pun berkembang menjadi bentuk seni yang menarik, lebih dari sekedar teknik memasak makanan biasa. 

Cara Memasak Menggunakan Teknik Teppanyaki

Cara Memasak Menggunakan Teknik Teppanyaki
Ilustrasi teknik memasak teppanyaki/credit: unsplash.com/Daniel

Sebagai teknik memasak yang menggabungkan seni tradisional dengan budaya modern, pertunjukan teppanyaki dimulai dengan para tamu yang dipersilakan untuk duduk di meja besar dengan panggangan teppan di tengahnya. Sementara itung sang koki akan berdiri di dekat meja dan melakukan pertunjukan untuk mereka. 

Atraksi dimulai dengan perkakas, di mana pisau, garpu, dan spatula dilempar, dibalik, dipukul, dan dibunyikan bersama. Selanjutnya, koki dengan terampil memotong dan memotong makanan, lalu dengan cepat menyalakan panggangan, menciptakan pesta yang kuliner dan menghibur secara visual. 

Salah satu hal terbaik tentang memesan teppanyaki adalah kamu dapat memilih koki dan memberi tahu mereka bagaimana hidangan yang kamu inginkan. Selain itu, kamu juga bisa menentukan jenis dan jumlah bumbu serta minyak yang kamu inginkan dalam masakan.

Perbedaan Teppanyaki dan Hibachi

Perbedaan Teppanyaki dan Hibachi
Ilustrasi hibachi/credit: unsplash.com/Frank

Teppanyaki kerap dianggap serupa dengan teknik memasak hibachi, padahal keduanya berbeda. Hibachi adalah teknik memasak khas Jepang dengan menggunakan piring logam dengan panas yang tinggi. Sebenarnya, hibachi secara harfiah berarti "mangkuk api", mengacu pada bentuk bulat dari wadah terbuka di mana kayu atau arang dibakar untuk mendapatkan panas.

Meskipun pelat besi yang digunakan teppanyaki mirip dengan hibachi, namun karakteristik pelatnya besinya amat berbeda. Teppanyaki menggunakan wajan besi datar yang dipanaskan dengan propana. Sedangkan hibachi menggunakan panggangan melingkar yang terbuat dari kayu atau keramik yang dilapisi logam dan memiliki jeruji terbuka. 

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela