Sukses

Food

Indonesia Krisis Stok Gandum, Jokowi Minta Sorgum, Sagu, dan Singkong Jadi Alternatif Pengganti

Fimela.com, Jakarta Stok gandum di Indonesia mengalami krisis akibat perang Rusia dan Ukraina. Untuk menangani krisis ini Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) memilih sorgum, sagu, dan singkong sebagai substitusi dari gandum. Pernyataan Presiden Jokowi ini disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

“Tentu kita harus mengembangkan tanaman pengganti ataupun substitusi dari gandum. Indonesia tentu punya beberapa alternatif selain sorgum, itu bisa juga dari tanaman sagu dan singkong,” kata Airlangga di Istana Negara Jakarta, Kamis (4/8).

Menko Airlangga mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah meminta Kementerian Pertanian untuk menyiapkan sintan dan ternak. Selain itu, Jokowi juga meminta Kemenko Perekonomian menyiapkan road mapnya. Sehingga, ekosistem daripada sorgum bisa terbentuk di Kabupaten Waingapu, Nusa Tenggara Timur.

Pemerintah Dorong Perluasan Kapasitas Lahan Sorgum, Sagu, dan Singkong

Airlangga mencatat saat ini pemerintah tengah mendorong kapasitas luasan lahan. Tujuannya agar penanaman tiga komoditas yang dipilih menjadi pengganti gandum, yakni sorgum, sagu, dan singkong, bisa diproduksi lebih banyak. Keberlanjutan produk dan juga mendapatkan off taker atau penjamin komoditas hasil hutan kelompok tani hutan. Salah satu off taker dipertimbangkan oleh pemerintah adalah industri pakan ternak.

Airlangga menjelaskan industri pakan ternak sekarang bahan bakunya 50 persen jagung dan 50 persen protein lain dan tentu dari protein lain ini salah satunya sorgum bisa dijadikan off taker untuk pakan ternak. Tidak hanya mendorong perluasan lahan dan off taker, Airlangga juga menyampaikan bahwa Presiden Jokowi juga mengungkapkan akan perlunya mempersiapkan pengembangan bio ethanol oleh Kementerian BUMN dan ESDM.

Badan Riset Inovasi Nasional Ikut Andil

Presiden Jokowi juga memerintahkan pada Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) untuk ikut terlibat dalam pengembangan tiga komoditas pengganti gandum. BRIN diharapkan bisa terus mengembangkan fasilitas sorgum.

Selain itu, Jokowi juga memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  untuk mempersiapkan fasilitas irigasi atau embung dipersiapkan di wilayah klaster pertama yang dicoba di NTB

“Dalam klaster pertama diharapkan dalam 100 hari ini bisa dievaluasi, karena tanaman ini adalah tanaman bersifat 3 bulanan dan memang kita akan memperluas wilayahnya di Waingapu,” Airlangga menutup.

Penulis: Tasya Fadila

#Women for Women

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading