Piala Dunia Qatar 2022, ini 7 Makanan Khas Qatar yang Bisa Kamu Coba

Fimela Reporter10 Des 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 10 Des 2022, 11:00 WIB
Piala Dunia Qatar 2022, ini 7 Makanan Khas Qatar yang Bisa Kamu Coba

Fimela.com, Jakarta Menonton Piala Dunia 2022 di Qatar, tentu akan terasa kurang apabila kamu tidak menikmati beberapa masakan lokal dan tradisional negara tersebut. Kamu wajib mencoba wisata kuliner saat sedang berlibur di negara manapun. Dengan mencoba wisata kuliner akan membuat liburan kamu semakin tidak terlupakan.

Dilansir dari middleeasteye.net, pilihan makanan Qatar mewakili populasi ekspatriatnya yang berjumlah 2,3 juta orang, dengan restoran khusus yang menyajikan makanan dari kampung halamannya, di mana pun asalnya. Dengan luas 132 kilometer persegi, Qatar adalah salah satu negara terkecil di dunia, dan saat ini juga salah satu yang terkaya dengan kancah kuliner internasional.

Jauh dari kancah kuliner global, hidangan klasik Qatar biasanya merupakan hidangan satu panci yang dimasak menggunakan makanan yang secara tradisional bersumber secara lokal di darat dan laut, dengan ikan yang disajikan dalam hidangan musim panas dan daging di bulan-bulan musim dingin.

Berikut merupakan beberapa makanan khas yang masih disiapkan di rumah-rumah Qatar yang wajib kamu coba saat berlibur ke negara ini.

Makanan khas Qatar

Piala Dunia Qatar 2022, ini 7 Makanan Khas Qatar yang Bisa Kamu Coba
ilustrasi machboos. Credits: pexels.com by dhiraj jain

1. Machboos

Machboos merupakan hidangan nasional Qatar yang mirip dengan biryani, makanan khas dari India. Hidangan ini juga populer di negara lain, seperti Bahrain, Kuwait, dan UEA, dengan variasi hidangan yang berbeda.

Nasi basmati biasanya menjadi bahan dasar hidangan ini, dicuci lalu dimasak dengan kaldu, sebelum ditambahkan protein panggang, biasanya ayam, tetapi domba, ikan, atau bahkan unta juga sangat populer di hidangan ini.

Rempah yang digunakan pada machboos adalah bawang putih, jahe, paprika, dan campuran rempah-rempah Qatar yang dikenal sebagai bizar. Bizar adalah campuran jintan, ketumbar, jahe, kayu manis, kunyit, dan lada hitam, bersama dengan loomi, bahan unik yang diimpor ke Qatar dari Oman, mirip dengan campuran rempah-rempah baharat

Loomi, atau jeruk nipis kering hitam yang terlihat seperti arang yang membuat machboos istimewa dan menambahkan rasa asam yang unik pada hidangan. Setelah hidangan matang, disajikan dengan tambahan taburan jus lemon untuk melengkapi rasa getir loomi.

2. Khubs rgag

Piala Dunia Qatar 2022, ini 7 Makanan Khas Qatar yang Bisa Kamu Coba
ilustrasi khubs rgag Credits: unsplash.com by Sergio Contreras

Khubs rgag adalah roti pipih setipis kertas yang terbuat dari tepung, air, dan garam. Adonan diuleni lalu digulung untuk dimasak di atas tawaah, piring besi datar besar yang secara tradisional dipanaskan di atas bara.

Khubs rgag teksturnya mirip dengan roti dosa dan banyak ditawarkan sebagai jajanan kaki lima. Sebagai sentuhan modern pada makanan tradisional, beberapa penjual menyajikannya dengan keju dan selai Nutella sebagai topping. Ada juga penjual khubs rgag yang menyajikan roti ini dengan telur, menyesuaikannya dengan selera pelanggan.

3. Thareed

Piala Dunia Qatar 2022, ini 7 Makanan Khas Qatar yang Bisa Kamu Coba
ilustrasi thareed/copyright shutterstock/Nawalescape

Thareed adalah hidangan sup khas Qatar yang dimasak menggunakan pot tanah liat berukuran besar. Thareed merupakan sup kaldu ayam atau domba dan saus tomat yang lezat, dimasak di atas kompor dengan sayuran musiman, sering kali termasuk kentang, wortel, bawang bombay, dan buncis. Khubz rgag atau roti pipih biasanya disajikan dalam menikmati thareed.

4. Harees

Harees merupakan hidangan bubur yang bertekstur kental yang terbuat dari gandum yang direndam semalaman dan ditumbuk kasar. Kemudian direbus dan dimasak secara perlahan dengan potongan daging domba atau ayam selama 5-6 jam. Harees dibumbui dengan kayu manis dan jintan, dan disajikan dengan ghee di atasnya

5. Madrouba

Piala Dunia Qatar 2022, ini 7 Makanan Khas Qatar yang Bisa Kamu Coba
ilustrasi madrouba (Instagram/Whonoms)

Madrouba adalah bubur nasi yang harum dan dibumbui dengan protein di atasnya. Proses memasak madrouba cukup lama. Nasi direbus selama berjam-jam dengan campuran susu dan mentega, serta bumbu kapulaga. Kunci untuk menyempurnakan hidangan ini terletak pada pencampuran semua bahan yang memungkinkan rasa menyatu dan memberikan rasa smoky.

Madrouba paling enak disajikan panas mengepul, sebagai makanan rumahan yang sempurna. Hidangan seperti madrouba sering diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dengan masing-masing keluarga menambahkan sentuhan mereka sendiri. Meskipun cara pembuatannya secara tradisional menggunakan nasi, namun untuk mempersingkat waktu memasak, sebagian orang akan membuatnya dengan menggunakan gandum atau oat.

6. Balaleet

Piala Dunia Qatar 2022, ini 7 Makanan Khas Qatar yang Bisa Kamu Coba
Ilustrasi balaleet/copyright shutterstock/MAR007

Balaleet merupakan hidangan yang biasa disajikan untuk sarapan. Terbuat dari bihun manis yang dimasak dengan mentega, serta kayu manis, kunyit, dan kapulaga. Bagian atasnya diberi dengan telur dadar.

Proses pertama yang dilakukan, bihun dipanggang sebentar hingga berwarna keemasan, lalu direbus hingga al dente. Manisnya mi berpadu dengan asinnya telur membuat hidangan ini penuh cita rasa. Balaleet dapat disajikan panas untuk sarapan atau dingin sebagai hidangan penutup, tetapi juga dimakan sebagai camilan kapan saja sepanjang hari. Hidangan ini berpadu sempurna dengan karak chai, milk tea, atau kopi Arab.

7. Luqaimat

Piala Dunia Qatar 2022, ini 7 Makanan Khas Qatar yang Bisa Kamu Coba
Ilustrasi luqaimat/copyright shutterstock/Sanoop.cp

Luqaimat merupakan makanan penutup berbentuk seperti bola adonan mini yang terbuat dari adonan tepung yang digoreng dan bisa dicelupkan ke dalam sirup gula, madu, atau bahkan sirup kurma. Ada banyak variasi makanan ringan ini, di Turki hidangan ini dikenal sebagai lokma.

Luqaimat memiliki tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam. Camilan manis berukuran kecil ini juga merupakan makanan penutup yang populer selama Ramadan, dan paling enak dinikmati saat hangat dan baru dibuat.

 

*Penulis: Sri Widyastuti

#WomenForWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela