Sukses

Food

Diary Fimela: Menerapkan Ilmu Arsitek dalam Dekorasi Cake Minu Cook Capai Omzet Belasan Juta Rupiah

Fimela.com, Jakarta Siapa yang tidak suka momen ulang tahun? Hari dimana saatnya berbahagia untuk merayakan bertambahnya usia. Bukan ulang tahun namanya jika belum ada lilin yang ditiup diatas cake. Walaupun tidak semua orang dapat dan suka merayakannya, namun ulang tahun adalah alasan yang tepat untuk memakan sepotong kue.

Minu Cook adalah tempat yang cocok untuk memberikan kerabat, kekasih, atau orang tua mu berbagai macam bentuk cake yang unik dengan komposisi rasa yang pas. Berbagai konsep dan ide unik tersedia di Minu Cook, mulai dari Cake bertingkat, Bouquet Flower cake, sampai Animasi 3D Cake

Meisya Devi Lismawan, sosok di balik bisnis cake bernama Minu Cook yang menyediakan berbagai macam art cake. Berawal dari keisengan Meisya untuk membuat kue ulang tahun untuk sang ayah di tahun 2021. Hanya bermodalkan hobi dan internet, sukses untuk membuat kado special untuk ayahnya.  

Awal mula merintis bisnis

“Pas bulan Juni 2021 aku iseng bikin Mirror Glaze Cake untuk ayah ulang tahun, belajar dari YouTube dan browsing Google, alhamdulilah jadi," ujarnya. 

Keinginan untuk membuka usaha kue ini muncul ketika Meisya membagikan postingan beberapa kue hasil karyanya dan mendapatkan feedback yang baik dari teman-temannya. Dari situlah ia mulai serius untuk menerima pesanan kerabat dekatnya, informasi ia berjualan pun tersebar dari mulut ke mulut.

Dukungan dari keluarga membuatnya semangat

Dengan banyaknya dukungan dari keluarga dan teman-teman, Meisya akhirnya dapat berada di posisi nya saat ini. “Ada dukungan dari orang sekitar, jadi kalo ngandelin diri sendiri kayanya nanti-nantian dan malah gajadi jualan” Ucapnya.

Meisya memilih nama Minu Cook dan menjadikannya nama username Instagramnya @Minu.cook, karena terinspirasi dari bahasa Estonian yang artinya miniku.

Di era digital saat ini, sudah banyak pesaing yang memiliki bisnis kue online seperti Minu Cook. Meisya tidak merasakan adanya tantangan, sebaliknya ia suka bertukar ilmu dan pengalaman sehingga makin bisa lebih belajar.

“Dan aku merasa ga ada saingan sih karena jualan korean cake ini kan design cake itu beda-beda ciri khas," lanjutnya.

Impian untuk membuka toko

Tentu menjadi impian Meisya untuk membuka toko kue pertamanya. Namun, membuat sebuah toko offline tentu memakan biaya yang besar, pada dasarnya Meisya ingin menjalankan bisnis ini secara fun dan tidak berburu-buru.

Maka dari itu, Meisya tidak ingin mengambil risiko dan perlahan dapat membuka toko kuenya sendiri saat semua kondisi sudah mendukung. 

Hanya dengan modal awal sendiri Rp200 ribu dan alat-alat masak dirumah, di Umurnya 23 tahun ini omzet nya bisa mencapai belasan juta rupiah. Tidak diragukan lagi kualitas desain dan cita rasa cake dari Minu Cook, karena Meisya sendiri merupakan lulusan Arsitek dan fokus menjalankan bisnis kue ini.

Bukan sekedar hobi

Dukungan orang tua memang sangat berpengaruh. Awal berjualan kue, Meisya didukung orang tuanya, tetapi hanya untuk sebatas hobi saja. Tetap diharuskan untuk bekerja sebagai arsitek, namun Meisya dapat membuktikan bahwa hobi nya tersebut bisa menjadi pekerjaan tetap dan menguntungkan seperti pekerjaan lainnya. 

“Awal orderan dari satu teman ke teman yang lain seminggu bisa cuma 3 / 4 orderan,”

“Sekarang setelah hampir 2 tahun, orderan bisa sampe 5 / 6 cake perhari” lanjutnya. 

Motivasi untuk kaum muda

Sebuah motivasi untuk kaum muda agar segera memulai melakukan hal yang mereka sukai, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. 

Minu Cook menerima custom design dan dapat diskusi langsung untuk memilih design cake yang di inginkan. Informasi katalog dan harga lengkapnya dapat mengunjungi Instagram @Minu.cook.

 

*Penulis: Balqis Dhia.

#Breaking Boundaries

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading