Sukses

Food

Resolusi Baru Jadikan Tubuh Sehat dengan Tips Atur Pola Makan Selama Liburan Tahun Baru

Fimela.com, Jakarta Tahun baru identik dengan resolusi tahun yang baru, misalnya di tahun sebelumnya kamu merasa ada yang tidak beres dengan tubuhmu inilah saatnya untuk memperbaiki semuanya. Resolusi tahun baru kamu harus memastikan untuk mengonsumsi makanan sehat dan seimbang karena tentu saja akan memberikan keuntungan untuk tubuhmu. 

Komponen makanan yang masuk akan mempengaruhi berbagai faktor tubuh seperti seberapa lama atau seberapa aktifnya tubuh kita. Berbagai makanan yang tersedia di sekitaran komunitas kehidupan kita, namun tentu saja berbagai makanan yang berasal dari tiap tempat juga mempengaruhi tubuh kita. 

Tahun baru identik dengan pesta dan makan bersama dengan keluarga. Pastinya akan tersedia berbagai olahan mulai dari yang berminyak sekalipun hingga santapan utama seperti steik. Tidak lupa di berbagai kebudayaan, tahun baru juga identik dengan alkohol dan minum-minum. Jika kamu ingin mempunyai hidup sehat, ikuti tips mengatur pola makanan sehat pada saat liburan tahun baru yang direkomendasikan oleh WHO berikut ini. 

Tips mengatur pola makan sehat pada saat liburan tahun baru

1) Konsumsi makanan yang bervariasi 

Tubuh kita sangatlah kompleks karena banyaknya nutrisi yang harus masuk untuk menciptakan performa tubuh yang baik. Maka dari itu makanan yang masuk haruslah beragam mulai dari karbohidrat hingga serat. Kondisi yang terlengkapi akan membuat tubuh semakin baik. 

Pada makanan yang kamu konsumsi usahakan makanan tersebut terkandung berbagai komponen yang bernutrisi, kamu bisa berkreasi dengan berbagai bahan seperti biji-bijian, kacang, berbagai buah dan sayur serta protein hewani seperti daging, ikan, telur hingga susu. Selain itu pilih juga sumber karbohidrat agar tubuh berenergi seperti beras cokelat hingga gandum. 

2) Batasi konsumsi garam

Terlalu banyak mengkonsumsi garam juga tidak baik untuk kesehatan sebab dapat menyebabkan tekanan darah tinggi hingga struk sekalipun. WHO merekomendasikan batas maksimal konsumsi garam sebanyak 5 gram sebanding dengan 1 sendok teh per harinya. 

Meskipun tidak adanya garam tambahan dalam makanan, kita harus perhatikan jumlah garam yang ada pada makanan olahan. Untuk mengatur jumlah garam yang masuk kamu bisa gunakan sedikit garam jika kamu tidak menggunakan bumbu tambahan seperti saus tiram misalnya. Hindari juga snack dengan kandungan garam yang tinggi. 

3) Kurangi takaran lemak dan minyak jenuh 

Kita semua tahu jika konsumsi lemak dan minyak berlebih terutama yang sering dijumpai dalam gorengan ini akan meningkatkan risiko obesitas, jantung, hingga struk. Bahkan makanan berminyak bisa meningkatkan risiko gangguan jantung sebanyak 30%. 

Kamu bisa mengganti mentega, minyak sawit, dengan jenis minyak sehat lain seperti jagung, kanola, biji bunga matahari dan pilih daging yang lemak rendah hingga tanpa lemak seperti ikan dibandingkan dengan daging merah. 

 

4) Batasi konsumsi gula

Konsumsi gula berlebihan tidak hanya berdampak buruk untuk gigi namun juga dapat menyebabkan obesitas dan peningkatan berat badan yang nantinya akan mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan kronis. Sama seperti garam yang memiliki sisi tersembunyi, sebaiknya lihat jelas jumlah gula yang ada pada olahan makanan dan minuman. 

Batasi konsumsi gula terutama minuman olahan, kamu bisa mengganti gula dengan madu dan memilih minuman yang sehat dan aman seperti jus buah misalnya. Selain itu kamu juga bisa memilih snack yang fresh dan bebas dari olahan yang sama dengan bahan olahan yang berbahaya. 

5) Hindari alkohol 

Alkohol bukan menjadi bagian dalam makanan namun dalam berbagai perayaan tahun baru, banyak yang mengasosiasikannya dengan alkohol. Konsumsi alkohol berlebih akan meningkatkan risiko melakukan aktivitas berbahaya dalan keadaan mabuk hingga melukai organ tubuh yang dapat menyebabkan gangguan hati, kanker, jantung, hingga gangguan mental. 

WHO menyarankan karena tidak adanya jumlah konsumsi alkohol yang benar-benar aman untuk tubuh, sedikitnya konsumsi alkohol tetap akan meningkatkan gangguan kesehatan, maka dari itu kurangi atau bahkan hindari konsumsi alkohol memiliki persentase tubuh sehat lebih baik. Dan hindari konsumsi alkohol jika kamu sedang hamil, menyusui, hingga mengendarai kendaraan. 

Penulis: Tisha Sekar Aji

Hashtag: #Timeless

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading