Gigi Rata Senyum Sempurna Tanpa Behel, Smiley Clear Aligner Bisa jadi Solusi

Nabila Mecadinisa27 Sep 2021, 12:44 WIB
Diperbarui 27 Sep 2021, 12:44 WIB
Smiley, clear aligner

Fimela.com, Jakarta Teknologi semakin maju, megitu juga dalam hal perawatan gigi. Jika dahulu behel menjadi solusi untuk wujudkan gigi yang rata, namun kini behel telah bertransformasi jadi lebih modern dengan tampilan mengusung nilai estetika yang lebih, yaitu clear aligner. 

Clear Aligner dinilai lebih praktis dan fleksibel, lebih praktis digunakan, dan dengan efek samping yang lebih terminimalisir. Meskipun pilihan clear aligner sudah banyak, namun sahabat Fimela bisa semakin menemukan mana yang cocok untukmu. Salah satu yang bisa jadi pilihan adalah Smiley.

Menggarap aligner bening dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) pertama di Indonesia. Produk ini hasil kerjasama Smiley dengan para dokter spesialis ortodonti, agar aligner bisa menjadi solusi baru yang canggih dan lebih terjangkau. Keseluruhan treatment plan yang ditawarkan juga hanya dirancang oleh para dokter spesialis ortodonti. Pengguna dapat melakukan konsultasi gratis sewaktu-waktu melalui website maupun WhatsApp. 

Perawatan yang efektif dan lebih hemat

Smiley, clear aligner
Solusi ratakan gigi dengan Smiley Clear Aligner.

“Kami melihat bahwa merapikan gigi masih dipandang sebagai hal yang premium. Namun, perawatan ini sebenarnya bisa dirancang lebih efektif dan hemat dengan penerapan teknologi yang tepat. Di Smiley, misi utama kami adalah untuk memberikan senyuman terbaik dengan lebih mudah dan terjangkau.

Karena itu, setiap perawatan gigi Smiley dirancang oleh tim ortodonti berpengalaman menggunakan software khusus yang bisa mengidentifikasi isu-isu pada struktur gigi dan membuat hasil rancangan perawatan yang lebih personal dan mendetail”, ungkap Anwar Yunus selaku CEO & Owner dari Smiley.

“Smiley hanya mengatur pergerakan gigi yang membutuhkan perawatan saja. Dengan pendekatan ini, pasien pun tidak perlu merasakan nyeri/sakit saat perawatan sudah berjalan”. Di Indonesia sendiri, prevalensi kasus maloklusi (posisi atau susunan gigi dan rahang yang tidak normal) sudah mencapai 80% dari populasi.

Namun, proporsi penduduk yang menerima perawatan ortodontik masih berkisar di angka 0,7%, jauh lebih rendah dari prevalensi. Hal inilah yang menyebabkan tingginya permintaan akan layanan perawatan ortodontik. Potensi pasar aligner di dalam negeri diperkirakan mencapai angka 800 miliar hingga 1,1 triliun rupiah. 

Menjawab kebutuhan pasar yang amat tinggi, Smiley mengandalkan kekuatan teknologi dalam setiap proses pemberian layanan bagi pasien. Smiley memastikan setiap aligner diproduksi dengan teknologi 3D print dan pasien dapat menyaksikan video simulasi 3D sehingga pergerakan gigi selama dan sesudah perawatan bisa diketahui di awal dan hasil perawatan akhir bisa sesuai dengan ekspektasi tersebut.

Aligner Smiley memberikan hasil perawatan yang lebih terjaminm, tak hanya presisi, namun juga tanpa memerlukan kontrol mingguan/bulanan ke klinik gigi, sehingga pasien bisa berkonsultasi secara online di rumah. Aligner juga lebih elastis dan lembut, serta bisa dibuka kapan saja (saat makan dan minum), membuat pasien lebih nyaman dan fleksibel dalam menjalani kesibukan sehari-hari. 

Aligner Smiley

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Smiley.id (@smiley.indo)

“Dalam proses perawatan aligner Smiley, kami memberikan konsultasi gratis bagi para calon pasien. Konsultasi ini bisa dilakukan di klinik mitra Smiley ataupun secara online dengan tim dokter kami, dimana mereka akan merancang rencana perawatan khusus, sesuai keinginan dan kebutuhan pasien. Durasi perawatan dengan aligner juga jauh lebih cepat dibandingkan perawatan konvensional. Sebagai perbandingan, rata-rata perawatan kami berkisar antara 6 bulan - 1,5 tahun, sementara rata-rata penggunaan kawat gigi adalah 1-3 tahun,” tambah Anwar.

Smiley menawarkan dua paket utama, yaitu reguler dan premium. Paket reguler adalah untuk kasus gigi ringan dan menengah, sementara premium ditujukan untuk kasus gigi yang tergolong berat dan membutuhkan perawatan lebih lama. Rata-rata perawatan reguler adalah 6 bulan sedangkan yang premium berkisar hingga 1,5 tahun.

Sejak berdiri pada tahun 2020, sejauh ini Smiley telah menangani sekitar 4.000 pasien, dimana kasus terbanyak adalah untuk perawatan gigi gingsul, gigi crowding, dan gigi tonggos. Anwar juga menyatakan bahwa 95% pasien Smiley puas akan hasil perawatan mereka, terutama karena layanan mitra ortodonti dan customer service Smiley yang aktif setiap hari.

Beberapa influencer fashion dan beauty seperti Molita Lin, Evelyn Razali, dan Finalis 5 Besar Miss Grand Indonesia 2020 Nadia Ingrida. Smiley juga akan terus meningkatkan kemampuan teknologinya agar pasien bisa cetak aligner gigi secara mandiri di rumah. Bahkan, kecanggihannya tak hanya sampai situ saja, Smiley mengembangkan riset agar di tahun 2022 nanti bisa meluncurkan aplikasi mobile untuk pantau perkembangan perawatan gigi pasien di rumah.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela