Mengenal Vaksin COVID-19 Zifivax yang Miliki Tingkat Efikasi Tinggi dalam Melawan Berbagai Varian Virus Corona

Fimela Reporter13 Okt 2021, 09:49 WIB
Diperbarui 13 Okt 2021, 09:49 WIB
Mengenal Vaksin COVID-19 Zifivax yang Miliki Tingkat Efikasi Tinggi dalam Melawan Berbagai Varian Virus Corona

Fimela.com, Jakarta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA)  untuk vaksin COVID-19 Zifivax beberapa waktu lalu, tepatnya pada 7 Oktober 2021. 

Vaksin yang dikembangkan oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical asal Cina ini telah melewati 3 uji klinis di Bandung. Dalam uji klinis yang telah dilakukan, vaksin COVID-19 Zifivax ini menunjukkan pemberian 3 dosis suntikan terbukti efektif meningkatkan antibodi dalam melawan infeksi virus corona. 

Melansir laman Klikdokter.com, Rabu (13/10), para peneliti juga mengatakan bahwa vaksin Zifivax ini memiliki tingkat efikasi yang baik dalam melawan varian Delta. 

Untuk lebih rinci, berikut ulasan mengenai vaksin COVID-19 Zifivax beserta efek sampingnya, melansir laman Liputan6.com, Rabu (13/10). 

Asal Usul Vaksin Zifivax

Mengenal Vaksin COVID-19 Zifivax yang Miliki Tingkat Efikasi Tinggi dalam Melawan Berbagai Varian Virus Corona
Ilustrasi vaksin COVID-19/copyrightshutterstock/sri widyowati

Vaksin Zifivax adalah vaksin COVID-19 yang dikembangkan dengan platform rekombinan protein sub-unit. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, vaksin Zifivax ini berbeda dengan vaksin COVID-19 lainnya dalam segi dosis, karena membutuhkan 3 kali suntikan dosis vaksin. 

Vaksin ini dapat digunakan untuk indikasi pencegahan COVID-19 pada orang yang berusia 18 tahun ke atas dengan pemberian dosis sebanyak 3 kali suntikan secara intramuskular (IM) dengan interval pemberian 1 bulan dari penyuntikan pertama ke penyuntikan berikutnya. 

“Izin penggunaan darurat vaksin Zifivax diberikan berdasarkan hasil uji klinik yang menunjukkan keamanan vaksin tersebut dapat ditoleransi dengan baik. Vaksin ini juga telah melalui tahap uji klinik fase 3 pada sekitar 28.500 subjek uji,” ujar Kepala BPOM Penny K. Lukito. 

Tak hanya, vaksin ini juga telah mengantongi sertifikat halal oleh MUI. hal ini disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh dalam konferensi pers di Kantor MUI, Sabtu (9/10), mengutip Liputan6.com.

Efek Samping dan Tingkat Efikasi

Mengenal Vaksin COVID-19 Zifivax yang Miliki Tingkat Efikasi Tinggi dalam Melawan Berbagai Varian Virus Corona
Ilustrasi Vaksin Covid-19 Credit: pexels.com/Polina

Umumnya, setiap orang akan mendapatkan reaksi efek samping setelah penyuntikan dosis vaksin. Meski reaksi yang dirasakan setiap orang bisa berbeda-beda, tetapi vaksin Zifivax ini memiliki efek samping lokal yang masih bisa ditoleransi dengan baik.

Beberapa efek samping lokal yang paling sering terjadi yakni timbul nyeri pada tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, demam, nyeri otot (myalgia), batuk, mual (nausea), dan juga diare dengan tingkat keparahan grade 1 dan 2. 

Selain itu, efikasi dari vaksin Zifivax ini diklaim mencapai 81,71 persen. Hal ini didapatkan dari hasil pengkajian efikasi dari uji klinik fase III. tingkat efikasi tersebut dihitung sejak tujuh hari setelah mendapatkan vaksinasi lengkap (setelah dosis ketiga). 

Selain itu, persentase efikasi bisa berbeda-beda tergantung kelompok usianya, antara lain: 

  1. Efikasi terhadap populasi dewasa usia 18-59 tahun adalah 81,5 persen
  2. Efikasi terhadap populasi lansia di atas 60 tahun adalah 87,6 persen
  3. Efikasi terhadap populasi di Indonesia secara keseluruhan adalah 79,88 persen

Selain kelompok usia, efikasi vaksin Zifivax juga berbeda di berbagai varian virus corona, di antaranya: 

  1. Efikasi terhadap varian Alha adalah 92,93 persen
  2. Efikasi terhadap varian Gamma adalah 100 persen
  3. Efikasi terhadap varian Delta adalah 77,48 persen
  4. Efikasi terhadap varian Kappa adalah 90 persen

Vaksin Zifivax Berbeda dengan Vaksin Lainnya

Ilustrasi vaksin COVID-19
Ilustrasi vaksin COVID-19 Foto oleh Thirdman dari Pexels

Melansir Klikdokter.com, para peneliti mengungkapkan bahwa vaksin COVID-19 Zifivax ini berbeda dengan vaksin covid lainnya karena menggunakan metode rekombinan. Dalam hal ini, artinya vaksin Zifivax dikembangkan dengan menggunakan spike glikoprotein atau bagian kecil dari virus. Bagian inilah yang akan memicu kekebalan ketika disuntikkan ke tubuh manusia. 

Consultant Pediatrician di Kota Bandung dr. Rodman Tarigan Girang, Sp.A(K), M.Kes mengungkapkan bahwa vaksin rekombinan bukanlah hal yang baru dalam dunia medis, sehingga aman untuk digunakan. 

Penulis: Chrisstella Efivania

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela