Sukses

Health

Gejala Ringan COVID-19 yang Paling Umum Saat Ini

Fimela.com, Jakarta Satu fakta yang cukup menyenangkan saat ini adalah bahwa infeksi COVID-19 bisa bersifat ringan. Ini tentu tidak menghapus fakta bahwa virus ini juga bisa sangat ganas.

Fakta bahwa long COVID-19 bisa terjadi bahkan dengan gejala yang ringan sekalipun, tentu tidak bisa dihilangkan begitu saja, bukan? Gejala ringan dari COVID-19 telah ada sejak awal, terutama sekarang dengan adanya vaksin dan booster.

Tidak heran jika mereka yang tidak divaksinasi 9 kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit karena gejala parah COVID-19, daripada mereka yang telah divaksinasi penuh. Dilansir dari huffpost.com, berikut ini adalah beberapa gejala ringan COVID-19 yang paling umum saat ini, dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.

1. Demam, menggigil, batuk, sesak napas, dan kehilangan indera perasa dan penciuman

Gejala COVID-19 bisa muncul di mana saja, antara 2 sampai 14 hari setelah terpapar. Menurut CDC, rata-rata dibutuhkan sekitar 5 sampai 6 hari

Banyak gejala ringan yang harus diperhatikan dalam rentang waktu tersebut, seperti demam, kedinginan, batik, dan sesak napas. Walaupun gejalanya sama, tapi intensitasnya bisa bervariasi.

Kehilangan indera perasa dan penciuman juga termasuk gejala ringan COVID-19 yang sangat umum. Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa lebih dari separuh orang dengan gejala ringan, kehilangan indera penciuman mereka sampai tingkat tertentu.

2. Bersin dan sakit kepala juga merupakan gejala ringan COVID-19 saat ini

Sementara COVID-19 adalah virus pernapasan, banyak orang mengalami gejala ringan yang tidak berhubungan dengan organ dan jaringan yang membantu mereka bernapas. CDC memasukkan gejala susah bernapas, sakit kepala, mual, dan muntah dalam daftar gejala paling umum. Tantangannya tentu saja, gejala-gejala ini mirip dengan apa yang dialami orang saat mereka pilek, flu, sakit perut, dan banyak penyakit umum lainnya.

 

3. Para ahli mengatakan hanya 1 gejala sudah cukup menjamin pengujian

Karena tidak mungkin membedakan antara pilek dan infeksi COVID-19 hanya berdasarkan gejala, para ahli merasa sangat penting bagi mereka untuk dites. Tes COVID-19 tetap direkomendasikan untuk gejala apapun, terutama jika kamu berada di area penularan tinggi.

4. Masih tidak jelas bagaimana varian Omicron mengubah ini

Para ahli sedang mempelajari varian Omicron, varian COVID-19 yang baru dengan lebih dari 30 mutasi. Gejalanya mungkin lebih ringan daripada Delta, namun para ahli juga memperingatkan bahwa varian ini bisa mengubah arah pandemi.

Inilah mengapa strategi pencegahan tetap sangat penting. Teruslah memakai masker di dalam ruangan dan jangan mengabaikan gejala apapun.

#Elevate Women

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Penyebaran Covid-19 ke seluruh penjuru dunia diawali dengan dilaporkannya virus itu pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China

    COVID-19

  • COVID-19 varian baru telah masuk ke Indonesia. Tiga varian mutasi yang telah masuk itu dikenal dengan sebutan Alpha, Beta, dan Delta.

    gejala covid

  • elevate women

Loading