IDAI: IMD dan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Efektif Cegah Stunting

Hilda Irach15 Jan 2022, 08:09 WIB
Diperbarui 15 Jan 2022, 08:09 WIB
IDAI: IMD dan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Efektif Cegah Stunting

Fimela.com, Jakarta Stunting masih menjadi momok dunia. Tak hanya mempengaruhi pada ukuran tubuh saat dewasa, stunting juga berdampak pada kecerdasan intelektual anak, berisiko terkena penyakit metabolik dan pembuluh darah.

Stunting adalah malnutrisi kronik yang terjadi pada dua tahun pertama kehidupan anak karena kurangnya asupan energi dan protein hewani. Berdasarkan analisis World Bank, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-Anak (UNICEF) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menjadi salah satu negara dengan angka stunting yang tinggi.

Jumlah kasus stunting di Indonesia pada 2019 mencapai 27,67 persen. Sementara Presiden Jokowi menargetkan kasus stunting di Indonesia bisa ditekan hingga berada di angka 14 persen pada 2014.

 

Cegah Stunting dengan IMD dan Pemberian ASI Eksklusif

IDAI: IMD dan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Efektif Cegah Stunting
Pentingnya IMD dan pemberian ASI eksklusif pada bayi untuk cegah stunting. (pexels/mart production).

Dari sekian banyaknya cara untuk mencegah stunting, Ikatan Dokter Anak Indonesia mengungkapkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif menjadi cara utama yang paling efektif.

“Sudah ditekankan oleh WHO bahwa untuk mencegah stunting pertama adalah melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif selama 6 Bulan,” ujar dr. Klara Yuliarti, Sp.A(K) - Anggota Satgas ASI IDAI dalam diskusi daring, Jumat (14/1/2022).

Sebab, kata dr. Klara ASI bukan hanya mengandung makanan, tetapi juga mengandung bioaktif. Bioaktif merupakan zat yang bermanfaat untuk kesehatan seperti immunoglobulin, Human Milk Oligosaccharides (HMO), sel darah putih, antimikroba, dan bakteri baik yang dapat mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.

“ASI itu mengandung oligosakarida, dari segi protein mengandung whey protein dan kasein yang sangat berbeda dengan susu sapi, mengandung lemak, mengandung DHA yang tidak ditemukan susu sapi. Zat besi pada ASI lebih baik daripada susu formula,” kata dr. Klara.

Jika bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif, maka dia tidak akan mendapatkan nutrisi yang komplit. Sementara itu, efek jangka pendek dari ASI juga sudah dibuktikan dan menunjukkan bahwa ASI melindungi bayi terhadap diare dan infeksi saluran pernapasan.

Pemberian MPASI dengan Protein Hewani

IDAI: IMD dan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Efektif Cegah Stunting
Pentingnya IMD dan pemberian ASI eksklusif pada bayi untuk cegah stunting. (pexels/amsw photograph).

dr. Klara melanjutkan, setelah 6 bulan ASI harus didampingi dengan MPASI yang benar agar menghasilkan tumbuh kembang yang optimal. WHO juga telah menekankan untuk memberikan protein hewani pada MPASI yang diberikan secara rutin setiap hari dalam jumlah yang cukup.

“Dengan praktik menyusui yang benar, maka akan secara tidak langsung menurunkan insiden diare juga dengan nutrisi yang baik, maka akan mengakibatkan angka stunting menurun,” kata dr. Klara.

#Women for Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela