Ketahui Penyebab Lutut Nyeri yang Jarang Disadari Beserta Gejala dan Pengobatannya

Imelda Rahma24 Jan 2022, 08:19 WIB
Diperbarui 24 Jan 2022, 08:20 WIB
Nyeri Lutut Belum Tentu Pengapuran (Image Point fr/Shutterstock)

Fimela.com, Jakarta Tanpa disadari, lutut nyeri seringkali mengganggu kenyamanan dalam beraktivitas. Sayangnya, lutut nyeri seringkali dianggap sebagai kondisi yang ringan sehingga kerap disepelekan. 

Biasanya seseorang yang merasa lututnya sakit atau nyeri akan mendapatkan kondisi lutut yang susah diluruskan, terasa kaku, hingga mengalami pembengkakan. bagian terburuknya, rasa nyeri akan semakin terasa sakit ketika lutut digerakkan. 

Kondisi macam ini akan membuat penderita sulit untuk berdiri dari posisi duduk, sebab lutut sedang tidak stabil dan kuat dalam menyangga tubuh. Umumnya, lutut nyeri disebabkan oleh cedera, namun ada beberapa pemicu lainnya yang perlu kamu ketahui. 

Untuk itu, berikut Fimela.com kali ini akan mengulas penyebab lutut nyeri yang jarang disadari beserta gejala dan pengobatannya. Dilansir dari beragam sumber, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

 

Penyebab Lutut Nyeri secara Umum

Penyebab Lutut Nyeri secara Umum
Ilustrasi Penyebab Lutut Nyeri Credit: pexels.com/Elina

Penyebab lutut sakit dan nyeri ialah adanya cedera pada bagian lutut. Apabila cedera terjadi di beberapa jaringan yang menyusun lutut dan seperti tulang rawan atau tulang, dapat terganggu. Berikut beberapa penyebab lutut nyeri yang disebabkan oleh gangguan pada jaringan penyusun lutut akibat cedera:

- Jaringan antar tulang di sendi atau ligamen lutut sedang terkilir.

- Ligamen lutut sedang robek, contohnya saat cedera ligamen lutut anterior.

- Tulang rawan yang sedang robek.

- Bursitis.

- Dislokasi tulang tempurung lutut.

- Patah tulang tempurung lutut, tulang paha dan tulang kering.

- Sindrom nyeri patellofemoral.

Selain cedera, lutut nyeri juga bisa diakibatkan oleh penyakit tertentu seperti Rheumatoid Arthritis, Osteoarthritis, penyakit asam urat atau gout, kanker yang menyebar ke sendi lutut, infeksi pada lutut, hingga penyakit osgood-schlatter. Mengingat fungsi yang mencakup berat dalam menopang seluruh tubuh, sendi lutut memang sangat rentan dalam mengalami kerusakan.

Adapun beberapa kondisi lainnya yang memicu timbulnya risiko lutut nyeri diantaranya adalah kelebihan berat beadan, pernah mengalami cedera lutut, kebiasaan merokok hingga mempunyai pekerjaan yang mengharuskan sering berlutut, mengangkat benda berat atau pun melakukan aktivitas fisik berat seperti pekerja bangunan dan olahragawan.

Gejala Lutut Nyeri yang Perlu Diperhatikan

Gejala Lutut Nyeri yang Perlu Diperhatikan
Ilustrasi Gejala Lutut Nyeri Credit: pexels.com/Marta

Setelah mengetahui penyebab lutut nyeri, kini kamu juga perlu mengenal gejala-gejalanya. Biasanya nyeri yang terjadi di bagian lutut akan muncul seketika ketika seseorang mengalami cedera.

Ini juga bisa muncul secara bertahap dan bertambah parah seiring berjalannya waktu. Keparahannya juga sangat berbeda-beda, tergantung dari penyebab dari masing-masing seseorang. Beberapa gejala yang bisa menyertai sakit lutut ialah sebagai berikut seperti berhasil dilansir dari Alodokter:

- Lutut akan terasa kaku dan sulit untuk digerakkan.

- Lutut terlihat memerah dan bengkak hingga terasa hangat.

- Lutut juga terasa lemah, serta sulit untuk diluruskan dan tidak stabil.

- Lutut mengeluarkan suara seperti gemeretak misalnya bunyi "kretek-kretek".

Pengobatan Lutut Nyeri

Pengobatan Lutut Nyeri
Ilustrasi Pengobatan Lutut Nyeri Credit: pexels.com/Tanya

Nyeri yang terjadi pada lutut memiliki mekanisme pengobatan yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kondisinya. Prosedur yang umumnya biasa dilakukan adalah setelah tahu penyebab sakit lutut yang diderita pasien, dokter baru bisa memberikan pengobatan yang sesuai. Berikut adalah pengobatan yang bisa dilakukan seperti berhasil dikutip dari Alodokter:

  • Tindakan fisioterapi yang bertujuan untuk melatih dan menguatkan otot di sekitar lutut, sehingga sendi lutut lebih stabil. Jika diperlukan, misalnya pada penderita osteoarthritis, dokter akan menyarankan penggunaan alat penyangga lutut (knee support) untuk meredakan nyeri lutut.
  • Melakukan suntik sendi untuk meredakan nyeri, adapun jenis zat yang disuntikkan dapat berupa kortikosteroid, asam hialuronat, atau platelet-rich plasma (PRP).
  • Mengonsumsi obat-obatan agar rasa nyeri pada lutut mereda. Dokter biasanya akan memberikan paracetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid.

Pencegahan Lutut Nyeri

Pencegahan Lutut Nyeri
Ilustrasi Pencegahan Lutut Nyeri Credit: pexels.com/Cliff

Meskipun bukan penyakit yang kronis, namun lutut nyeri sebaiknya tidak kamu sepelekan. Oleh karena itu, kamu perlu tahu kiat-kiat untuk mencegah lutut nyeri kembali meradang. Adapun beberapa langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan diantaranya: 

- Menyesuaikan jenis dan intensitas olahraga dengan kemampuan dan kondisi tubuh.

- Selalu melakukan pemanasan sebelum berolahraga serta peregangan setelah selesai berolahraga.

- Menggunakan sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki atau yang menyangga kaki dengan baik saat olahraga.

- Meningkatkan intensitas dan frekuensi olahraga secara bertahap, dari yang ringan ke yang berat.

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela