Wabah Covid-19 di Korea Utara Berpotensi Timbulkan Varian Baru

Nabila Mecadinisa19 Mei 2022, 19:00 WIB
Diperbarui 19 Mei 2022, 19:00 WIB
Ilustrasi Korea Utara

Fimela.com, Jakarta Penularan Virus Corona yang tinggi di antara orang-orang yang tidak divaksinasi mampu ciptakan risiko varian baru yang lebih tinggi. Hal ini diungkapkan oleh pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia pada Selasa, 17 Mei 2022. 

Korea Utara adalah negara yang terisolasi. Kini Anggota WHO sedang bergulat dengan wabah Covid-19 pertama yang mereka baru akui, memicu kekhawatiran terhadap krisis besar akibat kurangnya infrastruktur medis. 

"Tentu saja mengkhawatirkan jika negara-negara tidak menggunakan alat yang sekarang tersedia," kata direktur kedaruratan WHO Mike Ryan dalam menanggapi pertanyaan tentang wabah di Korea Utara seperti dikutip dari US News, Rabu (18/5/2022).

"WHO telah berulang kali mengatakan bahwa di mana Anda memiliki penularan covid-19 yang tidak terkendali, selalu ada risiko varian baru yang lebih tinggi muncul," katanya lagi.

 

Penularan virus yang memprihatinkan

Korea Utara
Korea utara (Foto: Motherboard, VICE)

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jika ia sangat prihatin terhadap penyebaran virus di antara populasi yang tidak divaksinasi dengan banyak kondisi mendasar. Bahkan badan kesehatan PBB mengatakan jika Pyongyang belum memberi tahu secara resmi mengenai wabah yang melanggar kewajiban hukum negara tersebut berdasarkan Peraturan Kesehatan Internasional WHO. 

Korea Selatan tawarkan bantuan

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) telah mengirimkan komunikasi kepada pihak Korea Utara (Korut) terkait bantuan COVID-19. Pesan itu dikirim pada Senin (16/5) kemarin, namun belum ada respons hingga jam operasional komunikasi berakhir. Kedua negara berkomunikasi setiap pagi dan sore. Korsel berharap bisa membantu atas dasar kemanusiaan.

Menurut laporan Yonhap, Selasa (17/5/2022), Kementerian Unifikasi di Korea Selatan mengirimkan pesan itu melalui fax kepada Departemen Front Bersatu Korut pada pukul 11 siang kemarin. Hingga komunikasi tutup pada pukul 17.00, pihak Korut belum mengirimkan pesan yang jelas.

 

Korea Selatan tawarkan bantuan

Ilustrasi Korea Utara. (AP)
Ilustrasi Korea Utara. (AP)

"Terkait penyebaran varian Omicron, kami berencana mengirim pesan formal ke Korea Utara untuk mengajukan pembicaraan level-pekerjaan antara Korea untuk membahas bantuan vaksin, persediaan medis, masker, dan alat tes, serta mengekspresikan kemauan kita untuk berbagi pengalaman melawan virus dan kerja sama dalam keahlian teknis," jelas pihak Kementerian Unifikasi Korsel.

Pihak Korsel pun meminta agar Korea Utara bisa memberikan respons terhadap tawaran tersebut. Kementerian Unifikasi Korea Selatan, Kwon Young-se, telah berjanji untuk aktif dalam membangun kerja sama dengan Korea Utara, meski hubungan kedua negara masih dingin.

Presiden baru Korsel Yoon Seok-yul juga berulang kali memberikan retorika keras terhadap rezim Kim Jon-un sebagai "bocah" yang tidak sopan. Kim Jong-un telah memerintahkan agar negaranya lockdown untuk mencegah penyebaran COVID-19. Kebijakan lockdown ini terbilang telat dibanding negara-negara lain di dunia yang sudah mencabut lockdown ketat. 

 

#Women for Women

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela