Waspada Virus Hendra Penyakit dari Kuda Ke Manusia, Berikut Gejala dan Cara Mencegahnya

Anisha Saktian Putri19 Mei 2022, 15:30 WIB
Diperbarui 19 Mei 2022, 15:30 WIB
Waspada Virus Hendra Penyakit dari Kuda Ke Manusia

Fimela.com, Jakarta Setelah Covid-19 mulai terkendali dan hepatitis akut masih diinvestigasi, kini muncul virus Hendra (HeV) yang sedang diperbincangkan yang ditemukan di Austrlia. Lalu apa sebenarnya virus tersebut?

Melansir CDC, virus Hendra atau HeV adalah anggota famili Paramyxoviridae. Virus ini masih satu genus dengan virus penyebab penyakit Nipah, Henipavirus. Melansir WHO, virus Hendra termasuk zoonosis atau penyakit yang dapat ditularkan ke manusia dari hewan.

Virus ini sebenarnya sudah ada sejak 1994-an ditemukan pertama kali oleh seorang peniliti Australia di pinggiran kota Brisbane, Hendra, Australia. Wabah tersebut menyerang 21 kuda dan dua manusia. Namun sejak 2013, infeksi virus Hendra pada manusia jarang ditemukan.

Pada Juli 2016, 53 insiden penyakit yang melibatkan lebih dari 70 kuda telah dilaporkan. Semua insiden ini hanya terjadi di pantai timur laut Australia. Kini varian baru virus Hendra ditemukan kembali dan menjadi ancaman terbaru.

Gejala virus Hendra

Ilustrasi: Menunggang kuda
Ilustrasi menunggang kuda (Foto: Bogdan Makukhin/Shutterstock)

Menurut CDC, setelah inkubasi 9-16 hari, infeksi virus Hendra dapat menyebabkan penyakit pernapasan dengan tanda dan gejala mirip flu yang parah. Dalam beberapa kasus, penyakit dapat berkembang menjadi ensefalitis. melansir liputan6.com, berikut gejala-gejala lainnya.

Gejala virus Hendra pada kuda

Virus Hendra dapat menyebabkan berbagai gejala pada kuda. Biasanya ada serangan penyakit yang cepat, demam, peningkatan denyut jantung dan penurunan yang cepat dengan tanda-tanda pernapasan dan/atau neurologis (sistem saraf).

Gejala virus Hendra pada manusia

Gejala virus Hendra pada manusia berkembang antara 5 dan 21 hari setelah kontak dengan kuda yang menular. Gejala awalnya bisa meliputi demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala dan kelelahan. Meningitis atau ensefalitis (radang otak) dapat berkembang, menyebabkan sakit kepala, demam tinggi, dan kantuk, dan terkadang kejang-kejang dan koma.

Pengobatan

Menurut WHO, tidak ada pengobatan khusus untuk kasus virus Hendra pada manusia. Perawatan suportif intensif disediakan, dan penggunaan antibodi monoklonal sedang diselidiki. Ada vaksin hewan Hendra yang terdaftar dan vaksinasi diakui sebagai cara yang efektif untuk mengurangi risiko kuda terinfeksi dan untuk mengurangi kemungkinan terpajan pada manusia.

Mencegah Virus Hendra

Kuda
Kuda. (Shutterstock/Vitaliy Karimov)

1. Menerapkan kebersihan saat berada di sekitar kuda.

2.Menutupi luka atau lecet pada kulit sebelumberinteraksi dengan kuda.

3. Cuci tangan dengan sabun dan air yangmengalir setelah berinteraksi dengan kuda.

4. Jika kuda mendadak sakit, hal ini bisa sajaterinfeksi virus Hendra.

5. Menggunakan alat pelindung diri (APD) untukmencegah kontaminasi tubuh dengan kuda yang telahterinfeksi.

6. Dilarang melakukan donor darah apabila terkenainfeksi virus Hendra.

7. Melakukan vaksinasi pada kuda untuk menurunkanrisiko terinfeksi virus yang dapat menular ke manusia.

Menurut CDC, pengenalan dini penyakit pada hewan inang perantara mungkin merupakan cara paling penting untuk membatasi kasus manusia di masa depan. Vaksin komersial baru-baru ini dilisensikan di Australia untuk kuda dan dapat bermanfaat bagi spesies hewan lain dan akhirnya manusia.

#womenforwomen

Lanjutkan Membaca ↓
1

Live Streaming

Powered by