Kasus Omicron BA.4 dan BA.5 Meningkat, Perlukan Vaksin Booster Kedua?

Fimela Reporter01 Jul 2022, 20:00 WIB
Diperbarui 01 Jul 2022, 20:00 WIB
Vaksin Booster

Fimela.com, Jakarta Banyak negara tengah mengalami kenaikan kasus Covid-19 akibat merebaknya Omicron subvarian BA.4 dan BA.5. Ini berarti, tubuhmu perlu mendapat perlindungan ekstra dari virus melalui vaksin primer maupun booster.

Dikutip dari Liputan6.com, Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof. Dr. Sri Rezeki, Hadinegoro, dr., SpA (K) menyebut,  vaksin booster masih sangat penting lantaran virus masih bermutasi.

Mutasi sendiri berarti cara virus untuk tetap bertahan hidup. Cara melawan mutasi virus tersebut adalah dengan vaksinasi. Sebab mutasi terus terjadi, kemudian timbullah pertanyaan apakah vaksin booster kedua diperlukan.

Sri menyebut, saat ini vaksinasi primer belum selesai sepenuhnya seluruh masyarakat Indonesia dapatkan. Untuk itu, perhatian utama saat ini masih untuk menyelesaikan minimal jumlah vaksinasi primer di Indonesia. 

 

Sumber mutasi virus

Mutasi Virus
Ilustrasi orang yang menggunakan masker untuk mencegah mutasi virus. Credits: pexels.com by EVG Kowalievska

Sri menyebut, apabila masyarakat belum mendapat vaksin, kemungkinan hal itu bisa menjadi sumber mutasi virus. Oleh karenanya, kegiatan vaksinasi perlu dikejar terlebih dahulu, terutama vaksinasi primer. Apabila sudah maksimal, maka pemenuhan vaksinasi booster menjadi prioritas.

Terlebih lagi, vaksinasi dosis lengkap menjadi hal penting untuk dipenuhi, terutama bagi lanjut usia (lansia). Studi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, vaksinasi COVID-19 dapat menurunkan kejadian penyakit berat, masuk rumah sakit (rawat inap), dan kematian pada usia lanjut.

Oleh karenanya, Sri mengatakan, usia lanjut menjadi kelompok masyarakat yang perlu menjadi prioritas dalam mendapatkan vaksin COVID-19. Selain itu, kalangan yang juga menjadi prioritas adalah tenaga kesehatan, orang dengan komorbid dan kelompok imunokompromais. 

Prioritas Vaksin

Vaksin Booster Covid-19
Ilustrasi vaksin booster Covid-19. Credits: pexels.com by Nataliya Vaitkevich

Sri menyimpulkan, pemberian vaksin kepada kelompok prioritas perlu dibereskan terlebih dahulu. Sebelum akhirnya, vaksin booster kedua menjadi perhatian selanjutnya. 

Sri juga menambahkan, pemberian vaksin booster bagi anak usia 6-11 tahun masih dalam proses kajian. Apabila sudah pasti, setiap kalangan bisa mendapat vaksinasi booster sesuai anjuran pemerintah dan ahli kesehatan.

Penulis: Ersya Fadhila Damayanti

 

#Women for Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela