Studi: Tidur Terlalu Larut Bisa Memicu Penyakit Jantung

Mimi Rohmitriasih22 Jan 2023, 19:45 WIB
Diperbarui 22 Jan 2023, 19:45 WIB
Ilustrasi/copyrightshutterstock/GP Studio

Fimela.com, Jakarta Tidur merupakan kebutuhan pokok setiap orang. Setiap orang memerlukan tidur cukup setiap harinya. Umumnya, seseorang memerlukan tidur cukup sebanyak 6 sampai 8 jam setiap harinya. 

Studi menemukan jika tidur yang berkualitas di waktu yang tepat, bisa menyehatkan fisik dan psikis secara maksimal. Namun sebaliknya, tidur di waktu yang kurang tepat dan terlalu larut, bisa memicu beragam masalah kesehatan. 

Mengutip dari laman bestlifeonline.com, tidur mulai pukul 10 malam adalah waktu terbaik. Ini bisa membantu seseorang dapatkan kualitas tidur yang baik. Ini juga memungkinkan seseorang memiliki kinerja tubuh yang optimal. Sementara itu, tidur yang terlalu larut bisa memicu masalah jantung.

Bahaya Tidur Terlalu Larut

bermain gadget
Ilustrasi bermian gawai sebelum tidur/copyright freepik.com

Studi yang dipublikasikan dalam European Heart Journal, Digital Health, waktu tidur paling ideal adalah antara pukul 10 sampai 11 malam. Tidur lebih dari jam 11, bisa memicu beragam masalah kesehatan. Salah satu masalah tersebut adalah penyakit jantung. 

Para ahli menyebutkan jika saat seseorang tidur terlalu larut, ini memungkinkan tubuh bekerja lebih ekstra. Ini juga memungkinkan kinerja tubuh akan lebih berat dari seharinya. Saat tubuh bekerja lebih berat, aliran darah pun harus bekerja ekstra keras pula. Inilah yang kemudian berpengaruh pada kesehatan tubuh secara menyuluruh. Ini juga berpengaruh pada kinerja jantung. 

Risiko Penyakit Jantung Akibat Sering Tidur Larut

Ilustrasi nyeri di bagian dada
Ilustrasi nyeri di bagian dada/Shutterstock-Monstar Studio.

Penelitian yang dilakukan ahli pada sedikitnya 8 ribu partisipan menemukan jika, orang yang punya kebiasaan tidur di atas jam 11 malam, berisiko mengalami penyakit jantung hingga 12 persen. Sedangkan orang yang terbiasa tidur di atas jam 12 malam, risikonya bertambah menjadi 25 persen. 

Risiko yang lebih besar yakni 25 persen, juga terjadi pada mereka yang terbiasa tidur di waktu awal sebelum jam 9 malam. Risiko ini akan meningkat jika orang ini juga punya kebiasaan tidur sesaat setelah makan malam. 

Ahli saraf, David Plans, MSc, mengungkapkan jika tubuh manusia memiliki jam biologis sendiri. Jam biologis juga dikenal sebagai ritme sirkadian, yakni mekanisme pengaturan waktu internal dalam tubuh yang bekerja secara otomatis. Jam ini akan bekerja secara optimal jika tubuh bekerja dan istirahat di waktu yang sesuai. Sementara itu, jam biologis ini akan terganggu jika seseorang memiliki kebiasana tidur sangat awal atau terlampau larut. 

Semoga informasi ini bermanfaat. Semoga kita semakin bijak dalam menjalankan pola hidup sehari-hari. Pastikan untuk tidur dan bekerja sesuai jam biologis tubuh. Ini agar tubuh lebih sehat secara fisik pun psikis.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela