Sukses

Health

Mengenal Terapi Seni Beserta Manfaatnya, Ampuh Atasi Stres dan Baik untuk Kesehatan Mental

Terapi seni mengintegrasikan teknik psikoterapi dengan proses kreatif untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mental. American Art Therapy Association mencirikan terapi seni sebagai pendekatan terhadap kesehatan mental yang memanfaatkan proses penciptaan seni untuk meningkatkan kesehatan mental, fisik, dan emosional.

Tujuan terapi seni adalah memanfaatkan proses kreatif untuk membantu orang mengeksplorasi ekspresi diri dan, dengan demikian, menemukan cara baru untuk memperoleh wawasan pribadi dan mengembangkan keterampilan baru.

Teknik yang digunakan dalam terapi seni dapat mencakup menggambar, melukis, mewarnai, mematung, atau membuat kolase. Saat klien menciptakan seni, mereka mungkin menganalisis apa yang telah mereka buat dan bagaimana perasaan mereka. Dengan mengeksplorasi karya seninya, orang dapat mencari tema dan konflik yang dapat memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku mereka.

Orang tidak perlu memiliki kemampuan artistik atau bakat khusus untuk berpartisipasi dalam terapi seni, dan orang dari segala usia termasuk anak-anak, remaja , dan orang dewasa dapat memanfaatkannya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa keberadaan seni dapat berperan dalam meningkatkan kesehatan mental.

Untuk lebih jelasnya, Fimela.com kali ini akan mengulas terapi seni beserta manfaatnya yang baik untuk kesehatan mental dan meredakan stres. Dilansir dari Merdeka.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini. 

Jenis Terapi Seni

Apa saja jenis terapi seni? Jenis terapi seni meliputi:

• lukisan

• penjurnalan

• membuat sketsa

• membuat kolase

• memahat dengan tanah liat

• mosaik

• kolase

• pembuatan kartu

• terapi musik

• dan lain-lain

Ada banyak cara untuk berlatih, tetapi yang paling penting adalah hal itu terasa nyaman dan menginspirasi. 

Manfaat Terapi Seni

1. Membantu Meredakan Stres

Studi menunjukkan bahwa terapi seni dapat membantu orang mengatasi stres kronis, depresi dan kecemasan dengan membantu mereka memproses dan mengekspresikan perasaan mereka, termasuk perasaan yang telah "dikubur" dan diabaikan. Menjadi kreatif juga dapat meningkatkan harga diri, rasa kendali dan pencapaian diri, dan membantu orang mengambil perspektif positif tentang pengalaman hidup mereka.

Cara lain terapi seni dapat membantu orang mengatasi stres adalah dengan meningkatkan suasana hati mereka berkat peningkatan pelepasan dopamin di otak, zat kimia yang terasa bermanfaat. Dopamin dikaitkan dengan perasaan seperti kegembiraan dan kebahagiaan dan cenderung dilepaskan saat kita terlibat dalam sesuatu yang menyenangkan dan menarik perhatian.

2. Berfungsi sebagai Outlet Non-Verbal yang Kreatif

Berlatih seni dapat bertindak sebagai pelepasan emosi dan jalan keluar yang sehat untuk mengekspresikan diri, terutama jika orang tersebut biasanya merasa sulit untuk menyuarakan bagaimana dia berjuang.

Orang-orang melaporkan bahwa mereka lebih mampu melepaskan kebencian, frustrasi, amarah, kekhawatiran, dan emosi lainnya ketika mereka terlibat dalam sesuatu yang kreatif yang menarik perhatian mereka dan memberi mereka perspektif.

Bagaimana terapi seni bekerja untuk membantu orang mengatasi trauma? Terapis seni sering mendorong pasien untuk menggunakan ekspresi seni "bentuk bebas" untuk mendapatkan pemahaman tentang perasaan mereka dan untuk mengekspresikan emosi yang tidak dapat diucapkan dengan kata-kata.

Studi menunjukkan bahwa AT dapat sangat membantu orang yang berurusan dengan gejala PTSD karena AT menyediakan saluran kreatif non-verbal yang meningkatkan pemrosesan perasaan kompleks. Ini mungkin lebih berdampak ketika dipasangkan dengan terapi perilaku kognitif atau pendekatan lain jika sesuai.

Di antara orang-orang dengan riwayat trauma / PTSD, AT telah terbukti membantu meningkatkan suasana hati dan keterampilan mengatasi, meningkatkan relaksasi, membina hubungan yang lebih sehat, dan mengurangi perilaku dan sikap yang mengganggu.

3. Meningkatkan Perhatian

Melakukan sesuatu yang kreatif dan menemukan cara untuk mengekspresikan diri secara artistik memberi kamu kesempatan untuk melambat, memberi pikiran kamu istirahat dan melatih perhatian, atau kehadiran / kesadaran.

Upaya artistik bisa menjadi cara yang bagus untuk masuk ke "keadaan mengalir" di mana kamu benar-benar terbiasa dengan apa yang kamu lakukan, menggunakan semua indra yang kamu miliki dan memperhatikan bagaimana perasaan tubuhmu saat ini, daripada terjebak dalam pikiran.

4. Menawarkan Dukungan Saat Dipraktikkan dalam Grup

Ketika seni dilakukan dalam kelompok, itu bisa menjadi cara terbaik untuk membangun hubungan yang sehat dengan orang lain dan untuk mendapatkan dukungan. Pendekatan ini telah terbukti membantu orang yang menghadapi depresi, orang tua, anak-anak usia sekolah, dan veteran.

Tidak hanya dapat membantu melawan depresi dan kesepian, tetapi juga terbukti meningkatkan empati dan penerimaan orang lain.

5. Mengembangkan Keterampilan Motorik Halus

Terapi seni digunakan oleh beberapa terapis okupasi untuk membantu mengembangkan fungsi kognitif dan sensorimotor pasien, koordinasi tangan-mata, keterampilan motorik halus dan kasar, serta ketangkasan dan kecepatan jari.

Di antara orang tua juga terbukti membantu merangsang fungsi mental dan menawarkan perlindungan terhadap penurunan kognitif / demensia. Selain itu, ada bukti bahwa hal itu dapat membantu mengurangi hilangnya koordinasi dan masalah terkait suasana hati, seperti depresi pada pasien Parkinson.

Cara Kerja Terapi Seni

Bagaimana terapi seni efektif? Terapis percaya bahwa menjadi kreatif dapat membantu orang menemukan wawasan penting tentang diri mereka sendiri dan meningkatkan rasa kesejahteraan dan harga diri mereka.

Bentuk terapi ini dianggap sangat membantu bagi mereka yang merasa "tidak berhubungan" dengan emosi dan kebutuhan mereka. Ketika seseorang mengalami kesulitan mengartikan perasaannya, mengingat peristiwa masa lalu atau mengekspresikan dirinya, saluran kreatif dapat membantu orang tersebut membuat terobosan.

Beberapa cara utama terapi seni membantu pasien mengatasi gejala dan berupaya menuju pemulihan meliputi:

  • Mengembangkan kesadaran diri dan wawasan.
  • Mengeksplorasi emosi yang tertekan / tersembunyi.
  • Menangani konflik emosional dan trauma yang belum terselesaikan.
  • Meningkatkan komunikasi, ekspresi diri dan keterampilan sosial.
  • Meningkatkan harga diri, kemandirian dan kemandirian pribadi.
  • Pemeliharaan identitas (sebagai lawan didefinisikan oleh penyakit atau trauma).
  • Penurunan emosi dan stres negatif dan peningkatan emosi positif.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading