Sukses

Health

Kenali Gejala dan 5 Penyebab Kutu Air di Kaki yang Sering Menganggu

Fimela.com, Jakarta Kutu air atau tinea pedis merupakan infeksi jamur pada kulit kaki. Infeksi ini biasanya akan bermula di sela jari dan menyebar pada area di kaki. Hal ini juga dapat terjadi oleh siapapun.

Selain itu kutu air dikenal dengan istilah athlete’s foot atau kurap kaki. Kutu ini akan berkembang biak dengan cepat, terutama jika kamu menggunakan alas kaki yang lembab dan membuat berkeringat.

Selain itu orang yang memiliki masalah kutu air biasanya akan mengalami gatal-gatal yang menyakitkan. Berikut beberapa penyebab kutu air yang mungkin menyerang kamu:

Penyebab Kutu Air di Kaki

Kutu air atau jamur pada kaki merupakan dermatofit hal ini akan terkait dengan jamur lain yang mungkin dapat menyebabkan infeksi pada kulit rambut, dan kuku manusia. Jamur ini tidak akan berbaya pada kulit manusia.

Selama kulit kamu kering dan bersih maka reprodukasi mereka akan terbatas. Namun jika kamu memiliki kaki yang lembab dan hangat mereka akan cepat berkembang biak. Berikut beberapa penyebab kutu air yang mungkin kamu alami:

1. Tidak Menggunakan Alas Kaki

Jika kamu sedang melakukan aktivitas di tempat umum tanpa menggunakan alas kaki. Seperti di kolah renang atau kamar mandi umum, maka bersiap-siaplah kamu untuk terkena kutu air. Hal tersebut dapat terjadi karena kelembabpan.

2. Kondisi Kaki

Selanjutnya kondisi kaki yang sering berkeringat juga dapat menyebabkan terjadinya kutu air. Hal ini dapat terjadi jika kamu menggunakan sepatu yang kekecilan atau ketat. Ada baiknya jika kamu memilih sepatu yang pas atau lebih besar sedikit.

3. Luka di Kulit

Mungkin penyebab kutu air di kaki lainnya adalah luka di kulit. Luka di kulit biasanya akan meninggalkan bekas atau jamur yang masih tertinggal. Hal inilah terkadang yang dapat membuat kamu terkena kutu air di kaki.

 

4. Jarang Mengganti Kaus Kaki

Jarang mengganti kaus kaki juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya kutu air lho. Kaus kaki yang kita gunakan adalah sebagai alas kaki ketika kita sedang berjalan. Tentunya akan meninggalkan bakteri dan membuat kaki kita terinfeksi bakteri maupun jamur.

5. Bertukar Barang Pribadi

Mungkin sebagaian orang akan menyepelekan hal ini. Namun ternyata hal ini juga dapat berakibat pada kutu air di kaki lho. Jika biasanya kamu bertukar barang pribadi seperti kaus kaki, sepatu, maupun handuk. Hal ini juga dapat menyebabkan kamu terkena kutu air.

Gejala Kutu Air di Kaki

Kulit di kaki, terutama di sela-sela jari kaki akan menjadi gatal, perih dan terbakar akibat kutu air. Berikut beberapa gejala kutu air:

  • Kulit Bersisik, seperti mengelupas maupun pecah-pecah di antara jari kaki.
  • Gatal, terutama setelah melepas sepatu dan kaus kaki.
  • Kulit meradang, biasanya mereka akan terlihat seperti kemerahan, keunguan, atau abu-abu.
  • Kulit kering, hal ini biasanya akan ditandai dengan kulit bersisik di bagian bawah kaki yang memanjang ke samping.

Cara mengatasi Kutu Air di Kaki

Kutu air ini dapat diobati dengan menggunakan obat antijamur topical (yang dioleskan ke kulit yang terinfeksi) namun berikut beberapa jenis antijamur yang bisa digunakan untuk mengatasi kutu air adalah:

  • Miconazole
  • Econazole
  • Clotrimazole
  • Terbinafine
  • Ketoconazole

Namun beberapa jenis obat dan cara penggunaannya harus disesuaikan dengan takaran serta kondisi yang sedang kamu alami saat ini. Itulah beberapa penyebab, gejala, dan cara mengatasi kutu air yang sering menganggu. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untuk kamu.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading