Hasil Uji Klinis Fase III Vaksin Sinovac Terbukti Aman untuk Anak Usia 3 hingga 17 Tahun

Fimela Reporter25 Nov 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 25 Nov 2021, 17:00 WIB
ilustrasi vaksin/cottonbro/pexels

Fimela.com, Jakarta Pandemi Covid-19 yang belum kunjung berakhir ini membuat pemerintah harus menyegerakan peningkatan vaksinasi untuk seluruh warga Indonesia. Namun, sampai saat ini banyak masyarakat yang masih bertanya-tanya terkait vaksinasi bagi anak-anak dan para remaja, terutama vaksin yang sekiranya aman untuk mereka.

Tak perlu khawatir, Sinovac Biotech telah mengumumkan hasil dari analisis blind data berdasarkan uji klini fase III berbasis multicenter, kasus, acak, double-blind dan placebo terkontrol. Data tersebut menunjukkan CoronaVac atau vaksin Sinovac ini terbukti aman untuk anak-anak dan remaja sehat berusia 3 hingga 17 tahun.

Dilansir dari Liputan6.com, penelitian ini dilakukan di Chili, Malaysia, Filipina dan Afrika Selatan dengan melibatkan 2.140 partisipan berusia 6 bulan hingga 17 tahun, termasuk 684 peserta dari sub kelompok uji klinis tingkat keamanan.

 

Efek Samping

Ilustrasi Anak Divaksin
Ilustrasi anak sedang divaksin/credit: gettyimages

Berdasarkan dari data sub kelompok uji klinis tingkat keamanan CoronaVac tersebut, ada pun efek samping atau KIPI setelah dosis kedua jauh lebih rendah dibandingkan setelah dosis pertama. Umumnya, efek samping dirasakan seperti rasa nyeri di tempat suntikan, sakit kepala hingga demam. Sebagian besar efek samping ini dialami ringan atau sedang (Grade 1 dan 2) tanpa reaksi yang parah.

Dilansir Sinovac dalam keterangan resmi tertulis, Senin (22/11), vaksin CoronaVac ini terbukti aman untuk anak-anak dan remaja usia 3 hingga 17 tahun. Berangkat dari hasil utama uji klinis Fase III multicenter secara global, dampak efek samping merugikan yang ditemukan serupa dengan uji klinis Fase I atau II yang dilakukan pada anak-anak serta remaja di Tiongkok.

Negara yang Sudah Menggunakan Vaksin Sinovac untuk Anak dan Remaja

Hasil lebih lanjut dari penelitian ini pun memberi bukti klinis bagi negara-negara lainnya dalam menyetujui penggunaan vaksin Sinovac pada anak-anak dan remaja yang berusia 6 bulan hingga 17 tahun.

Sejak September 2021, Chili, Ekuador, El Salvador, Kolombia, Kamboja dan Indonesia menjadi negara yang telah menggunakan CoronaVac sebagai vaksin Covid-19 untuk anak-anak dan remaja. Pada akhir Oktober, Cina telah menyuntikkan 110 juta dosis CoronaVac kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Hasil Uji Klinis Fase I/II CoronaVac

ilustrasi vaksin/cottonbro/pexels
ilustrasi vaksin/cottonbro/pexels

Hasil uji klinis Fase I/II yang menilai CoronoVac sudah aman pada anak-anak dan remaja antara usia 3 hingga 17 tahun telah diterbitkan dalam jurnal medis internasional The Lancet-Infectious Diseases pada 28 Juni. Dari hasil penelitian tersebut telah terbukti bahwa CoronaVac dapat ditoleransi dengan baik dan aman untuk digunakan pada anak-anak dan remaja, serta vaksin yang tidak aktif pun dapat menginduksi respon imun yang lebih kuat.

Sebagai bagian dari percobaan yang sama, studi Fase II mengenai ketahanan kekebalan dilakukan pada 180 partisipan berusia 3 hingga 17 tahun. Hasilnya menunjukkan tiga bulan setelah dua dosis vaksin, tingkat serokonversi mencapai 100%.

Titer rata-rata geometrik (GMT) antibodi penetral mendekati tingkat yang tercatat pada 28 hari setelah vaksinasi dan secara signifikan tetap lebih tinggi dibandingkan tingkat yang tercatat pada orang dewasa serta orang tua pada 28 hari setelah vaksinasi.

Hal tersebut menunjukkan juga bahwa vaksin Sinovac atau yang dikenal CoronaVac ini memiliki imunogenisitas yang stabil dan baik bagi populasi anak-anak dan remaja sehingga terbukti catatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang berusia 18 tahun ke atas.

Penulis: Atika Riyanda Roosni

 

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela